Bangunan Megah KDMP Lamsel di Tengah Persawahan dan Perkebunan jadi Sorotan Warga

By redaksi 17 Jul 2026, 21:20:33 WIB Saburai
Bangunan Megah KDMP Lamsel di Tengah Persawahan dan Perkebunan jadi Sorotan Warga

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belakangan ini menjadi sorotan hangat di ruang publik maupun media sosial. Alih-alih didirikan di pusat keramaian untuk menjawab tantangan persaingan ritel modern, sejumlah bangunan proyek bernilai besar ini justru kerap ditempatkan di lokasi yang dinilai kurang lazim.

 Sebelumnya, masyarakat sudah menyoroti keberadaan KDMP di Blora yang berdiri berdekatan kawasan hutan jati yang sepi, hingga di salah satu pelosok Sulawesi yang berada di wilayah terpencil. Fenomena ini memicu diskusi luas mengenai efisiensi, ketepatan sasaran, dan asas manfaat penggunaan anggaran negara.

 Kini, hal serupa juga terlihat di Kabupaten Lampung Selatan. Tepatnya di Desa Bakti Rasa, Kecamatan Sragi, sebuah bangunan KDMP berdiri kokoh dengan tampilan megah. Lokasinya cukup unik sekaligus mempertanyakan logika tata letak: bangunan ini diapit perkebunan warga dan menghadap langsung ke hamparan persawahan yang luas.

Baca Lainnya :

 Dinding dan pintu bergaya modern khas bangunan perkotaan itu seolah "beradu pandang" dengan permadani hijau padi yang bergoyang tertiup angin sore. Jika ritel modern pada umumnya menargetkan kawasan padat penduduk dengan akses jalan dan parkir yang memadai, KDMP Desa Bakti Rasa justru tampil dengan konsep yang bertolak belakang. Secara pandang bisnis ritel, penempatannya terkesan kurang strategis dan kelayakan lokasi terasa seperti dipaksakan.

 Di sisi kiri depan bangunan, jajaran pohon pisang tumbuh subur. Sementara dari sisi kanan hingga ke bagian belakang, hamparan tanaman jagung tumbuh rapat, seolah mengelilingi bangunan tersebut.

 Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Kamis (16/7/2026), akses menuju ke sana juga terbilang menantang. Meski jaraknya tidak terlalu jauh dari pemukiman, siapa pun yang ingin berkunjung harus melewati jalan tanah berbatu yang menjadi jalur utama.

 Diketahui, proyek yang diresmikan serentak oleh Presiden Prabowo Subianto ini menelan anggaran mencapai Rp1,6 miliar per unit. Penempatan nilai investasi yang besar di tengah lahan pertanian dan perkebunan inilah yang kini menjadi pertanyaan besar di kalangan masyarakat.

 Berupaya menjaga keseimbangan informasi, kami telah mencoba meminta tanggapan resmi kepada Komandan Rayon Militer (Danramil) 421-08/Palas, Kapten Inf. Ujang, yang membawahi wilayah Kecamatan Palas dan Sragi. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima, baik melalui pesan singkat maupun saat kunjungan langsung ke markas komando.

 Warga sekitar yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengaku bingung dengan konsep penempatan ritel modern ini.

"Kalau tujuannya bersaing dengan minimarket modern, kami sekeluarga bingung, siapa yang akan belanja sampai ke tengah kebun begini? Kalau untuk kebutuhan harian, kami lebih memilih toko rumahan yang dekat rumah dan harganya jelas lebih terjangkau," ujarnya.

 Meski begitu, warga ini juga mencoba melihat sisi lain dengan nada jenaka.

"Kalau mau dicari sisi positifnya, mungkin ini fasilitas khusus buat petani yang sedang bekerja di ladang. Kalau haus atau lapar saat mengurus tanaman, tidak perlu jauh-jauh pulang ke kampung, cukup melipir sebentar ke sini," pungkasnya. [MFH/Sri]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment