- Sambang Duka Bhabinkamtibmas Polsek Talang Padang atas Meninggalnya Pengasuh PEMNU
- Peringati HTN, Lampung Perkuat Hilirisasi dan Perluasan Pasar Produk Petani
- Bupati Parosil Lepas 2000 Rider Peserta Adventure Trail Gas Lambar 1
- Lepas Kafilah MTQ Ke-53 Lampung, Wakil Bupati Pesisir Barat Harapkan Prestasi Terbaik
- Polsek Kota Agung Identifikasi Peristiwa Kematian Pedagang Somay
- Polsek Pulau Panggung Bantu Truk Alami Kendala di Tanjakan Leter S
- Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Doakan Kemajuan Lampung
- Gubernur Mirza Perkuat Penanganan Karhutla TNWK
- Pemkab Lampung Timur dan Kemenag Perkuat Sinergi
- Bupati Buka Verifikasi Lapangan Penganugerahan Parahita Ekapraya Lamtim
Peringati HTN, Lampung Perkuat Hilirisasi dan Perluasan Pasar Produk Petani

PRINGSEWU, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi pilar utama pertumbuhan
ekonomi daerah. Peningkatan pendapatan petani kini berdampak langsung pada
penguatan daya beli masyarakat perdesaan serta mengakselerasi agenda hilirisasi
produk pertanian ke pasar internasional.
Hal tersebut disampaikan Gubernur
Rahmat Mirzani Djausal usai menghadiri gelaran Pesta Rakyat Petani dalam rangka
memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Kawasan Gruput
Pringsewu, Kecamatan Gading Rejo, Minggu (25/10/2026).
Gubernur Mirza memaparkan bahwa
mayoritas masyarakat Lampung menggantungkan hidup pada sektor pertanian,
khususnya pada tiga komoditas pokok.
Baca Lainnya :
- Gubernur Lampung Tekankan Pembangunan SDM Harus Diimbangi Penguatan Agama0
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Hari Santri 20260
- Umi Laila Buka Peringati Hari Pangan se-Dunia 20260
- Sambut Hari Santri 2026, Pemkab Gelar Istighotsah di Komplek Makam KH. Ghalib0
- Wakil Bupati Pringsewu Minta Orang Tua Apresiasi Setiap Usaha Anak0
"Di Provinsi Lampung ada tiga
komoditas utama yang banyak sekali petaninya: padi, jagung, dan singkong.
Hampir 60% masyarakat Lampung bergantung dengan tiga komoditas itu," ujar
Gubernur.
Keberpihakan pemerintah dalam
memastikan ketersediaan pupuk terjangkau serta perbaikan harga jual hasil panen
memberikan dampak positif bagi para petani di lapangan.
"Semenjak Pak Prabowo menjadi
presiden, harga pupuk murah dan harga komoditas itu naik semua; padi naik,
jagung naik, singkong naik. Petani-petani di sini alhamdulillah pendapatannya
jadi sangat luar biasa," jelasnya.
Gubernur menambahkan, tren kenaikan
pendapatan petani tersebut secara konkret terkonfirmasi melalui meningkatnya
sejumlah indikator konsumsi di kabupaten-kabupaten berbasis pertanian, mulai
dari kendaraan niaga hingga material bangunan.
"Imbasnya salah satunya adalah
daya konsumtifitas, ya. Kami melihat indikator-indikator konsumsi dari Provinsi
Lampung, yang pertama itu pembelian mobil. Pembelian mobil di
kabupaten-kabupaten pertanian ini meningkat hampir 40% lebih, terutama di mobil
pertanian, mobil light truck, truck dan van. Yang kedua juga penjualan dari
Semen Indonesia melaporkan kepada kami, penjualan semen retail di
kabupaten-kabupaten juga meningkat hampir 20% di tahun ini," ungkap
Gubernur Mirza.
Kondisi tersebut turut mendorong
performa makroekonomi daerah, dimana Lampung kini menempati peringkat kedua
pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera.
