Bank Lampung Perkuat Dukungan Modal melalui Program KUR

By redaksi 01 Jun 2026, 02:46:10 WIB Ekonomi
Bank Lampung Perkuat Dukungan Modal melalui Program KUR

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Lampung terus menegaskan komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kali ini, dukungan nyata diberikan kepada Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo, (PPKPM) Pesawahan, Teluk Selatan, Kota Bandar Lampung dengan memberikan kemudahan akses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Langkah strategis ini sejalan dengan visi Bank Lampung sebagai penggerak ekonomi daerah untuk mendorong pedagang kecil agar bisa "naik kelas" dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Dukungan ini diwujudkan melalui kemudahan persyaratan pengajuan pinjaman dengan bunga yang ringan, sehingga para pedagang tidak terjerat oleh praktik rentenir.

Baca Lainnya :

Hal tersebut disampaikan Kepala Sub Branch Unit Bank Lampung, Teluk Betung Selatan, Agnes Caroline saat bersilatrurahmi dengan Pengurus Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo (PPKPM) di Jalan Ikan Tongkol, Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Jumat (29/5/2026).

Menurut Agnes,  pedagang kaki lima merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan yang sangat tangguh. Oleh karena itu, kehadiran bank dibutuhkan untuk memberikan literasi keuangan sekaligus stimulus permodalan agar usaha mereka lebih mandiri dan berdaya saing.

“Salah satu program yang terus digalakkan adalah penyaluran KUR Super Mikro yang menyasar langsung para pedagang sektor informal dan warung kelontong. Plafon pinjaman yang diberikan fleksibel mulai dari nominal puluhan juta rupiah, disesuaikan dengan skala dan kapasitas usaha masing-masing debitur,” urai Agnes.

Selain berencana memberikan suntikan dana segar, Bank Lampung,  melalui Sub Branch Unit Bank Lampung, Teluk Betung Selatan,  juga turun langsung ke lapangan memberikan pendampingan terkait manajemen keuangan sederhana dan digitalisasi transaksi kepada pengurus dan anggota Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo.

Hal ini mencakup edukasi penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) untuk memudahkan pedagang menerima pembayaran non-tunai dari konsumen.

Dengan adanya sinergi antara Bank Lampung dan paguyuban, diharapkan ekosistem ekonomi kerakyatan di Lampung dan Kota Bandar Lampung khususnya semakin tumbuh dinamis. Bank Lampung berharap langkah ini dapat memberikan efek domino positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka pengangguran di Provinsi Lampung.

Ketua Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo (PPKPM) Teluk Betung Selatan, Dedy saat dimintai komentarnya mengatakan, pihak paguyuban menyambut dengan antusias rencana Bank Lampung yang akan memberikan dukungan permodalan.

“Pengurus dan anggota paguyuban menyambut baik rencana Bank Lampung melalui Sub Branch Unit Bank Lampung, Teluk Betung Selatan yang akan memberikan dukungan permodalan dalam bentuk KUR. Selain itu Atas nama  paguyuban, kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Lampung  yang telah mendirikan gapura selamat datang, membuatkan banner nama di setiap tenda pedagang, dan memberikan berbagai penak pernik yang makin mempercantik dan memperindah tampilan di setiap tenda pedagang. Semua itu membuat pasar mambo, semakin semarak dan hidup,“ kata Dedy yang didampingi, Sekretaris Achmad Syufari, Bendahara Sudirman, Koordinator Humas Firmansyah dan pengurus lainnya.

Hal senada juga disampaikan penasehat paguyuban, TB. Tamimi dan Made. Keduanya mengharapkan jalinan kerjasama antara Bank Lampung dengan Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo dapat berkelanjutan dan dalam skala yang lebih diperluas.

“Selaku penasehat kami berdua mendukung sepenuhnya kerjasama antara Bank Lampung dan paguyuban. Kami juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan Bank Lampung kepada paguyuban. Mari kita bersama-sama menyukseskan program – program Bank Lampung sebagai penggerak ekonomi daerah dan program pemerintah Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung khususnya dalam bidang kepariwisataan dengan tupoksi masing-masing,” pungkas TB Tamimi dan Made. [MFH/red]  




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment