- Wabup Umi Laila Hadiri Halal Bihalal dan Dialog Interaktif PCNU
- Bupati Pimpin Upacara HUT ke-27 Lampung Timur
- Plt. Bupati Hadiri Malam Penganugerahan Jaga Desa Award 2026 di Jakarta
- Wakil Bupati Buka Muscab IDI Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Lampung Barat Hadiri ABPEDNAS Jaga Desa Award 2026
- Wabup Mad Hasnurin Apresiasi 80 Tahun Pengabdian dan Peran Muslimat NU
- Sinergi Membangun Negeri, Wakil Bupati Irawan Topani Hadiri Halal Bihalal PMPBKL di Bekasi
- Pemkab Tanggamus Tuntaskan Perbaikan Jalan Pasar Talang Padang
- Gubernur Mirza Tekankan Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- PKU Akbar jadi Momentum Penguatan Daya Saing UMKM Lampung
Gubernur Mirza Tekankan Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal membuka kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU)
Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung di Gedung
Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh
gubernur di hadapan 220 peserta pelaku UMKM serta sejumlah pejabat, di
antaranya Direktur Bisnis PNM Kindaris, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Lampung
yang diwakili oleh Deputi Direktur Pengawasan PEPK, LMS, Ibu Eti Eliyati,
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar
Jationo, EVP Pengembangan Bisnis dan Jasa Manajemen PT PNM, Razak Manan Ahmad
dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung, Evie Fatmawati.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan
bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung
perekonomian daerah. Ia menyebut kontribusi UMKM sangat besar terhadap
perputaran ekonomi di Lampung.
Baca Lainnya :
- PKU Akbar jadi Momentum Penguatan Daya Saing UMKM Lampung0
- Pemprov Lampung Perkuat Langkah Nyata Jaga Stabilitas Harga Pangan0
- Semangat Hari Kartini 2026, Pemprov Lampung Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan0
- Pemprov Lampung–Kodam XXI/Raden Intan Tingkatkan Kapasitas Bersama di Bidang Komunikasi Publik0
- Lampung Siapkan Atlet Domino ke Nasional Lewat Kejurprov ORADO 20260
"Sebanyak 51 persen uang yang beredar di
Provinsi Lampung ini didukung oleh pergerakan ekonomi UMKM. Ada sekitar 498.000
pelaku UMKM yang selama ini menggerakkan ekonomi daerah," ujar Gubernur.
Gubernur juga menjelaskan, struktur ekonomi
Lampung saat ini ditopang oleh sektor pertanian dengan kontribusi sekitar 28
persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai Rp520
triliun. Komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong menjadi penopang
utama.
Menurut Gubernur, stabilitas harga komoditas
sepanjang 2025 turut mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung hingga berada di
atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya daya beli
masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
"Ketika harga komoditas terjaga,
pendapatan masyarakat meningkat dan konsumsi ikut naik. Ini menjadi peluang
besar bagi UMKM untuk berkembang lebih cepat," katanya.
Meski demikian, Gubernur mengakui masih banyak
tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan manajerial, akses
pemasaran, hingga daya saing produk. Ia menilai sebagian besar UMKM masih
bergerak secara mandiri tanpa dukungan ekosistem yang memadai.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung
mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) UMKM melalui pelatihan,
termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
"Teknologi harus kita gunakan untuk
menutup kekurangan, mulai dari manajemen keuangan, pemasaran, hingga
peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing," ujar Gubernur.
Ia juga menyoroti potensi besar sektor
pariwisata yang dapat menjadi pasar bagi produk UMKM. Pada 2025, jumlah
wisatawan ke Lampung mencapai sekitar 25 juta orang dengan total perputaran
uang diperkirakan mencapai Rp50 triliun.
"Jangan sampai belanja wisatawan justru
didominasi produk luar. Kita ingin produk UMKM lokal menjadi pilihan
utama," katanya.
Sementara itu, Direktur Bisnis PNM Kindaris
mengatakan kegiatan PKU Akbar mengusung tema "AI untuk UMKM, Lebih Efisien
dan Lebih Untung" sebagai upaya mendorong pelaku usaha beradaptasi dengan
era digital.
Menurut Kindaris, PNM tidak hanya menyediakan
pembiayaan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan melalui tiga pilar utama,
yakni modal finansial, intelektual, dan sosial.
"Selama lima tahun terakhir, PNM telah
menyalurkan pembiayaan sebesar Rp346 triliun kepada lebih dari 22 juta nasabah
di seluruh Indonesia," ucap Kindaris.
Khusus di Lampung, PNM mencatat memiliki
466.000 nasabah aktif dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp17,8
triliun dalam lima tahun terakhir. Pada 2026, PNM menargetkan penyaluran
pembiayaan sebesar Rp3 triliun serta pelaksanaan 1.796 kegiatan pelatihan untuk
71.000 nasabah.
Kindaris menilai pemanfaatan AI dapat membantu
pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara lebih efisien, mulai dari pencatatan
keuangan hingga strategi pemasaran.
"Dengan teknologi, UMKM bisa meningkatkan
produktivitas, memahami pasar, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan secara
berkelanjutan," ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi
Lampung bersama PNM berharap tercipta UMKM yang lebih adaptif, inovatif, dan
berdaya saing tinggi. Penguatan kapasitas tersebut diyakini mampu meningkatkan
nilai tambah komoditas lokal, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan
ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]










3.jpg)