"Banyak sekali
indikator-indikator konsumtifitas yang tinggi dan tumbuhnya itu di kabupaten
terutama di kabupaten yang (mengandalkan) pertanian. Terima kasih kepada Pak
Prabowo, terima kasih kepada Mentan atas perhatiannya kepada petani dan dan
karena kebijakan-kebijakan itu ya hari ini Lampung menjadi provinsi dengan
pertumbuhan ekonomi nomor dua tertinggi se-Sumatera. Ini semua karena kebijakan
pertanian, terima kasih," tuturnya.
Menjawab tantangan ke depan,
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mengawal transformasi sektor agraris
melalui program hilirisasi di tingkat desa agar komoditas lokal memiliki daya
saing global.
"Ke depan juga kita akan terus
mendorong pertumbuhannya selain dari pertanian juga menghilirisasi
produk-produk hasil pertanian," tegas Gubernur Mirza.
Sebagai wujud nyata hilirisasi,
Kabupaten Pringsewu siap mencatatkan ekspor perdana tepung mocaf olahan petani
lokal ke pasar Amerika Serikat pada bulan mendatang.
"Contoh seperti kalau tahun
kemarin kita baru buat jualan singkong mentah, tapi sekarang dari desa-desa
sudah mengolah menjadi mocaf. Jadi turunan singkong dijadikan tepung oleh
petani, oleh oleh masyarakat-masyarakat di desa, dan ini diekspor," ungkap
Gubernur.
"Bulan depan Bupati Pringsewu sudah
mengawali pengeksporannya ke Amerika. Ini semua, teman-teman, terjadi karena
kebijakannya Presiden yang tepat menaikkan harga komoditas, menjaga hingga
petani-petani kita semangat untuk melakukan hilirisasi. Terima kasih,"
pungkas Gubernur Lampung.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman
mengungkapkan bahwa sinergi kebijakan sektor pertanian antara pemerintah pusat
dan Pemerintah Provinsi Lampung terbukti membuahkan dampak signifikan terhadap
kesejahteraan petani serta percepatan laju perekonomian daerah.
Mentan menyoroti keberhasilan penanganan
anjloknya harga singkong di Provinsi Lampung. Berkat koordinasi intensif
bersama Pemerintah Provinsi Lampung serta Menko Pangan, Presiden Prabowo
Subianto telah menginstruksikan penyetopan total impor singkong dan etanol.
Kebijakan ini terbukti efektif mengerek harga beli singkong di tingkat petani
yang kini telah menyentuh angka Rp3.000 per kilogram.
"Bayangkan, itulah bentuk
kepedulian Bapak Presiden Prabowo pada petani Indonesia, pada rakyat Indonesia.
Belum ada SK, belum ada Kepmen, belum ada Perpres, Inpres, kami minta stop!
Distop impor dari negara lain. Begitu cintanya Presiden kita pada petani
Indonesia," tegas Amran.
Mentan juga memberikan apresiasi
khusus atas kegigihan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang terus berkomunikasi
secara intensif demi memperjuangkan stabilitas harga komoditas dan ketersediaan
sarana produksi bagi petani Lampung.
"Tapi Pak Gubernur Lampung
luar biasa kepeduliannya terhadap petani Lampung. Luar biasa! Bukan karena di
depannya, dimana pun kami pidato. Di wilayah Lampung pernah kami kunjungan, Pak
Gubernur tidak ada, kami sampaikan Gubernur luar biasa komitmennya pada rakyat
masyarakat Lampung," ucap Mentan.
Selain persoalan komoditas, Mentan
mengumumkan terobosan regulasi yang kini memfasilitasi buruh tani (buruh
tandur) agar berhak menerima bantuan alsintan langsung dari kementerian.
Regulasi baru ini langsung direalisasikan dengan penetapan bantuan traktor
tangan bagi kelompok buruh tandur perempuan di wilayah Pringsewu.
Terkait pupuk bersubsidi,
Mentan memastikan pasokan di tingkat daerah terus diawasi secara ketat.
Pemerintah bahkan telah menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen tanpa
menambah beban APBN, serta menindak tegas oknum yang menyelewengkan hak petani.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











