- Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Memberikan Data yang Benar
- Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran
- Bupati Dedi Irawan Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Tahun 2026
- ASN Lampung Barat Dibekali Literasi Investasi Saham, Bupati: Legal dan Logis
- HUT ke-35 Lampung Barat, Bupati Minta Jadikan Momentum Bangga dengan Adat Sai Batin
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Rakor TKPKD Provinsi Lampung Tahun 2026
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara HARGANAS ke-33
- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan
- Wagub Jihan Temui Massa Aksi Mahasiswa, Pemprov Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
130 Ketua Koperasi Desa dan Kelurahan Mandiri Produktif (KDKMP) Ikuti Bimtek

KALIANDA, MFH,-- Sebanyak 130 Ketua
Koperasi Desa dan Kelurahan Mandiri Produktif (KDKMP) dari delapan kecamatan
se-Kabupaten Lampung Selatan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek)
Peningkatan Kompetensi SDM KDKMP yang dibuka secara resmi oleh Bupati Lampung Selatan,
Radityo Egi Pratama, di Negeri Baru Resort (NBR), Jalan Lintas Sumatera,
Kalianda, Senin (27/10/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Satgas KDKMP Lampung Selatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi para ketua koperasi desa agar mampu mengelola lembaganya secara profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut
Ketua BPH Yayasan Battuta Bangun Negeri (UIM) Ir. Toto Priyana, Plt. Asisten
Bidang Ekonomi dan Pembangunan Wahidin, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ariyantoni,
Kepala Dinas PMD Erdiansyah, serta jajaran Satgas KDKMP Lampung Selatan.
Baca Lainnya :
- 1041 KPM Penerima Bansos di Palas Terima Kartu ATM dari BRI0
- Polsek Sidomulyo Amankan Pelaku Modus Penipuan 0
- Balai Karantina Lampung Cabang Bakauheni Amankan 6 Burung ElangTanpa Dokumen0
- Yayasan Perisai Nusantara Future Gelar Bimtek Pelestarian Budaya0
- Kadis Kominfo: Langkah Cerdas Trobosan Biosalin Dorong Inovasi Sektor Pertanian di Lamsel 0
Dalam sambutannya, Bupati Radityo
Egi Pratama menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai pilar ekonomi
kerakyatan yang berlandaskan semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Mungkin bagi sebagian kalangan ini
hal baru, tapi bagi sebagian lainnya ini sudah berjalan cukup lama. Koperasi
adalah instrumen ekonomi yang benar-benar berputar di masyarakat. Namun masih
banyak yang bingung, koperasi ini mau diarahkan ke mana. Saya tegaskan,
koperasi disusun untuk usaha bersama, bukan untuk mencari untung sendiri,”
ujarnya.
Bupati menambahkan, koperasi harus
menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa agar roda ekonomi lokal terus
bergerak dan berdaya saing.
“Ekonomi harus bergerak, dan
koperasi adalah salah satu penggeraknya,” tegasnya.
Sementara itu, Ali Hidayat,
perwakilan KMP Desa Bumi Restu Kecamatan Palas, menyampaikan kendala yang
dihadapi koperasi di wilayahnya, terutama terkait ketiadaan aset fisik sebagai
sarana usaha.
“Beberapa waktu lalu kami diminta
Babinsa untuk mendata aset desa. Namun di Kecamatan Palas, bahkan di sebagian
besar wilayah Lampung Selatan, kami tidak memiliki aset berupa tanah atau
bangunan. Kami berharap melalui wadah KDKMP ini, Bupati dapat memberikan ruang
atau regulasi agar koperasi bisa memiliki tempat tetap untuk beroperasi,”
ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Egi
menekankan kepada kepala dinas terkait agar menjadikan setiap keluhan
masyarakat sebagai bahan materi dalam kegiatan Bimtek. Ia menegaskan bahwa
kegiatan Bimtek jangan hanya bersifat seremonial, tetapi harus diawali dengan
mendengarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat terlebih dahulu.
“Pastikan Bimtek ini benar-benar
menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat tata kelola koperasi di tingkat
desa dan mampu menjawab tantangan nyata di lapangan. Saya ucapkan terima kasih
atas kehadiran seluruh peserta dan narasumber yang telah berkomitmen membangun
ekonomi desa melalui koperasi,” tutupnya.
Melalui partisipasi aktif
130 Ketua KDKMP, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap terbentuknya
jaringan koperasi desa yang solid, profesional, dan mampu mendorong tumbuhnya
ekonomi produktif di wilayah pedesaan. [MFH Gil]











3.jpg)