- Pemkab Pesawaran Jajaki Kerja Sama Replikasi SISGITA Bersama Pemkot Tangsel
- Bupati Ela Siti Nuryamah Hadiri Kerja Sama Replikasi Sistem Peta Pajak dan Pertanahan
- Wakil Wali Kota Metro Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026
- Pemkot Metro Replikasi SISGITA Tangsel untuk Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan
- Bupati Pesisir Barat Tanda Tangani Kerja Sama Nasional di Tangsel
- Dekranasda, PKK dan Posyandu Pesisir Barat Diperkuat, Program akan Makin Terarah
- Polres Tanggamus Sosialisasikan Hilangnya 5 Jurnalis dan 3 Kru kepada Nelayan Pesisir
- Coaching Clinic Manajemen Talenta Digelar, Tanggamus Perkuat Sistem Merit ASN
- Pemprov Lampung Dorong Pengembangan Potensi Desa Berorientasi Ekspor
- Purnama Wulan Sari Mirza Satukan Langkah Dekranasda
Pemprov Dorong Program Perumahan jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung menegaskan komitmen penuh dalam menyukseskan Program Strategis Nasional
(PSN) 3 Juta Rumah yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Komitmen tersebut
diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta akselerasi program
perumahan rakyat yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat memimpin Rapat Koordinasi Pelaksanaan
Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur
Lampung, Senin (21/9/2026).
Rakor ini juga dihadiri langsung
oleh Pimpinan perbankan nasional dan daerah, serta jajaran asosiasi pengembang
perumahan (Apersi, REI, Himperra, Asprumnas, PI, Ikaderi, Aperindo, dan
Apernas).
Baca Lainnya :
- Gubernur Mirza Dorong Transformasi Samsat: Pelayanan Makin Mudah0
- Aktivitas Anak Krakatau Menurun, Status Turun dari Siaga ke Waspada0
- Pemprov Lampung Perkuat Langkah Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat0
- Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Desa0
- Dukung Prestasi Siswa, Kepala Kemenag Bandar Lampung Serahkan Penghargaan OMI 20260
Dalam sambutannya, Gubernur
memaparkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam
merealisasikan target hunian layak bagi masyarakat.
"Intinya, kami Pemda Provinsi
Lampung mendukung penuh dalam mendukung PSN 3 Juta Rumah. Pertemuan ini saya
harapkan menjadi ruang untuk menyatukan target dan langkah konkret kita ke
depan antara pemerintah, BP Tapera, dan juga pengembang dan pemerintah
daerah," ujar Gubernur.
Gubernur mengungkapkan, Provinsi
Lampung mencatatkan kenaikan signifikan pada alokasi program bedah rumah di
tahun 2026 melonjak hingga 450 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang
hanya tercatat sebanyak 2.394 unit.
Gubernur kemudian menginstruksikan
dinas terkait untuk mengawal percepatan verifikasi data penerima bantuan
bersama balai kementerian dan pemerintah kabupaten/kota. Saat ini, sebanyak
9.000 unit tercatat telah terverifikasi dan 3.434 unit sisanya tengah
dirampungkan. Ia menargetkan Provinsi Lampung mampu menjadi salah satu daerah
dengan performa penyaluran program terbaik di tingkat nasional.
Gubernur selanjutnya menekankan
bahwa penyelesaian backlog perumahan tidak dapat bertumpu pada program stimulan
bedah rumah semata. Ekosistem penyediaan perumahan baru, khususnya rumah
bersubsidi, harus bergerak serempak melalui peran aktif pengembang dan
perbankan.
"Tentunya ini harus didorong,
bagaimana teman-teman pengembang ini bisa maju, bisa bagus, bisa menyediakan
rumah-rumah yang layak bagi masyarakat di Provinsi Lampung," lanjutnya.
Untuk itu, Gubernur
menginstruksikan dinas teknis agar berkoordinasi intensif dengan bupati dan
wali kota se-Provinsi Lampung guna memangkas hambatan birokrasi dan mempermudah
penerbitan izin perumahan. Di samping itu, kalangan perbankan diimbau memperluas
akses serta skema pembiayaan MBR yang terjangkau, didukung kesiapan lahan dan
konektivitas infrastruktur yang memadai.
