- Ketua TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS dan Luncurkan Sekolah Lansia di Kampung Rukti Endah
- Pemprov Lampung Berhasil Kendalikan Inflasi
- Panen Perdana Bawang Putih Grade A, Bupati Tanggamus Siapkan Perluasan Lahan
- Polsek Talang Padang dan Inafis Polres Tanggamus Identifikasi dan Evakuasi Mayat di Siring Jalan
- Diskominfo Lampung Timur Perkuat Peran KIM
- Lamteng Raih Penghargaan Kinerja PTSP dan PPB, Plt. Bupati Sampaikan Apresiasi
- Lamteng Siap Sambut Pencanangan Desa TAPIS oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung
- Pemkab Lampung Utara Berangkatkan Delapan Siswa Sekolah Rakyat
- Bupati Pesisir Barat Tinjau Lokasi Kebakaran di Pekon Sukamarga
- Anggota DPR RI Sambangi Pesibar, Bupati Dedi Irawan Ajukan Tiga Proyek Infrastruktur Strategis
Pemprov Perkuat Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Dukung SDM Unggul dan Masyarakat Sehat

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus berupaya dalam mewujudkan pembangunan permukiman yang sehat, layak,
dan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia
(SDM).
Melalui pembangunan rumah layak huni yang
terintegrasi dengan layanan dasar, pemerintah berharap mampu meningkatkan
derajat kesehatan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung,
Rahmat Mirzani Djausal melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli
Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, pada Apel Gabungan
di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Komplek
Kantor Gubernur Lampung, Senin (3/8/2026).
Baca Lainnya :
- Tanpa APBD, Lampung-1 Siap Diluncurkan untuk Dukung Pembangunan Berbasis Data0
- Pengurus Baru Masjid Al Amal Mulai Bergerak, Erwinto: Jangan Berhenti karena Pembangunan0
- Gubernur Mirza Ajak IAI Darul Fattah Cetak SDM Adaptif Berlandaskan Nilai Agama0
- Purnama Wulan Sari Mirza Buka SiSeSa Roadshow Lampung 20260
- Gubernur Ajak HKTI Lampung Perkuat Hilirisasi Pertanian untuk Kesejahteraan Petani0
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa
pembangunan rumah layak huni tidak sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi
juga merupakan investasi jangka panjang di bidang kesehatan masyarakat yang
akan berdampak pada peningkatan kualitas SDM.
Menurutnya, sejalan dengan arah kebijakan
pembangunan nasional yang menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas utama,
pembangunan permukiman memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program
kesehatan, seperti percepatan penurunan angka stunting, eliminasi tuberkulosis
(TBC), hingga pengendalian malaria.
"Pemerintah Provinsi Lampung
memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pembangunan permukiman berjalan
secara terpadu. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah rumah
yang dibangun, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang
menempatinya," ucapnya.
Untuk mewujudkan permukiman yang sehat,
Gubernur menekankan perlunya integrasi enam aspek utama dalam setiap program
pembangunan perumahan, yakni penyediaan akses air minum yang aman, sanitasi
layak bagi seluruh masyarakat, pengelolaan air limbah domestik yang baik,
pengelolaan persampahan berkelanjutan, pengurangan kawasan kumuh, serta
peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Keenam aspek tersebut dinilai saling berkaitan
dan menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat, nyaman,
serta berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terpadu, pembangunan perumahan
diharapkan tidak hanya menghadirkan hunian yang layak, tetapi juga mampu
meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat secara
menyeluruh.
Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi
lintas perangkat daerah agar seluruh program dapat berjalan secara efektif.
Dalam pembagian peran tersebut, Bappeda bertugas memastikan perencanaan
pembangunan berjalan terpadu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
meningkatkan kualitas rumah dan kawasan permukiman beserta infrastruktur
dasarnya, Dinas Kesehatan memperkuat pelayanan kesehatan promotif dan
preventif, Dinas Lingkungan Hidup mengoptimalkan pengelolaan persampahan serta
kualitas lingkungan, sementara pemerintah kabupaten/kota menjadi ujung tombak
pelaksanaan dan pengawasan program di lapangan.
Di akhir sambutannya,
Gubernur mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk meninggalkan pola
kerja sektoral dan mengedepankan kolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik
kepada masyarakat. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)