- Pemkab dan DPRD Pesawaran Sepakati KUA-PPAS 2027, Prioritaskan Infrastruktur Produktif
- DPRD dan Pemkab Lampung Timur Sepakati Raperda APBD Tahun Anggaran 2027
- MTQ ke-53 Provinsi Lampung Resmi Ditutup, Kota Metro Raih Peringkat Keempat
- Buka Diksar KOKAM, Wakil Wali Kota Dorong Kader Peduli Kemanusiaan
- Perkuat Sinergi Pemilu 2029, Bawaslu Audiensi ke Pemkot Metro
- Bupati Parosil: Pendidikan Harus Memanusiakan dan Berakar Pada Budaya
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pekon Marang Resmi Dimulai
- MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Sukses di Gelar, Lamsel Raih Peringkat ke-3
- Tanggamus Juara Umum MTQ Lampung 2026, Bupati Saleh Asnawi Terima Piala Bergilir
- Dibackup Polres Tanggamus, Polsek Kota Agung Tangkap Residivis Curanmor
Buka Liga Santri PCNU Cup 2026, Bupati: Santri Bukan Hanya Ngaji, Membangun Itu Soal Hati

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat
Parosil Mabsus membuka Turnamen Futsal Santri PCNU Lampung Barat CUP 2026 di
Lapangan YPI Roudlotus Sholihin, Gunung Terang, Kecamatan Air Hitam, Kamis
(29/10).
Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati
Hari Santri tersebut diikuti 63 tim yang berasal dari seluruh pondok pesantren
dan yayasan se-Lampung Barat.
Ketua Pelaksana, Santoni mengatakan, turnamen
ini sengaja digelar bukan hanya sebagai kompetisi olahraga, melainkan sebagai
wadah silaturahmi seluruh pesantren.
Baca Lainnya :
- Audiensi dengan Kanwil DJPB Lampung, Bupati Dorong Hilirisasi Kopi dan Peningkatan DAU-DAK0
- Pemkab Lampung Barat Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke 98 0
- Wabup Serahkan Bantuan Rp25 Juta untuk Korban Kebakaran di Pekon Balak0
- Wabup Tekankan Pengawasan BBM dan Pemberantasan Narkoba0
- Bupati Dampingi Reses Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Kotaku di Pajar Bulan0
“Tujuannya sebagai ajang silaturahmi seluruh
pesantren yang ada di Lampung Barat,” kata Santoni.
Bupati Lampung Barat menegaskan, kehadirannya
adalah bentuk komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat,
khususnya di kalangan santri.
“Mudah-mudahan kehadiran saya akan memberikan
semangat untuk anak-anak dan panitia khususnya. Karena hadirnya pemerintah
kalau ada kegiatan itu pasti panitianya senang. Paling tidak akan menjadi
motivasi,” ujar Parosil.
Menurutnya, yang paling penting adalah
pemerintah harus hadir dan menjawab kehadiran di tengah masyarakat.
“Apa yang dilakukan teman-teman santri dan
pondok pesantren hari ini merupakan harapan pemerintah daerah,” kata dia.
Parosil menyampaikan pesan yang cukup tajam
tentang makna pembangunan. Ia menyebut membangun tidak hanya soal memperbaiki
jalan.
“Membangun itu bukan hanya memperbaiki jalan,
tetapi membangun itu adalah hati dan diri kita. Kalau hati kita, pikiran kita
jelek, susah juga, cuman adanya praduga-praduga saja,” tegasnya.
Ia menilai olahraga seperti futsal menjadi
media untuk membangun karakter tersebut, terutama sportivitas. Namun,
sportivitas itu tidak hanya dituntut dari pemain, melainkan juga dari panitia
dan wasit.
“Harapan saya, karena ini baru pertama kalinya
dilaksanakan, panitia bisa melaksanakannya dengan baik. Tidak ada kecenderungan
ke tuan rumah, tapi semua diperlakukan dengan sistem dan aturan yang sama,”
katanya.
“Wasit juga harus memperlakukan hal yang
serupa. Termasuk tim, kalau mau menang semuanya pasti ingin menang, tetapi yang
paling utama adalah silaturahmi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Parosil mengatakan turnamen ini
menjadi pembuktian bahwa santri tidak hanya identik dengan mengaji.
“Yang paling penting mempromosikan bahwa santri
itu bukan hanya ngaji, tetapi urusan-urusan sosial, urusan olahraga juga
diberikan perhatian,” ujarnya.
Ia mengaku bangga dengan kesiapan tuan rumah.
Menurutnya, tidak semua pondok siap menjadi tuan rumah kegiatan sebesar ini.
Dengan dibukanya liga Santri PCNU CUP 2026 ini,
Parosil berharap menjadi titik awal penguatan peran santri dalam pembangunan
karakter dan kebersamaan di Lampung Barat. [MFH/Diskominfo]











