- KADIN Lampung Selatan Mantapkan Persiapan Rakerda 2026
- 101 CPNS Pemkab Pringsewu Ikuti Prosesi Pengambilan Sumpah PNS
- Sektor Pertanian Miliki Peran Sangat Strategis Dalam Pembangunan Daerah
- Dibuka Bupati Pringsewu, 32 Tim Ikuti Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2026
- Sekda Rustam Effendi Tekankan Disiplin ASN, Absensi dan Kehadiran Pegawai Dievaluasi
- Jelang Pilkades, Pemkab Lamtim Tekankan Keamanan, Persatuan, dan Netralitas ASN
- Wakil Wali Kota Metro Ajak Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Agen Perubahan
- Pemkot Metro Resmikan Titik Koleksi Buku Digital Berbasis QR Code
- Pak Cik Parosil Wawancarai Calon Organ BUMD, Hasil Seleksi Diumumkan 10 November
- Wabup Mad Hasnurin: Penyaluran KUR Harus Dipermudah, Petani Kopi Jangan Kesulitan Akses Modal
Pemkot Metro Resmikan Titik Koleksi Buku Digital Berbasis QR Code
Perluas Akses Literasi Melalui Program CSR

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro melalui
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) meresmikan fasilitas Titik
Koleksi Buku Digital (E-Book) melalui program Corporate Social Responsibility
(CSR). Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses literasi
sekaligus menghadirkan layanan perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan
teknologi digital yang dilaksanakan di Taman Merdeka Kota Metro, Minggu
(01/11/2026).
Titik Koleksi Buku Digital tersebut dirancang
sebagai sarana pelayanan literasi berbasis teknologi yang memungkinkan
masyarakat mengakses ribuan koleksi buku hanya melalui pemindaian QR Code
menggunakan telepon pintar (smartphone). Kehadiran fasilitas ini menjadi
alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses untuk
berkunjung langsung ke perpustakaan.
Dalam implementasinya, masyarakat dapat mengakses layanan melalui platform
digital yang telah disediakan Dispusarda Kota Metro.
Saat ini, platform tersebut telah memuat
sebanyak 4.200 judul buku dengan total lebih dari 4.300 eksemplar digital yang
dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan dan referensi bacaan.
Baca Lainnya :
- MTQ ke-53 Provinsi Lampung Resmi Ditutup, Kota Metro Raih Peringkat Keempat0
- Buka Diksar KOKAM, Wakil Wali Kota Dorong Kader Peduli Kemanusiaan0
- Perkuat Sinergi Pemilu 2029, Bawaslu Audiensi ke Pemkot Metro0
- Wakil Wali Kota Metro Tekankan Integritas Digital Keamanan Data dan Akurasi Kebijakan0
- Sekda Dorong Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui Evaluasi Sensus Ekonomi 20260
Sistem peminjaman buku digital ini juga telah
dilengkapi mekanisme layanan otomatis dengan waktu peminjaman selama tujuh
hari, setelah itu koleksi yang dipinjam akan dikembalikan secara otomatis ke
dalam sistem sehingga dapat diakses kembali oleh pengguna lainnya.
Inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada
modernisasi layanan perpustakaan, tetapi juga menjadi bentuk transformasi
pelayanan publik yang mengedepankan kemudahan, efisiensi, dan pemerataan akses
informasi. Dengan sistem digital, masyarakat dapat mengakses koleksi bacaan
tanpa harus bergantung pada keberadaan perpustakaan secara fisik.
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam
sambutannya menyampaikan bahwa penyediaan infrastruktur dan fasilitas publik
yang berkualitas merupakan salah satu komitmen utama Pemerintah Kota Metro
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan fasilitas publik tidak
semata-mata berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga merupakan investasi
jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui
penguatan budaya literasi.
Bambang juga menegaskan bahwa kehadiran Titik
Koleksi Buku Digital merupakan langkah konkret untuk mendekatkan sumber
pengetahuan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Melalui pemindaian QR Code menggunakan telepon
pintar, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap beragam koleksi buku digital
secara mudah dan praktis, tanpa dibatasi oleh ruang dan lokasi tertentu,
“terangnya.
Wali Kota juga berharap keberadaan fasilitas
tersebut di kawasan taman kota mampu mengoptimalkan fungsi ruang publik, tidak
hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang produktif
dan inklusif.
Dengan demikian, ruang publik diharapkan dapat
berkembang menjadi lingkungan yang mendorong interaksi positif, memperluas
wawasan, serta menumbuhkan minat dan kegemaran membaca di tengah masyarakat.
Sementara itu, Dispusarda Kota Metro berharap
inovasi ini dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat sekaligus memperluas
jangkauan pelayanan perpustakaan yang diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat
yang belum memiliki kesempatan untuk mengunjungi perpustakaan secara langsung.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan dunia
usaha dalam program CSR, pengembangan Titik Koleksi Buku Digital diharapkan
menjadi bagian dari ekosistem literasi modern yang berkelanjutan.
“Lebih dari sekadar inovasi
teknologi, fasilitas ini menjadi representasi komitmen Pemerintah Kota Metro
dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, berwawasan luas, dan memiliki
budaya membaca yang kuat, “tegasnya. [MFH/Diskominfo]











