- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
Desa TAPIS di Tulang Bawang Jadi Contoh Sinergi PKK dan Pemerintah untuk Penurunan Stunting

TULANG
BAWANG, MFH,-- Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama
Wulan Sari Mirza, melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Tulang
Bawang, Selasa (16/9/2025).
Kunker ini dalam rangka
Pencanangan Kampung Catur Buana Karya Jaya Kecamatan Banjar Margo sebagai DESA
TAPIS (Desa kesejahTeraan keluArga untuk lamPung maju Indonesia emaS) Binaan
Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung.
Pencanangan ini
berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/514/V.09/HK/2025 tentang
Penetapan Ruang Bersama Indonesia Desa Tapis Provinsi Lampung Tahun 2025.
Kampung Catur Buana Karya Jaya terpilih sebagai salah satu desa binaan yang
menjadi percontohan kolaborasi antara TP. PKK Kabupaten/Kota, Perangkat Daerah
terkait, dan dunia usaha. Kolaborasi ini mensinergikan program kerja dengan 10
Program Pokok PKK yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Baca Lainnya :
- Wakil Bupati Tinjau Pelaksanaan Program Tubaba Q Sehat0
- Suara Wartawan di Balik Anggaran Kominfo Tubaba0
- Pemkab Tubaba Dukung Program Kemitraan Tebu0
- Wabup Tubaba Terima Aspirasi Wartawan0
- Polres Tulang Bawang Barat Laksanakan Patroli Skala Besar0
Wulan Mirza menjelaskan
bahwa implementasi program di Desa TAPIS memiliki sasaran strategis yang harus
dicapai bersama oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, antara lain: Penurunan
Prevalensi Stunting: Capaian Lampung pada 2024 sebesar 19,8% perlu terus
ditingkatkan dengan keterlibatan aktif semua pihak, Optimalisasi Sarana
Kesehatan: Penguatan layanan dasar melalui Posyandu dan kesehatan keluarga, Penekanan
Laju Inflasi (Inflasi Provinsi Lampung Juli 2025 sebesar 2,63%): Melalui
pemanfaatan pekarangan dengan program HATINYA PKK (Halaman Asri Teratur Indah
dan Nyaman PKK) yang berkontribusi pada stabilisasi harga pangan, Penguatan
Ekonomi Keluarga: Melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K),
dan Peningkatan Infrastruktur: Dengan kemantapan jalan provinsi yang mencapai
78,08% di tahun 2024, konektivitas antarwilayah menjadi fondasi pembangunan
berkelanjutan.
Wulan Mirza menegaskan
bahwa keberhasilan program PKK sangat bergantung pada sinergi yang baik antara
pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pendukung.
Oleh karenanya, Ketua TP.
PKK Provinsi Lampung mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat gotong
royong, meningkatkan kolaborasi, serta mengembangkan inovasi sesuai dengan
potensi dan kebutuhan desa.
“Saya mengajak kita semua
untuk menyukseskan program Desa TAPIS binaan PKK Provinsi Lampung ini dalam
mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas,” ajak Wulan Mirza.
Di kesempatan yang sama,
Wulan Mirza memberikan apresiasi khusus atas capaian penurunan angka stunting
di Tulang Bawang. Berdasarkan komunikasi dengan kader Posyandu setempat, dari
semula 26 anak, angka stunting berhasil ditekan menjadi 19 anak.
“Ini menunjukkan bahwa
gerakan, pembinaan, dan kampanye penurunan stunting di sini sudah berjalan.
Kami berharap penurunan ini akan terus berlanjut dengan semangat kader Posyandu
dan kolaborasi dengan PKK, termasuk kunjungan langsung ke rumah-rumah warga
untuk pemeriksaan dan penanganan,” ujarnya.
Selain stunting, kampanye
pemberantasan infeksi kecacingan juga menjadi perhatian penting. Wulan Mirza
menekankan bahwa hal ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya kader
Posyandu atau PKK, tetapi juga melibatkan organisasi seperti Dharma Wanita.
Meski menyatakan
kepuasannya terhadap sarana dan prasarana pelayanan publik yang telah lengkap
di kampung Catur Buana Karya Jaya, Wulan Mirza mengingatkan untuk tidak berpuas
diri.
“Kita harus terus
meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan desa di sini,” pungkasnya.
Dalam kesempatan
tersebut, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung juga menyerahkan sejumlah bantuan
seperti paket sembako, paket telur, kampanye gizi, bibit cabai, peningkatan
jalan kampung, kursi roda, dan alat bantu dengar. [MFH/Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)