- Gubernur Dorong Mahasiswa Baru Unila jadi Agen Perubahan dan Pembangunan Lampung
- Pemprov Dorong HMI Kotabumi Perkuat Literasi, Kepemudaan dan Pemberdayaan Masyarakat
- Lubi.Co: Ketika Ruang Kerja, Kopi, dan Inklusi Bertemu
- Wabup Agus Suranto Lepas Kontingen Jambore Nasional XII Tanggamus
- Wakil Bupati Umi Laila Panen Raya Padi di Wonosari
- Umi Laila Pimpin Apel Pelepasan Kontingen Jambore Nasional XII Pringsewu
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Sertijab Camat Marga Tiga
- Ribuan Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI di Way Jepara
- Wali Kota Metro Hadiri HUT ke-1 Kodam XXI/Radin Inten
- Pemkot Metro Tegaskan Sistem Penerimaan Tamu Sesuai SOP
Gubernur Dorong Mahasiswa Baru Unila jadi Agen Perubahan dan Pembangunan Lampung


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal mendorong mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) untuk
menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum membentuk karakter, mengembangkan
kompetensi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat
menghadiri Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB)
Universitas Lampung Tahun 2026 dengan tema 'Dari Kampus untuk Lampung:
Mahasiswa Berdampak bagi Daerah' di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Selasa
(11/8/2026).
Baca Lainnya :
- Lubi.Co: Ketika Ruang Kerja, Kopi, dan Inklusi Bertemu 0
- Pemprov Lampung Apresiasi Peluncuran Empat Program PPDS Baru FK Unila0
- Setahun Kodam XXI/Raden Intan, Sinergi TNI-Pemprov Diperkuat untuk Stabilitas dan Ketahanan Pangan0
- Hadapi El Nino, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air di Berbagai Sektor0
- PSEL Lampung Raya Disiapkan Jadi Solusi Sampah dan Penguatan Energi Daerah0
Gubernur Lampung dalam kesempatan tersebut
menyampaikan ucapan selamat datang kepada ribuan mahasiswa baru yang memulai
fase baru dalam perjalanan pendidikan mereka.
"Saya, atas nama Pemerintah Provinsi
Lampung menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Hari ini
saudara dan saudari memasuki fase penting dalam kehidupan. Kampus akan menjadi
rumah untuk tumbuh, menguji gagasan, dan mempersiapkan masa depan untuk meraih
cita-cita," ujar Gubernur.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak semata-mata
menjadi tempat untuk memperoleh gelar akademik. Masa kuliah harus dimanfaatkan
untuk membentuk pola pikir, karakter, keberanian, kepedulian, serta kemampuan
mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Ia mengatakan, mahasiswa Unila berasal dari
berbagai latar belakang, mulai dari perkotaan, pedesaan, wilayah pesisir,
kawasan pertanian hingga daerah di luar Lampung. Keberagaman tersebut,
menurutnya, menjadi kekuatan untuk membangun satu tujuan bersama, yakni belajar,
berkembang dan memberikan manfaat.
"Setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang
sama untuk berprestasi dan meninggalkan jejak pengabdian," katanya.
Gubernur menegaskan, ilmu yang diperoleh selama
menempuh pendidikan di Unila harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk
gagasan, inovasi, pelayanan, usaha, teknologi maupun perubahan yang dapat
dirasakan secara langsung.
"Ilmu yang diperoleh selama di Unila harus
kembali kepada rakyat dalam bentuk gagasan, inovasi, pelayanan, usaha,
teknologi, dan yang paling penting dalam bentuk perubahan yang dapat
dirasakan," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengajak
mahasiswa memahami bahwa kekayaan sumber daya alam tidak secara otomatis
menjadikan sebuah daerah maju dan sejahtera.
Menurutnya, faktor terpenting yang menentukan
kemajuan suatu daerah adalah kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Ketika sumber daya manusia maju, maka
peradaban akan maju. Ketika sumber daya manusia tidak maju, maka peradaban akan
mundur," ujarnya.
Gubernur mencontohkan perjalanan bangsa
Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Menurutnya, terbukanya akses pendidikan
dan lahirnya generasi terdidik menjadi salah satu faktor penting yang mendorong
tumbuhnya kesadaran kebangsaan dan perjuangan menuju kemerdekaan.
Karena itu, ia meminta mahasiswa memanfaatkan
kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan
kualitas diri.
"Dengan SDM yang bagus, kita akan bisa
mengelola kekayaan Provinsi Lampung untuk memakmurkan Provinsi Lampung dan
mencapai cita-cita Indonesia Emas," katanya.
Gubernur juga memperkenalkan berbagai potensi
sumber daya alam yang dimiliki Provinsi Lampung kepada mahasiswa baru.
