- Wabup Agus Suranto Buka MUSDA APPSI Tanggamus 2026
- BPS Ungkap Capaian Positif, Lampung: Kemiskinan Turun Inflasi Terkendali, Ekonomi Terus Tumbuh
- BPS: 35,5 Ribu Tenaga Kerja Terserap, TPT Lampung Mei 2026 Sebesar 3,97 Persen
- Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Pemprov Terus Perkuat Pasokan dan Distribusi Pangan
- Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula
- SMPN 2 Pringsewu Dapat Bantuan Perpustakaan Digital
- Pemkab Lampung Timur Matangkan Persiapan HUT ke-81 RI
- PMI Lampung Timur Hadiri Rakernis UDD Regional I di Padang
- Pemkab Lamteng Perkuat Komitmen Gelar Workshop Tenaga Kesehatan
- Pemkab dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan
BPS: 35,5 Ribu Tenaga Kerja Terserap, TPT Lampung Mei 2026 Sebesar 3,97 Persen

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pasar kerja Provinsi
Lampung menunjukkan perkembangan positif pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik
(BPS) Provinsi Lampung mencatat sekitar 35,5 ribu penduduk berhasil terserap ke
dalam lapangan pekerjaan.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi
Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Rabu
(5/8/2026).
Penduduk usia kerja Lampung pada Mei 2026
mencapai sekitar 7,27 juta orang, meningkat sekitar 24,46 ribu orang
dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Pemprov Terus Perkuat Pasokan dan Distribusi Pangan0
- Pemprov Lampung Berhasil Kendalikan Inflasi0
- Retret Sekda Se-Lampung Perkuat Integritas, Kepemimpinan, dan Sinergi Birokrasi0
- Pemprov Perkuat Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Dukung SDM Unggul dan Masyarakat Sehat0
- Tanpa APBD, Lampung-1 Siap Diluncurkan untuk Dukung Pembangunan Berbasis Data0
Sementara jumlah angkatan kerja mencapai
sekitar 5,15 juta orang, bertambah sekitar 37,63 ribu orang. Jumlah penduduk
yang bekerja juga meningkat sekitar 35,5 ribu orang menjadi sekitar 4,95 juta
orang.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
Lampung pada Mei 2026 mencapai 70,93 persen. Artinya, sekitar 71 dari setiap
100 penduduk usia kerja aktif dalam pasar tenaga kerja.
Namun, BPS juga mencatat Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) mengalami kenaikan tipis menjadi 3,97 persen, dibandingkan 3,95
persen pada periode sebelumnya.
Berdasarkan jenis kelamin, TPT perempuan
mencapai 4,19 persen, sedangkan laki-laki sebesar 3,84 persen. Sementara
berdasarkan wilayah, TPT perkotaan mencapai 6,15 persen, lebih tinggi
dibandingkan pedesaan yang sebesar 2,54 persen.
Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih
menjadi sektor terbesar dalam penyerapan tenaga kerja Lampung dengan porsi
sekitar 44,04 persen.
Selanjutnya adalah sektor Perdagangan Besar dan
Eceran serta Industri Pengolahan.
Dalam periode tersebut, penyerapan tenaga kerja
bertambah sekitar 15,94 ribu orang di sektor pertanian, 8,18 ribu orang di
industri, dan 4,74 ribu orang di perdagangan.
BPS juga mencatat sekitar 91,54 persen penduduk
bekerja masih berpendidikan SMA sederajat ke bawah, sedangkan pekerja berpendidikan
tinggi sekitar 8,46 persen.
Di sisi lain, proporsi pekerja formal sekitar
30,18 persen, sehingga pekerja informal masih mendominasi. Tingkat pekerja
penuh juga mengalami penurunan, sementara setengah pengangguran mencapai
sekitar 9,55 persen.
Penambahan jumlah tenaga kerja terserap
merupakan sinyal positif bagi masyarakat karena menunjukkan semakin banyak
penduduk memperoleh pekerjaan dan sumber pendapatan.
Namun, tantangan Lampung bukan hanya
menciptakan pekerjaan, melainkan memastikan pekerjaan tersebut produktif,
layak, berpendapatan memadai, dan memberikan perlindungan bagi pekerja.
Karena itu, peningkatan keterampilan,
pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi, penguatan industri, serta
pengembangan UMKM menjadi penting untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja
Lampung. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat diterjemahkan menjadi lapangan
pekerjaan berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)