Melalui rapat koordinasi ini,
Pemerintah Provinsi Lampung berharap terbentuk kesepahaman regulasi dan
keterpaduan kerja nyata antara pemerintah, perbankan, dan pengembang guna
mewujudkan hunian yang layak, sehat, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat
Lampung.
Sementara itu, Direktur
Jenderal Perumahan Perdesaan di Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman
(PKP) Rini Dyah Mawarty menjelaskan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan
Swadaya (BSPS) difokuskan untuk mengatasi persoalan kesenjangan kelayakan
hunian (backlog kelayakan), mengubah rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi
rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Mengingat batas waktu penyelesaian ditargetkan
pada Desember mendatang, Rini menekankan pentingnya verifikasi faktual dan
koordinasi aktif antara Pemerintah Daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan
kota.
"Karena kita harus pada bulan
Desember ini kami harus menyelesaikan yang sangat banyak 13.276. Jadi itu perlu
koordinasi yang baik dengan Pemda, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota, kemudian
dengan Pemerintah Provinsi. Usulan dari Pemda perlu ada kami cek di lapangan,
kami verifikasi jadi perlu adanya koordinasi yang baik untuk pengganti, jadi
usulan penggantinya," ucapnya.
Guna memastikan kelancaran
pencairan, Kementerian PKP menggandeng Bank Mandiri sebagai bank penyalur
program BSPS di wilayah Lampung dan meminta percepatan distribusi buku tabungan
penerima bantuan.
Selain penanganan hunian swadaya,
Kementerian PKP juga memfasilitasi penanganan backlog kepemilikan melalui rumah
bersubsidi (FLPP) bekerja sama dengan BP Tapera, perbankan, dan pengembang.
Dirjen turut memperkenalkan fasilitas pendukung berupa Kredit Usaha Rakyat
(KUR) Perumahan serta Kredit Program Perumahan (KPP) berbunga rendah yang dapat
diakses oleh masyarakat pekerja rumahan hingga toko material bangunan.
Secara makroekonomi, program
perumahan ini diproyeksikan memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang
luas bagi perekonomian daerah Lampung, khususnya penciptaan lapangan kerja
padat karya.
"Dianggap satu rumah bisa
menyerap tenaga kerja adalah dua tenaga kerja, jadi tukang. Jadi dikalikan dua
aja sudah 26.000-an jadinya untuk tenaga kerja yang terserap untuk di program
BSPS bedah rumah ini. Apalagi nanti untuk rumah subsidi. Kemudian juga untuk
toko bangunan, ada orang supir yang mengangkut bahan bangunan dan lain-lain,
itu sangat penting sekali maksudnya roda perekonomian apalagi khususnya di
Provinsi Lampung ini dapat berjalan dengan baik," terang Rini.
Sebagai solusi terintegrasi, Deputi
Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera, Wilson Lie Simatupang,
mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan meresmikan
platform satu data perumahan nasional pada pelaksanaan akad massal perumahan
akhir tahun ini.
"Dapat kami sampaikan bahwa
nanti ada rencana akad massal di tanggal 17 Desember 2026, direncanakan di
Jombang di Jawa Timur. Nah, di situ Presiden akan meresmikan satu platform,
platform ekosistem perumahan nasional, satu data perumahan Indonesia, yang
disebut dengan platform rumah.go.id. Ini sedang dibangun dan sedang proses fine
tuning, dan nanti akan ada pilot project. Nah, seperti tadi disampaikan apakah
Provinsi Lampung bisa menjadi pilot project, bisa juga," jelasnya.
Wilson kemudian menjelaskan bahwa
platform ini dirancang dengan pendekatan demand driven (berbasis kebutuhan
pasar riil), sehingga pengembang memiliki kepastian lokasi dalam membebaskan
lahan maupun membangun hunian.
"Nanti akan lengkap di sana
semua informasi bagi semua ekosistem perumahan. Jadi misalnya data demand,
utamanya dari data demand, demand driven. Jadi ketahuan demand-nya ini konsumen
peminatnya rumah FLPP ada di mana, jadi nanti sebarannya jelas. Sehingga
pengembang nanti bisa membangun atau beli tanah di sana dan membangun rumah di
sana. Itu yang menjadi program kita," jelas Wilson.