Ia menyebut Lampung memiliki kekuatan besar
pada sektor pertanian dan berbagai komoditas unggulan, seperti padi, jagung,
singkong, nanas, pisang, lada, tebu, kopi, karet, kelapa, kakao, kelapa sawit,
peternakan hingga perikanan.
Potensi tersebut, kata Gubernur, menjadi modal
besar bagi Lampung untuk berkembang apabila mampu dikelola dengan SDM yang
berkualitas.
"Lampung adalah daerah yang sangat subur
dan kaya dengan pertanian. Kekayaan Lampung inilah yang harus kita kelola
dengan sumber daya manusia yang berkualitas," ujarnya.
Ia menekankan bahwa tantangan Lampung ke depan
bukan hanya bagaimana menghasilkan komoditas, tetapi bagaimana meningkatkan
nilai tambah melalui hilirisasi.
Menurutnya, masih terdapat berbagai komoditas
Lampung yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai
tambah lebih tinggi.
"Bagaimana mengelola ini? Inilah yang
diajarkan di universitas-universitas yang ada di Provinsi Lampung, termasuk di
Universitas Lampung," katanya.
Ia mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin
ilmu untuk mulai memikirkan bagaimana ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk
mengolah potensi daerah menjadi produk jadi, mengembangkan UMKM, menciptakan
teknologi, membuka lapangan kerja hingga meningkatkan peluang ekspor.
"Anak-anak teknik harus berpikir bagaimana
kekayaan kita bisa dikelola menjadi produk jadi. Begitu juga semua fakultas
harus punya keinginan bagaimana menjadikan dirinya bermanfaat untuk Provinsi
Lampung," ujarnya.
Gubernur menegaskan mahasiswa tidak boleh hanya
menjadi objek pembangunan, tetapi harus tampil sebagai subjek sekaligus agen
perubahan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis
dalam menyampaikan gagasan baru, mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan
melalui organisasi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan
kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
"Mahasiswa ke depan adalah agen subjek
pembangunan. Bagaimana mahasiswa menyalurkan pemikiran, ide baru yang kreatif,
mengasah soft skill melalui organisasi serta beradaptasi terhadap teknologi
modern dan AI," katanya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani,
kritis, bertanggung jawab dan memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial serta
perwujudan keadilan sosial di tengah masyarakat.
"Mahasiswa harus sadar bahwa mereka adalah
generasi penerus bangsa. Persiapkan kualitas diri yang memiliki ilmu dan akhlak
untuk menjadi generasi emas Indonesia di masa depan," ujarnya.
Gubernur mengingatkan mahasiswa bahwa masa
kuliah merupakan kesempatan yang sangat berharga dan tidak dapat diulang.
Karena itu, waktu selama berada di kampus harus dimanfaatkan untuk meningkatkan
kapasitas dan memperluas wawasan.
"Jangan sia-siakan waktu kalian di kampus.
Jadikan kampus ini kompetisi kalian dengan seluruh dunia. Kalian berkompetisi
bukan hanya dengan teman sebangku atau teman sekelas, tetapi dengan seluruh
dunia," tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemerintah
Provinsi Lampung untuk memperkuat kolaborasi dengan Unila dalam pembangunan
daerah, termasuk melalui pengembangan desa dan riset.
Ia menyebut salah satu bentuk kolaborasi yang
akan didorong adalah keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) di desa-desa melalui program Desaku Maju, dengan orientasi memberikan
dampak terhadap pembangunan dan perekonomian masyarakat.
Selain itu, Pemprov Lampung bersama Unila juga
akan mendorong pengembangan penelitian serta National Cassava Center sebagai
bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Lampung,
khususnya singkong.
"Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan,
kita ingin desa-desa di Provinsi Lampung tumbuh, besar, bagus dan maju,"
katanya.
Gubernur menyampaikan, mahasiswa baru Unila
yang berjumlah sekitar 8.330 orang memiliki kesempatan besar untuk menjadi
bagian dari proses tersebut.
Ia berharap selama menempuh pendidikan,
mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mulai membangun
karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Jadikan lima tahun, empat tahun, atau
tiga tahun kalian di kampus sebagai masa berdampak. Belajar ketika di kampus,
kita sudah bisa memberikan dampak kepada masyarakat," ujarnya.
Diakhir, Gubernur menitipkan masa depan Lampung
kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Unila.
"Pemerintah daerah memegang kemudi
kebijakan, perguruan tinggi menyalakan mesin inovasi melalui pendidikan.
Bersama kita bergerak cepat menuju satu tujuan, yaitu masyarakat yang
sejahtera," katanya.
Gubernur menegaskan, masa depan Lampung sangat
bergantung pada kualitas generasi mudanya.
"Di tangan kalianlah rakyat Lampung ke
depan akan sejahtera atau tidak, tergantung dari kualitas sumber daya manusia,
terutama anak-anak Unila," pungkasnya. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)