- Wabup Agus Suranto Tekankan Merit Sistem, 9 Pejabat Tanggamus Resmi Dilantik
- Babinsa Koramil 421-08 Palas Gelar Komsos, Tanamkan Kedisiplinan Belajar ke Siswa
- Pelari Polda Lampung Torehkan Prestasi pada Ajang Kemala Run di Bali
- Pemprov Lampung Perkuat Langkah Nyata Jaga Stabilitas Harga Pangan
- Semangat Hari Kartini 2026, Pemprov Lampung Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan
- Korban Tenggelam di Batu Tegi Ditemukan Meninggal Dunia
- Pemprov Lampung–Kodam XXI/Raden Intan Tingkatkan Kapasitas Bersama di Bidang Komunikasi Publik
- Sekjen Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw Hadiri Silaturahmi ASN dan Kepala Daerah Asal Lampung
- Kapolda Pimpin Ratusan Personel dan Bhayangkari Polda Lampung Ikuti Kemala Run 2026
- Mertua Tewas Dibacok Menantu di Jati Agung, Pelaku Serahkan Diri Usai Lakukan Aksi
Semangat Hari Kartini 2026, Pemprov Lampung Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung menggelar upacara peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dengan penuh
khidmat di Lapangan Korpri, Senin (20/4/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Semangat
Kartini, Inspirasi Lintas Generasi”, sebagai momentum untuk meneguhkan kembali
peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung–Kodam XXI/Raden Intan Tingkatkan Kapasitas Bersama di Bidang Komunikasi Publik0
- Lampung Siapkan Atlet Domino ke Nasional Lewat Kejurprov ORADO 20260
- Sekdaprov Marindo Kurniawan Buka Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I Tahun 20260
- Wagub Jihan Nurlela Terima Kunjungan Organisasi Lingkungan Internasional EDF0
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah HUT REI ke-540
Bertindak sebagai pembina upacara Wakil Ketua
III DPRD Provinsi Lampung, Maulidah Zauroh, M.A.Pd. Sementara itu, Ketua TP PKK
Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, membacakan sejarah perjuangan Raden
Ajeng Kartini yang menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia hingga saat ini.
Dalam amanat Gubernur Lampung yang disampaikan
oleh pembina upacara Maulidah Zauroh, bahwa setiap tanggal 21 April bangsa
Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan
besar Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan, khususnya
di bidang pendidikan dan kesetaraan hak.
“Semangat dan pemikiran beliau telah membuka
jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh hak yang setara dalam
pendidikan, kehidupan sosial, serta pembangunan bangsa,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut amanat
tersebut, terus berkomitmen mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai
program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,
perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan peran perempuan dalam
pembangunan daerah.
Komitmen itu juga tercermin dari meningkatnya
keterwakilan perempuan di lingkungan birokrasi Pemerintah Provinsi Lampung.
Dari total 48 pejabat eselon II, sebanyak 14 jabatan diisi oleh perempuan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perempuan
Lampung memiliki kapasitas, kompetensi, dan daya saing tinggi dalam memimpin
serta mengambil peran strategis di pemerintahan.
Melalui peringatan Hari Kartini 2026, Pemerintah
Provinsi Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat
pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan pelatihan berkualitas, mendorong
partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi melalui UMKM dan kewirausahaan,
memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak dari segala bentuk
kekerasan, serta membangun budaya yang menjunjung tinggi kesetaraan dan
keadilan gender.
“Kesetaraan gender bukan hanya tanggung jawab
perempuan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Perempuan Lampung adalah Kartini
modern yang memiliki potensi besar menjadi penggerak perubahan menuju Lampung
Maju,” lanjutnya.
Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi pengingat
bahwa semangat Kartini harus terus hidup dalam setiap langkah perempuan
Indonesia untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi
masyarakat.
" Selamat Hari Kartini 2026. Teruslah
menjadi perempuan yang tangguh, mandiri, dan menginspirasi." pungkasnya.
Dalam rangkaian upacara, Purnama Wulan Sari
Mirza menyampaikan bahwa Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada
21 April 1879 dari keluarga priyayi. Sejak kecil, Kartini telah merasakan
pentingnya pendidikan, meskipun pada masa itu perempuan belum memiliki akses
yang setara untuk menempuh pendidikan formal.
Saat berusia 12 tahun, Kartini harus menjalani
tradisi pingitan. Namun keterbatasan tersebut tidak menghentikan semangat
belajarnya. Ia aktif menulis surat kepada sahabat-sahabatnya di Belanda
mengenai pandangannya tentang pendidikan, kebebasan perempuan, dan kesetaraan.
Kumpulan surat tersebut kemudian dibukukan
dalam karya monumental berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Kartini meyakini
bahwa pendidikan merupakan pintu kemajuan perempuan.
"Pemikiran dan perjuangannya menjadi
simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, sekaligus tonggak penting lahirnya
kesadaran akan hak perempuan Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak,
berpikir mandiri, serta memiliki kesempatan yang setara," tutup Purnama
Wulan Sari Mirza. (Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung).










3.jpg)