- Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan Memberikan Data yang Benar
- Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran
- Bupati Dedi Irawan Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Tahun 2026
- ASN Lampung Barat Dibekali Literasi Investasi Saham, Bupati: Legal dan Logis
- HUT ke-35 Lampung Barat, Bupati Minta Jadikan Momentum Bangga dengan Adat Sai Batin
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Rakor TKPKD Provinsi Lampung Tahun 2026
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara HARGANAS ke-33
- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan
- Wagub Jihan Temui Massa Aksi Mahasiswa, Pemprov Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
Wabup Tanggamus Minta Program MBG Tepat Sasaran
Libatkan Petani Lokal hingga Cegah Korupsi


TANGGAMUS, MFH,-- Wakil Bupati Tanggamus Agus
Suranto, mewakili Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H.,
membuka Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tanggamus
Tahun 2026 di Aula Serumpun Padi, Gisting, Selasa, 30 Juni 2026.
Rakor tersebut dihadiri unsur Forkopimda
Kabupaten Tanggamus, Kepala OPD, Kepala SPPG, serta perwakilan mitra dan
yayasan pelaksana Program Makan Bergizi Gratis.
Baca Lainnya :
- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong0
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan0
- Polsek Pugung Tangkap Residivis, Pelaku Pencurian Mesin Pompa Air Milik Warga0
- Ari-Azad Juara Pertama Turnamen Gaple Kapolres Tanggamus Cup 20260
- IBI Tanggamus Lampaui Target Pap Smear, Sumbang Capaian Rekor MURI Lampung0
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Agus Suranto
menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan,
melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat, cerdas,
dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
"Program Makan Bergizi Gratis bukan
sekadar membagikan makanan atau menggugurkan kewajiban. Ini adalah intervensi
strategis negara dan investasi jangka panjang yang sangat berharga untuk
melahirkan generasi yang kuat secara fisik, cerdas, dan bermental
tangguh," kata Agus Suranto.
Ia menegaskan keberhasilan program tersebut
membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah
daerah, penyelenggara SPPG, hingga masyarakat.
Dalam arahannya, Agus meminta seluruh SPPG
memastikan sinkronisasi data penerima manfaat benar-benar akurat berdasarkan
nama, alamat, dan sekolah. Hal itu juga berlaku bagi sasaran kelompok 3B, yakni
balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, agar bantuan gizi tepat sasaran.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini telah
terdapat 72 SPPG aglomerasi yang beroperasi di Kabupaten Tanggamus. Sementara
itu, pemerintah masih menunggu operasional SPPG di wilayah 3T yang telah
selesai dibangun di Pekon Sawang Balak, Kecamatan Cukuh Balak, serta Pekon
Martanda, Kaur Gading, dan Karang Brak di Kecamatan Pematang Sawa.
Selain ketepatan sasaran, Agus menginginkan
Program MBG mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah melalui
pemanfaatan hasil produksi petani, peternak, nelayan, Kelompok Wanita Tani
(KWT), pelaku UMKM, hingga lembaga ekonomi desa sebagai pemasok kebutuhan dapur
SPPG.
"Anggaran besar yang turun untuk program ini
harus berputar di Kabupaten Tanggamus. Beli beras dari petani lokal, sayur dari
KWT, telur, ikan, dan daging dari peternak daerah. Jadikan program ini sebagai
motor penggerak ekonomi kerakyatan," ujarnya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan bersama tenaga
ahli gizi memperketat pengawasan terhadap kualitas menu dan keamanan pangan
agar makanan yang diberikan memenuhi standar gizi seimbang sekaligus higienis.
Di sisi lain, Agus mengingatkan pentingnya
transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program MBG. Ia meminta
Inspektorat melakukan pendampingan terhadap seluruh proses pelaksanaan,
sekaligus mengajak aparat penegak hukum turut mengawal program tersebut.
"Saya tegaskan, satu rupiah pun yang
diperuntukkan bagi perut anak-anak kita tidak boleh dikorupsi," tegasnya.
Wakil bupati juga mengimbau para camat, kepala
pekon, dan kepala sekolah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa
Program Makan Bergizi Gratis merupakan tambahan asupan gizi dari pemerintah,
bukan pengganti kewajiban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pangan anak.
Menutup sambutannya, Agus mengajak seluruh
pihak meninggalkan ego sektoral dan memperkuat sinergi agar Program MBG
berjalan aman, sehat, berkualitas, serta mampu melahirkan generasi unggul di
Kabupaten Tanggamus.
"Kalau kita berhasil merapatkan barisan,
membuang ego sektoral, dan bekerja dengan tulus, insyaallah kita sedang
mencetak sejarah kebangkitan generasi unggul dari tanah yang kita cintai
ini," pungkasnya. [MFH/Din/rils]










3.jpg)