- Lepas 598 Peserta Jamnas XII, Gubernur Tekankan Penguatan Karakter dan Integritas Generasi Muda
- M. Ardhiansyah Resmi Pimpin Dinas Kominfotiksan Pesawaran
- Bupati Nanda Indira Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Pesawaran
- Kontingen Pramuka Lamtim Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional XII 2026
- Dinas PUTR Metro Pertama Kali Dinilai Ombudsman
- Pemkot Metro Tekankan Penilaian Pelayanan Publik
- Pemkab Pesisir Barat Siapkan APBD 2027
- Gubernur Dorong Mahasiswa Baru Unila jadi Agen Perubahan dan Pembangunan Lampung
- Pemprov Dorong HMI Kotabumi Perkuat Literasi, Kepemudaan dan Pemberdayaan Masyarakat
- Lubi.Co: Ketika Ruang Kerja, Kopi, dan Inklusi Bertemu
BPOM Bandar Lampung Koordinasi dengan Pemkab Lambar, Bahas Keamanan Pangan dan UMKM

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat
Parosil Mabsus menerima kunjungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Bandar Lampung di ruang kerja Bupati, Rabu 24/6/2026. Pertemuan membahas
penguatan pengawasan obat, makanan, serta pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah
(UMKM) di Lampung Barat.
Wakil Bupati Mad Hasnurin, Asisten II Bidang
Perekonomian dan Pembangunan Pirwan, serta sejumlah kepala perangkat daerah
turut mendampingi Bupati saat menerima rombongan.
Kepala Balai Besar POM Bandar Lampung Bagus
Heri Purnomo menyampaikan tiga fokus kerja BPOM ke depan di Lampung Barat.
Pertama, pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pemilihan obat dan makanan
aman. Edukasi dimulai dari bahan baku hingga siap konsumsi.
Baca Lainnya :
- Kabupaten Lampung Barat jadi Lokasi KKN UGM 2026 0
- Wabup Ajak Masyarakat Perkuat Iman untuk Wujudkan Indonesia Emas dan Lambar Bermartabat0
- Perjuangkan Revitalisasi Sekolah di Lambar, Bupati Parosil Temui Dirjen Paud Dikdasmen RI0
- 224 Warga Baru PSHT di Lampung Barat Disahkan, Wabup Mad Hasnurin Beri Ucapan Selamat0
- Kebijakan Afirmatif Pendidikan Tinggi di Lampung Barat Tuai Penghargaan0
Kedua, pembinaan UMKM. Saat ini 10 industri
kopi di Lampung Barat telah memiliki izin edar BPOM. BPOM mendorong hilirisasi
kopi agar produk unggulan daerah bisa memenuhi standar ekspor.
Ketiga, dukungan program prioritas pemerintah.
BPOM masuk dalam satuan tugas Makan Bergizi Gratis (MBG). BPOM juga
menginisiasi program Desa Aman Pangan dan Sekolah Aman Pangan untuk menjamin
keamanan pangan MBG.
“Sejak awal 2025 kami telah melakukan
pembekalan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait keamanan
pangan,” kata Bagus.
BPOM juga menyoroti pengawasan antibiotik.
Menurut Bagus, penjualan antibiotik tanpa resep dokter dan dosis yang tidak
sesuai masih terjadi di apotek. Kondisi ini berpotensi menimbulkan resistensi
antibiotik.
“Perlu peran pemerintah daerah bersama
pelayanan kesehatan untuk mengendalikan resistensi antibiotik akibat dosis yang
tidak tepat,” ujarnya.
Bupati Parosil menyambut baik koordinasi BPOM
ke Lampung Barat. Ia menilai sinergi pengawasan obat dan makanan penting
mengingat pertumbuhan usaha di daerah yang pesat.
“Kunjungan kerja BPOM hari ini membangun
koordinasi dan komunikasi. Salah satu hal penting yang jadi perhatian Lampung
Barat adalah kesehatan,” kata Parosil.
Bupati juga menekankan pentingnya edukasi ke
masyarakat, bukan hanya ke pelaku usaha. Banyak toko baru yang dibangun
masyarakat namun minim pengawasan.
“Keselamatan anak-anak ke depan jadi prioritas.
Kehadiran program MBG adalah solusi, tetapi harus ada pengawasan bersama agar
produk yang dihasilkan layak, sehat, dan bermanfaat untuk tumbuh kembang gizi
anak,” katanya.
Parosil menambahkan, pengawasan kantin sekolah
juga perlu diperkuat. Takaran sosis dan jajanan sekolah harus sesuai standar.
Ia meminta BPOM memberi masukan terkait hilirisasi kopi dan ikan, dua produk
unggulan Lampung Barat.
“Jangan fokus UMKM saja. Produk yang diekspor
pelaku UMKM harus memenuhi standar agar bisa diterima dunia,” tutup Parosil.
[MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)