- Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung Perkuat Konektivitas Transportasi
- Bupati Hadiri Pawai dan Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
- Sekda Nukman Lepas Karnaval Budaya Islam Sambut Tahun Baru Hijriah di Lampung Barat
- RSUD A Yani Mantapkan Peran sebagai RS Jejaring Pengampu Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
- Ribuan Jamaah Padati Masjid Agung Taqwa Kota Metro, Peringati 1 Muharram 1448 Hijriah
- Wabup Lamtim Tekankan Penguatan Literasi dan Kearsipan pada Apel Bulanan KORPRI
- Bupati Pringsewu Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026
- Pemkab Pringsewu Gelar Muhasabah, Dzikir, dan Doa Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah
- Pemkab Pesibar Perkuat Pengelolaan Fiskal Melalui Rapat Tindak Lanjut Asistensi Kemendagri
- Teguhkan Komitmen, Berikan Yang Terbaik untuk Kabupaten Lampung Utara
RSUD A Yani Mantapkan Peran sebagai RS Jejaring Pengampu Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

METRO, MFH,-- RSUD Ahmad Yani Kota Metro
semakin memantapkan langkahnya sebagai rumah sakit jejaring pengampu layanan
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) tingkat Nasional. Hal tersebut menyusul hasil
kunjungan dan visitasi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia bersama Rumah Sakit Persahabatan Jakarta pada 21–22 Mei 2026.
Berdasarkan hasil penilaian tim visitasi, RSUD
Ahmad Yani dinyatakan layak menjadi rumah sakit jejaring pengampu layanan KIA
secara Nasional. Penilaian tersebut didasarkan pada kelengkapan sarana,
prasarana, dan peralatan kesehatan yang dimiliki rumah sakit, serta keberadaan
dokter subspesialis fetomaternal yang masih tergolong langka di Indonesia.
Selain itu, kesiapan sumber daya manusia
menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. RSUD Ahmad Yani saat ini
didukung oleh dua dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dua dokter
spesialis anestesi. RSUD Ahmad Yani juga memiliki Tim Pelayanan Obstetri
Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) yang siaga selama 24 jam untuk
menangani kondisi darurat ibu hamil, persalinan, dan bayi baru lahir.
Baca Lainnya :
- Ribuan Jamaah Padati Masjid Agung Taqwa Kota Metro, Peringati 1 Muharram 1448 Hijriah0
- 42 ASN Pemkot Metro Masuki Masa Purnabakti, Wali Kota: Pengabdian Tak Berakhir Saat Pensiun0
- Pemkot Metro Mulai Penyiapan Proyek KPBU Alat Penerangan Jalan 0
- Jelang Idul Adha, Pasar Murah Pemkot Metro Diserbu Warga0
- Wali Kota Metro Kukuhkan Forum Kota Sehat 2026–20280
Kesiapan layanan tersebut diperkuat dengan
tenaga bidan dan perawat yang telah mendapatkan pelatihan PONEK, NICU, dan
PICU. Dari sisi fasilitas, rumah sakit telah memiliki bank darah berstandar,
peralatan neonatus yang memadai, ventilator transport, ruang NICU Perina yang
representatif, ruang laktasi, alat Continuous Positive Airway Pressure (CPAP),
USG, serta fasilitas kamar operasi yang terintegrasi dengan Instalasi Gawat
Darurat (IGD), ruang bersalin, dan poli pelayanan.
Tim visitasi juga menilai pelayanan neonatus di
RSUD Ahmad Yani telah berjalan sangat baik dan berpotensi menjadi pusat rujukan
neonatus di wilayah sekitarnya. Sepanjang tahun 2025, tercatat pelayanan
antenatal care sebanyak 37 kasus, pelayanan persalinan sebanyak 201 kasus,
dengan angka kematian maternal sebanyak empat kasus dan kematian neonatal
sebanyak 18 kasus.
Direktur RSUD Ahmad Yani Metro, Dr. Eko Hendro
Saputra, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh
tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Penetapan RSUD Ahmad Yani sebagai rumah sakit
jejaring pengampu layanan Kesehatan Ibu dan Anak merupakan sebuah kepercayaan
sekaligus tanggung jawab besar. Ini menjadi bukti bahwa pelayanan yang kami
bangun telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Meski demikian, Eko menegaskan bahwa status
tersebut bukanlah tujuan akhir yang ingin dicapai rumah sakit. Menurutnya,
tantangan ke depan justru semakin besar dalam menjaga dan meningkatkan mutu
layanan kesehatan.
“Menjadi rumah sakit pengampu layanan ibu dan
anak bukan akhir dari perjalanan kami. Tantangan ke depan jauh lebih berat
untuk terus meningkatkan mutu pelayanan. Apabila rumah sakit tidak mampu
menjaga kualitas layanan, maka akan ditinggalkan masyarakat. Sebaliknya, jika
mutu pelayanan terus ditingkatkan dan dipertahankan, kepercayaan masyarakat
akan semakin kuat,” tegasnya.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang
kompeten, fasilitas yang memadai, serta komitmen peningkatan mutu secara
berkelanjutan, RSUD Ahmad Yani Metro diharapkan mampu menjadi pusat layanan
kesehatan ibu dan anak yang unggul serta memberikan kontribusi nyata dalam
menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Lampung dan wilayah
sekitarnya. [MFH/Diskominfo Kota Metro]











3.jpg)