- Kakanwil Kemenag Tekankan Penguatan Pelayanan Umat Saat Kunjungan ke KUA Gisting Tanggamus
- Petani Cabai Lamsel Keluhkan Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Justru Anjlok Saat Panen Raya
- PTPN I Polisikan Lansia 72 Tahun Kasus Pencurian Getah Karet
- Rekam Jejak Polwan Pertama jadi Kapolsek di Polres Tanggamus, dari Reskrim Hingga Humas
- SDN 1 Tekad Raih Juara 1 Tari Kreasi dan jadi Juara Umum FLS3N Kecamatan Pulau Panggung
- Kabidkeu dan Kabid Dokkes Polda Lampung Pimpin Apel Pamatwil Polres Tanggamus
- Diduga Lakukan Kekerasan Verbal terhadap Anak, Oknum Collector OTO Finance Resmi Dilaporkan
- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
Bekas Galian Eksavator Makan Korban Bocah 6 tahun di Palas
Makan Korban Jowa

mediafaktualhukum.net, Palas, Lampung Selatan
Sebuah vidio beredar di aplikasi Facebook, akun Dul Hamid, memvidiokan rombongan Pihak Pegawai Kecamatan Palas, Polsek Palas, Petugas Puskesmas Palas dan aparatur desa Bangunan, melihat lokasi bekas galian Eksavator yang menewaskan bocah 6 Tahun Warga Desa Bangunan.
Baca Lainnya :
- Peta Wisata Bandung, Mulai dari Lembang - Ciwidey0
- Ini 3 Fakta Tentang Hari Raya Umat Islam Sedunia0
- Mandi Wajib Menurut Islam Laki-Laki dan Perempuan0
- 5 Buah Penangkal Racun dalam Tubuh0
- Pentax Q-S1 Kamera Mirorless Style Retro0
Informasi yang dapat di himpun oleh media, sekitar pukul 15.00 wib, warga Dusun Ringin Sari, Desa Bangunan di gegerkan tewasnya bocah 6 tahun di bekas galian Eksavator, Kamis, (3/7/2025).
Kejadian tersebut di benarkan oleh salah satu Aparatur desa Bangunan Jarwanto.
Menurut Jarwanto, sekitar pukul 13.00 Wib, tiga anak mandi di bekas galian Eksavator,
galian tersebut di genangi air setelah dua hari di guyur hujan, dan ada galian yang kedalamannya hampir 1-2 M.
" Ada tiga bocah yang sedang mandi di bekas galian Eksavator Satu umur 6 tahun, 10 tahun dan 12 tahun, yang bocah umur 6 tahun yang meninggal karna tidak bisa berenang, yang umur 10 tahun berhasil di selamatkan kakaknya," ucap Jarwanto melalui sambungan telepon
Lebih lanjut Jarwanto mengatakan, pihak keluarga telah menerima dan ikhlas kejadian tersebut merupakan suatu musibah, dan tidak perlu untuk di otopsi. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan.
"Saya belum melihat lokasi kejadian, mas sibuk di rumah keluarga korban, pihak keluarga telah menerima mas dan membuat surat pernyataan, Jenasah langsung di kebumikan di pemakaman umum desa." Jelas nya











3.jpg)