- 1.088 KPM di Pasar Sukadana Terima Bantuan Pangan Beras Alokasi Juli–September
- HUT ke-54, RSUD Ahmad Yani Kota Metro Perkuat Komitmen Mutu Pelayanan dan Pendidikan
- Ribuan Peserta Ikuti KONI Fun Run HUT Lambar, Dua Motor jadi Rebutan Warga
- BKMT Pesisir Barat Terus Rawat Silaturahmi, Pengajian Rutin di Lemong Penuh Pesan Moral
- Zulhas Kunker dan Serahkan Bantuan Pangan di KDKMP Desa Pisang Penengahan
- DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Berwawasan Lingkungan dan Raih Adiwiyata 2026-2030
- Bupati Hadiri Maulid Nabi dan Milad ke-2 Majelis Taklim Al-Mahmudah, Ajak Teladani Akhlak Rasulullah
- GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan
- Hujan Perdana Setelah Kemarau, Bandar Lampung Diselimuti Kesejukan
- Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi hingga Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Bantuan 766 Seragam Gratis Pemkab Lambar Hapus Jurang Kaya Miskin di Sekincau

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Pembagian 766 seragam
gratis oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di SMPN 1 Sekincau, Kamis 10
September 2026, jadi penanda sekolah bukan lagi soal siapa yang mampu dan siapa
yang tidak mampu.
“Ini adalah anugrah bagi kami pak bupati.
Sekarang anak-anak sekolah tidak ada lagi perbedaan antara anak orang kaya dan
si miskin karena mereka sama memiliki seragam yang baru saat masuk sekolah,”
kata Amad Ansori, perwakilan wali murid Sekincau.
Bagi warga Sekincau yang mayoritas bekerja
sebagai petani dan buruh, bantuan ini memotong beban paling nyata di awal tahun
ajaran. Seragam baru, tanpa harus utang atau menunda.
Baca Lainnya :
- Gaji PPPK Paruh Waktu Lambar Naik Oktober 2026, Terendah Rp750 Ribu0
- Bupati Parosil Siap Bawa Kopi Robusta Lampung Barat ke Panggung Nasional0
- Pekon Sukarame Ditargetkan Mandiri dan Produktif Pasca Dicanangkan Desa Tapis0
- 290 Siswa Batu Brak Dapat Seragam Gratis di Tengah Produktivitas Kopi Menurun0
- Program Tiga Setel Seragam Gratis Berhasil Pangkas Beban Orang Tua0
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan,
program seragam gratis dipadukan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari
pemerintah pusat untuk menghapus dua alasan klasik. Anak tidak sekolah karena
malu dan tidak mampu.
“Harapan pak bupati, dengan adanya program
bantuan seragam gratis ini tidak ada lagi alasan anak putus sekolah. Kemudian
kedua, tidak lagi ada alasan anak kok malu berangkat ke sekolah. Kenapa?
Sekarang seragamnya baru, sudah itu di sekolah juga kasih makan,” ujar Parosil.
Bupati Lampung Barat mencontohkan, dulu siswa
berangkat dengan celana sobek ditempel Hansaplast karena tak ada biaya ganti.
Kini negara hadir.
“Kalau dulu sekolah celananya di sini sobek
ditempel Hansaplast. Di sini sobek lagi sebelah sini tempelkan. Sekarang
enak-anakku semua batiknya sudah ada, putih birunya sudah ada, pramukanya sudah
ada. Tinggal tugas bapak ibunya sepatu dan tasnya,” tegasnya.
“Kalau kemarin mungkin malu enggak berangkat
sekolah karena enggak ada uang jajan. Sekarang apalagi yang mau dijajanin.
Sudah ada nasi, sudah ada ayam, sudah ada jeruk. Lengkap di Makan Bergizi
Gratis,” Lanjutnya.
Bupati Lampung Barat meminta sekolah berhenti
menambah beban baru setelah negara memberi seragam.
“Saya sampaikan di hadapan kepala sekolah, para
guru dan para komite agar program ini tepat sasaran, tepat manfaat, tepat mutu
dan bisa meringankan orang tua. Jangan lagi banyak beban-beban yang lain,” kata
Parosil.
Parosil Mabsus menyoroti kebiasaan sekolah
mengumpulkan komite untuk beli kaos olahraga dan atribut.
“Masih ada sekolah ini yang ngumpulkan komite
untuk dana membeli kaos olahraga. Silakan saya tidak melarang. Tapi kalau
menurut pak bupati, biarkanlah bebas mereka memakai baju apa saja,” Ujarnya.
Bagi Parosil, hal sepele itu yang merusak
semangat program. “jangan sampai ada orang tuanya ngomong, enggak ada gunanya
seragam gratis tiga setel dari pak bupati, buktinya kita masih iuran juga beli
baju olahraga. Hal ini jangan sampia terjadi,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo
Lampung Barat]











3.jpg)