- KADIN Lampung Selatan Mantapkan Persiapan Rakerda 2026
- 101 CPNS Pemkab Pringsewu Ikuti Prosesi Pengambilan Sumpah PNS
- Sektor Pertanian Miliki Peran Sangat Strategis Dalam Pembangunan Daerah
- Dibuka Bupati Pringsewu, 32 Tim Ikuti Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2026
- Sekda Rustam Effendi Tekankan Disiplin ASN, Absensi dan Kehadiran Pegawai Dievaluasi
- Jelang Pilkades, Pemkab Lamtim Tekankan Keamanan, Persatuan, dan Netralitas ASN
- Wakil Wali Kota Metro Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Agen Perubahan
- Pemkot Metro Resmikan Titik Koleksi Buku Digital Berbasis QR Code
- Pak Cik Parosil Wawancarai Calon Organ BUMD, Hasil Seleksi Diumumkan 10 November
- Wabup Mad Hasnurin: Penyaluran KUR Harus Dipermudah, Petani Kopi Jangan Kesulitan Akses Modal
Wabup Mad Hasnurin: Penyaluran KUR Harus Dipermudah, Petani Kopi Jangan Kesulitan Akses Modal

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Wakil Bupati Lampung
Barat, Drs. Mad Hasnurin, meminta perbankan mempermudah akses penyaluran Kredit
Usaha Rakyat (KUR) bagi petani kopi dan pelaku UMKM. Langkah ini dinilai
penting untuk memperkuat permodalan, meningkatkan produktivitas, dan mendorong
kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Mad Hasnurin saat
membuka sosialisasi dan penyaluran KUR bagi petani kopi di Aula Kagungan
Setdakab Lampung Barat, Selasa (03/11/2026).
Ia menegaskan, KUR merupakan fasilitas
pembiayaan pemerintah untuk membantu pelaku usaha produktif memperoleh tambahan
modal dengan skema yang lebih terjangkau.
Baca Lainnya :
- Pak Cik Parosil Redam Ketegangan Warga dan Petugas Damkar0
- Pak Cik Parosil : Lambar Sediakan Lahan 400 Hektare Uji Coba Bawang Putih0
- Bupati Parosil: Pendidikan Harus Memanusiakan dan Berakar Pada Budaya0
- Lima Rumah Terbakar di Sukau, Pemkab Lambar Salurkan Bantuan0
- Buka Liga Santri PCNU Cup 2026, Bupati: Santri Bukan Hanya Ngaji, Membangun Itu Soal Hati0
“Saya berharap penyaluran KUR semakin mudah
diakses, transparan, dan tepat sasaran. Petani yang memiliki usaha produktif
harus mendapatkan informasi dan pendampingan agar tidak kesulitan dalam proses
pengajuan,” ujarnya.
Mad Hasnurin mengingatkan agar dana KUR
dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti peremajaan tanaman kopi,
pembelian pupuk, peningkatan kualitas hasil panen, hingga pengembangan produk
olahan kopi.
Dalam kegiatan tersebut, diserahkan KUR melalui
BRI sebesar Rp100 juta kepada Ucok Munandar dan Rp75 juta kepada Hermi. Sementara
melalui Bank Lampung SBU Liwa, disalurkan Rp90 juta kepada Dewi Asih dan Rp50
juta kepada Megawati.
Menurutnya, Lampung Barat memiliki potensi kopi
yang besar. Karena itu, petani diharapkan tidak hanya menghasilkan bahan baku,
tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi.
“Kita ingin KUR menjadi penggerak ekonomi
masyarakat. Dengan akses modal yang lebih mudah dan pemanfaatan yang tepat,
petani kopi bisa berkembang, usahanya semakin kuat, dan kesejahteraannya
meningkat,” tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Manager Senior
Kantor OJK Provinsi Lampung Novandi Syafriansyah, pimpinan BUMN/BUMD,
Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, serta sejumlah petani kopi.
[MFH/Diskominfo]











