- Pemkab Pesawaran Jajaki Kerja Sama Replikasi SISGITA Bersama Pemkot Tangsel
- Bupati Ela Siti Nuryamah Hadiri Kerja Sama Replikasi Sistem Peta Pajak dan Pertanahan
- Wakil Wali Kota Metro Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026
- Pemkot Metro Replikasi SISGITA Tangsel untuk Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan
- Bupati Pesisir Barat Tanda Tangani Kerja Sama Nasional di Tangsel
- Dekranasda, PKK dan Posyandu Pesisir Barat Diperkuat, Program akan Makin Terarah
- Polres Tanggamus Sosialisasikan Hilangnya 5 Jurnalis dan 3 Kru kepada Nelayan Pesisir
- Coaching Clinic Manajemen Talenta Digelar, Tanggamus Perkuat Sistem Merit ASN
- Pemprov Lampung Dorong Pengembangan Potensi Desa Berorientasi Ekspor
- Purnama Wulan Sari Mirza Satukan Langkah Dekranasda
Gubernur Mirza Dorong Transformasi Samsat: Pelayanan Makin Mudah

BANDAR LAMPUNG, MFH, -- Masyarakat menjadi
fokus utama Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong transformasi pelayanan
Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Pelayanan yang lebih mudah,
cepat, ramah, transparan, dan memberikan kepastian diharapkan membuat
masyarakat semakin nyaman memenuhi kewajiban pajak kendaraan sekaligus
memperkuat dukungan terhadap pembangunan daerah.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Lampung,
Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Samsat
Provinsi Lampung Tahun 2026 di Ballroom Hotel Novotel, Selasa (22/9/2026).
Rakorda Samsat Provinsi Lampung Tahun 2026
mengusung tema 'Sinergi Kolaboratif untuk Transformasi Layanan Kesamsatan yang
Berkelanjutan dan Peningkatan Kepatuhan'.
Baca Lainnya :
- Aktivitas Anak Krakatau Menurun, Status Turun dari Siaga ke Waspada0
- Pemprov Lampung Perkuat Langkah Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat0
- Pemprov Lampung Dorong BUMDes Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Desa0
- Dukung Prestasi Siswa, Kepala Kemenag Bandar Lampung Serahkan Penghargaan OMI 20260
- Kemenag Bandar Lampung Dukung GAPMA 2026, Pramuka jadi Wadah Pembentukan Karakter0
Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan Samsat sebagai
bagian dari upaya membangun kembali dan memperkuat kepercayaan masyarakat
terhadap pemerintah.
Menurut Gubernur, pelayanan publik menjadi
salah satu aspek yang sangat menentukan persepsi masyarakat terhadap kinerja
pemerintah. Hal tersebut menjadi semakin penting karena Samsat memiliki titik
layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam jumlah besar setiap
harinya.
Ia menjelaskan, dengan rata-rata sekitar 5.000
masyarakat yang dilayani setiap hari, setiap titik pelayanan Samsat memiliki
peran strategis dalam membentuk pengalaman masyarakat ketika berinteraksi
dengan pemerintah.
Gubernur menyebutkan bahwa pengalaman
masyarakat dalam menerima pelayanan akan turut memengaruhi persepsi yang
berkembang di lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu, pelayanan yang
diberikan oleh petugas Samsat harus dilakukan secara profesional, ramah, mudah,
dan memberikan kepastian.
"5.000 itu puas, dia akan cerita puas.
5.000 tidak puas, dia akan cerita tidak puas. Sampai akhirnya terbentuk
persepsi pelayanan publik," katanya.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa
peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak harus diawali dengan
pembenahan kualitas pelayanan pemerintah.
"Kalau kita nggak bicara ke kepatuhan
orang bayar pajak, kita bicara diri kita dulu. Salah kita. Bukan salah masyarakat,"
ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu terlebih dahulu
memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik, mudah, dan transparan
sebelum mengharapkan peningkatan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan.
Gubernur juga menempatkan peningkatan kualitas
pemerintahan dan pelayanan publik sebagai bagian penting dari agenda perbaikan
Pemerintah Provinsi Lampung.
"Pemerintahan, saya sendiri, kepemimpinan
saya sendiri, pelayanan publik saya sendiri harus saya perbaiki. Fokus bantu
saya teman-teman sekalian," kata Gubernur.
Ia menegaskan bahwa aparatur pemerintah pada
hakikatnya merupakan pelayan masyarakat. Oleh karena itu, budaya melayani harus
menjadi bagian dari keseharian aparatur dalam menjalankan tugas.
"Abdi negara itu pelayan negara, negara
tugasnya melayani masyarakat, ya kita pelayan. Bukan disuruh nerima duit, tapi
disuruh melayani," tegasnya.
