- Kapolres Tanggamus Latih Bela Diri Anggota
- Tanam 1.000 Pohon di Ulu Belu, Bupati Tanggamus: Saatnya Bekerja Nyata untuk Iklim
- Terima Peserta PKN II Sumsel, Wagub Jihan Dorong Pemimpin Daerah Adaptif Hadapi Perubahan
- Penataan Muara Indah Dimulai, Pedagang Ditata Demi Percantik Wajah Wisata Kotaagung
- Pemprov Lampung Raih Predikat A Nasional untuk Keamanan Pangan
- Anggota DPRD Lamsel Dorong Pemuda Aktif Kawal Kebijakan Daerah Lewat Forum Kreatif
- 48 Santri Utama Pagar Nusa Tanggamus Diwisuda
- Pemprov Lampung Dorong Kawasan Industri Energi Katibung
- Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari BKN
- Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Oknum Kakon di Amankan Polsek Pugung
Talud Rampung, Warga Dusun I Sinar Banten Sampaikan Terima Kasih

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Selesainya pembangunan
talud di Dusun I Sinar Banten, Desa Sidodadi, Kecamatan Natar, Kabupaten
Lampung Selatan disambut suka cita warga setempat.
Pasalnya, sebelum talud dibangun rumah-rumah
warga yang berada di sekitar aliran sungai selalu menjadi langganan banjir
dengan ketinggian genangan yang cukup mengkhawatirkan jika turun hujan.
Hal tersebut diungkapkan Kadus I Sinar Banten,
Hamdi kepada awak redaksi Media Faktual Hukum saat bertandang ke lokasi.
Baca Lainnya :
- PT ASDP Cabang Bakauheni Beri Diskon 15% untuk Tarif Penyebrangan0
- Dorong Percepatan Pariwisata, Sekda Supriyanto Sambut Langkah Kolaboratif Forum Desa Wisata0
- Ketua Komisi III DPRD Lamsel Yuti Rama Yanti Apresiasi Prestasi Pemkab Terima Penghargaan IGA0
- Polisi Bekuk Dua Pelaku Curas di Kalianda0
- Pemkab Lamsel Bersama Kejati Lampung Kolaborasi Dukung Ketahanan Pangan0
“Saat hujan turun, rumah-rumah warga yang
berada tidak jauh dari aliran sungai sudah bisa dipasti kebanjiran dengan
ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan. Kami sudah berkali-kali mencoba
meminta solusi kepada kepala desa atau pihak-pihak terkait lainnya, agar
dicarikan jalan keluar guna mengatasi permasalahan warga, tapi tidak ada
satupun membuahkan hasil yang nyata,”
urai Hamdi.
Masih menurut Hamdi, pembangunan talud baru terlaksana
setelah warga menyampaikan keluh kesahnya kepada anggota komisi III DPRD
Kabupaten Lampung Selatan, Waris Basuki. SH. yang juga warga setempat.
“Alhamdulillah, beliau mendengarkan keluh kesah
masyarakat dan atas usaha serta perantara beliau, akhirnya permasalahan yang
selama ini dihadapi warga bisa sedikit diatasi. Saya sebagai Kadus mewakili
warga mengucapkan terima kasih kepada bapak Waris Basuki yang sudah
mendengarkan aspirasi masyarakat dan membantu merealisasikan pembangunan talud,
kami berharap pembangunan bisa dilanjutkan di tahun mendatang, agar
permasalahan banjir benar-benar tuntas,” ujar Hamdi.
Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat
setempat, Imam Sempeno yang menyampaikan rasa syukur atas selesainya
pembangunan talud.
“Setiap hujan datang kami selalu was-was jika
rumah-rumah kami akan dilanda banjir, akibat luapan sungai tak mampu menampung
debit air yang sangat besar dan menggenangi rumah. Kami
berterima kasih dan bersyukur pak Waris Basuki bersedia mendengarkan keluhan warganya.
Kami berharap setelah talud selesai dibangun permasalahan banjir sedikit bisa diatasi,”
ucapnya.
Pantauan di lapangan, talud sepanjang 98. 95
Meter yang membenang di bibir sungai, dibangun dengan baik menggunakan bahan
berkualitas tersebut setidaknya bisa mengurangi dampak jika hujan turun. Walaupun
terdapat beberapa titik lokasi yang belum terpasang talud dan harus segera
mendapat perhatian karena, berpotensi kembali menjadi pemicu banjir.
Ditempat berbeda, awak redaksi juga berkesempatan
menyambangi Rehabilitasi Puskemas Pembantu (Pustu) Banjar Sari, Lampung Selatan.
Sumber dana rehabilitas yang dilaksanakan CV.
B’leduq Baroqah, dan telah mencapai 95 persen selesai, berasal dari
APBD-P Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025 dengan nilai Rp.397.690.561.00.
Rehab bangunan Pustus yang sedang dalam tahap
pengerjaan, juga diinisiasi anggota Komisi III DPRD Lamsel, Waris
Basuki, terlihat kokoh dan rapi walaupun belum sepenuhnya selesai.
“Kami menggunakan bahan-bahan yang berstandar SNI
dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk melakukan rehabilitasi. Kualitas
memang sangat dijaga, harapannya setelah rehab selesai Pustu kembali dapat melayani
masyarakat yang hendak memeriksakan kesehatan atau hendak berobat dengan nyaman
dan lebih optimal,” ujar salah satu pengawas pekerjaan menutup perbincangan.
[MFH red]











3.jpg)