Tak hanya peta konsumen, portal
rumah.go.id juga akan mengintegrasikan rantai pasok material, informasi kuota
KPR bagi bank penyalur, hingga keterbukaan data riset bagi pemerintah daerah
dan kalangan akademisi.
"Semua data ini akan lengkap,
termasuk nanti informasi kepada material. Jadi nanti akan ketahuan misalnya oh
demand-nya sekian, maka butuh pasokan semen sekian, di mana, butuh material di
mana dan jumlahnya berapa, semua akan ada informasi itu. Dan informasi itu bisa
digunakan dengan baik oleh bank penyalur. Bank-bank penyalur akan tahu
kantong-kantong di mana harusnya menyalurkan KPR, FLPP khususnya," ungkap
Wilson.
"Jadi nanti rumah.go.id itu tidak hanya
untuk subsidi juga, untuk komersial juga, lengkap itu datanya di rumah.go.id.
Semoga ini menjawab kebutuhan sehingga dapat kita laksanakan Program Strategis
Nasional 3 Juta Rumah ini dengan baik," tambahnya lagi. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]
Purnama Wulan Sari Mirza Satukan Langkah
Dekranasda, PKK dan Posyandu untuk Pemberdayaan Masyarakat Lampung
JAKARTA, MFH,-- Ketua Tim Penggerak PKK
Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza mengikuti Rapat Penguatan Tata
Kelola Kelembagaan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tim Penggerak PKK, dan
Tim Pembina Posyandu se-Indonesia bagian barat yang berlangsung di Hotel
Bidakara, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi dan
sinkronisasi dalam memperkuat tata kelola kelembagaan serta sinergi program
Dekranas, Tim Penggerak PKK, dan Tim Pembina Posyandu dalam mendukung
pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ny. Tri Suswati Tito
Karnavian menekankan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan Dekranas, Tim
Penggerak PKK, dan Tim Pembina Posyandu agar setiap unsur dapat menjalankan
perannya secara optimal.
“Kelembagaan yang kuat tentunya membutuhkan
tata kelola yang jelas. Seluruh aspek tersebut perlu dibangun secara sistematis
agar setiap unsur dapat menjalankan perannya secara optimal,” ujar Ny. Tri
Suswati Tito Karnavian.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan tata kelola
ketiga lembaga tersebut menjadi hal yang penting. Meski memiliki tugas dan
karakteristik yang berbeda, ketiganya memiliki keterkaitan yang kuat dalam
upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan.
“Walaupun memiliki tugas dan karakteristik yang
berbeda, ketiganya memiliki titik temu yang sangat kuat, yaitu dalam upaya
pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, penguatan kelembagaan juga
dibutuhkan agar berbagai program, khususnya pengembangan kerajinan, dapat
direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terarah, terkoordinasi, dan
berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung,
Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk
memperkuat sinergitas antara Dekranasda, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu,
khususnya dalam menyelaraskan program kerja dari tingkat pusat hingga daerah.
“Hari ini diharapkan untuk sinergitas dari tiga
lembaga ini, bagaimana PKK, Posyandu dan Dekranasda dapat mensinkronisasikan
program-program kerja,” Wulan Mirza.
Ia menjelaskan, program-program dari tingkat
pusat nantinya akan diselaraskan dengan pelaksanaan di tingkat provinsi hingga
daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Program-program kerja dari pusat akan kami
bawa ke provinsi dan juga nanti akan ke daerah,” katanya.
Wulan Mirza berharap, sinergi dan kolaborasi
ketiga lembaga tersebut dapat menghasilkan program kerja yang selaras dengan
kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan di Provinsi Lampung.
“Mudah-mudahan kolaborasi kerja sama ini akan
menghasilkan apa-apa yang harus kita laksanakan ke depan untuk Provinsi Lampung
kita tercinta,” ujarnya.
Melalui rapat penguatan tata kelola tersebut,
sinergi antara Dekranasda, TP PKK, dan Tim Pembina Posyandu diharapkan semakin
kuat, baik dalam koordinasi kelembagaan maupun pelaksanaan program pemberdayaan
masyarakat di daerah. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)