Gubernur juga mengaitkan kualitas pelayanan
dengan pembangunan ekosistem ekonomi di daerah. Menurutnya, apabila budaya
pelayanan telah terbentuk dengan baik, maka berbagai sektor, termasuk
pariwisata, UMKM, dan perhotelan, dapat ikut berkembang.
"Kalau kita sudah punya budaya melayani,
maka pekerjaan ekosistemnya akan jalan sendiri. Karena pekerjaan kita memang
berkaitan dengan pelayanan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut
menekankan pentingnya optimalisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB)
bagi pembangunan Provinsi Lampung.
Ia menjelaskan, sebagai provinsi yang memiliki
karakteristik ekonomi pertanian dan jaringan jalan yang luas, Lampung
membutuhkan dukungan pendapatan yang memadai untuk membiayai pembangunan dan
pemeliharaan infrastruktur, khususnya jalan.
"Provinsi Lampung ini pendapatannya, kita
bukan provinsi yang PAD-nya itu dari tambang. Kita adalah provinsi pertanian
yang tidak ada pajak apa pun yang kita bisa dapat dari pertanian itu. Secara
kita hanya didukung dengan pajak kendaraan bermotor," ungkapnya.
Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Lampung
memiliki sekitar 1.700 kilometer jalan provinsi yang membutuhkan dukungan
anggaran untuk penanganan dan pemeliharaannya. Ia menyebut kebutuhan anggaran
untuk perbaikan jalan mencapai sekitar Rp43 triliun, sementara kemampuan
anggaran pemerintah kabupaten/kota secara keseluruhan jauh lebih terbatas.
Karena itu, optimalisasi penerimaan pajak
menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemampuan pemerintah
membiayai pembangunan.
"Jadi teman-teman Samsat, Bapenda, kalau
malas, kalau nggak mau kerja, korbannya rakyat banyak Bapak Ibu sekalian,"
tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa kondisi
infrastruktur yang belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat dapat menjadi
sumber ketidakpuasan apabila tidak diimbangi dengan komunikasi dan pelayanan
pemerintah yang baik.
"Strateginya ya balikkan rasa percaya,
pelayanan yang baik, jelaskan secara baik kepada masyarakat," ujarnya.
Untuk itu, Gubernur mendorong Samsat dan Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung untuk tidak bekerja secara
eksklusif, tetapi memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk
pemerintah desa, kepolisian, Jasa Raharja, serta pemangku kepentingan lainnya.
Ia juga mendorong penguatan inovasi,
penyederhanaan birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan, evaluasi secara
berkala, serta percepatan digitalisasi layanan.
Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Polda
Lampung dan Jasa Raharja yang selama ini turut mendukung berbagai inovasi dalam
pelayanan Samsat.
"Ke depan pelayanan di 2027, kalau kita
nggak dorong tingkatan pendapatan ya agak susah. Tingkatkan pelayanan,
tingkatkan kualitas, evaluasi, sederhanakan birokrasi, dan digitalisasi,"
tegasnya.
Diakhir, Gubernur menegaskan bahwa penerimaan
dari PKB dan penerimaan terkait kendaraan bermotor memiliki peran penting dalam
mendukung pembangunan daerah.
"PKB dan STNK adalah pendapatan utama
Provinsi Lampung, dan di pembangunan kita itu adalah PKB dan STNK. Kita harus
melayani masyarakat, kesehatan harus dilayani, pendidikan harus dilayani, jalan
harus dilayani, dan dilayani itu harus dengan anggaran. Anggaran itu dengan
bayar pajak. Pajak dengan pelayanan dan kemudahan," pungkasnya.
Sementara itu, Tim Pembina Samsat Tingkat
Provinsi Lampung sekaligus Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan
bahwa Rakorda Samsat Tahun 2026 tidak semata-mata menjadi forum administratif
dan evaluasi rutin, tetapi juga menjadi forum strategis untuk menyatukan
perspektif seluruh unsur Samsat di Provinsi Lampung.
"Rakorda pada hari ini kami tempatkan
bukan semata-mata sebagai forum administratif dan evaluasi rutin, tetapi
sebagai strategic forum dari Tim Pembina Samsat Provinsi Lampung untuk
menyatukan perspektif, mengevaluasi capaian dan tantangan, serta merumuskan
langkah kolaboratif dalam pembangunan pelayanan Samsat yang semakin
profesional," ujar Saipul.
Ia berharap Rakorda
tersebut menghasilkan kesamaan langkah dalam memperkuat kualitas pelayanan
kepada masyarakat, meningkatkan kepatuhan masyarakat secara berkelanjutan dalam
memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor, serta mengoptimalkan potensi
penerimaan PKB, BBNKB, Opsen PKB, Opsen BBNKB, SWDKLLJ, dan PNBP melalui
sinergi dan kolaborasi seluruh unsur Samsat di Provinsi Lampung. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]










3.jpg)