- Sinergi KPK, ATR/BPN, dan Pemprov Lampung Dorong Penyelesaian Persoalan Pertanahan
- Wagub Jihan Serahkan Remisi HAN 2026 kepada 45 Anak Binaan
- Peringati Hari Anak Nasional, Batin Wulan Kunjungi LPKA dan Salurkan Bantuan
- Bupati Pringsewu Hadiri Rakor Optimalisasi Kerjasama Pemda
- Audiensi Dengan Menko Pangan, Bupati Pringsewu Kenalkan Produk Hilirisasi Mocaf
- Ketua TP Posyandu Pesawaran Dorong Penguatan Sinergi Implementasi 6 SPM untuk Masyarakat
- Pemkab Lampung Timur Gandeng Kementerian UMKM
- Wali Kota Metro Perkuat Sinergi Pengelolaan Pertanahan untuk Optimalkan PAD
- Pemkab Perkuat Sinergi melalui Pertemuan PTPN VII Unit IV dengan Masyarakat
- Parosil Hadiri Peluncuran 9 Program Optimalisasi Pemanfaatan Tanah dan Ruang
Wagub Jihan Serahkan Remisi HAN 2026 kepada 45 Anak Binaan
Tegaskan Hak Anak Harus Tetap Terpenuhi

PESAWARAN, MFH,-- Wakil Gubernur Lampung, Jihan
Nurlela menyerahkan pengurangan masa pidana (Remisi) kepada 45 anak binaan
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandar Lampung dalam peringatan
Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 bertema "Sayang Anak, Lindungi
dan Bangun Masa Depan", Rabu (23/7/2026).
Remisi tersebut menjadi bagian dari komitmen
negara dalam memenuhi hak-hak anak yang sedang menjalani pembinaan, sekaligus
menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan
menata kembali masa depannya.
Dalam sambutan Wagub Jihan yang dibacakan Kepala
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri,
menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan,
melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa setiap anak merupakan
amanah yang wajib dijaga, dilindungi, dan dipenuhi hak-haknya tanpa terkecuali.
Baca Lainnya :
- Peringati Hari Anak Nasional, Batin Wulan Kunjungi LPKA dan Salurkan Bantuan0
- Ketua TP Posyandu Pesawaran Dorong Penguatan Sinergi Implementasi 6 SPM untuk Masyarakat0
- Ketua Tim Pembina Posyandu Buka Rakor 6 SPM Klaster II di Kecamatan Kedondong0
- Bupati Nanda Indira Serahkan Bantuan Bedah Rumah Baznas0
- Paripurna Istimewa HUT ke-19 Pesawaran Usung Semangat Kolaborasi Perkuat Pembangunan Daerah0
Menurutnya, tema Hari Anak Nasional tahun ini
"Anak Terlindungi, Indonesia Maju" mengandung pesan agar seluruh
elemen masyarakat hadir lebih dekat dengan anak-anak, mendengarkan suara
mereka, memahami kondisi yang dihadapi, serta memastikan tidak ada anak yang
kehilangan harapan akibat situasi yang pernah dialaminya.
"Ketika masih ada anak yang harus
berhadapan dengan hukum, sesungguhnya itu bukan hanya persoalan mereka, tetapi
menjadi pengingat bahwa keluarga, sekolah, lingkungan, masyarakat, dan negara
harus semakin kuat bergandengan tangan menjaga tumbuh kembang anak,"
tegasnya.
Wagub Jihan juga menyampaikan apresiasi kepada
jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya LPKA Kelas II Bandar
Lampung yang terus mengembangkan pola pembinaan secara humanis.
Menurutnya, pembinaan yang diberikan tidak
hanya menitikberatkan pada kedisiplinan, tetapi juga membuka akses pendidikan,
pembinaan keagamaan, pelatihan keterampilan, kegiatan seni dan budaya, hingga
penguatan nilai-nilai kebangsaan.
"Ini merupakan bukti bahwa negara tidak
hanya hadir memberikan pembinaan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi setiap
anak untuk memperoleh kesempatan kedua," ujarnya.
Secara khusus, Wagub Jihan juga menyampaikan
pesan kepada seluruh anak binaan agar tidak memandang masa lalu sebagai akhir
dari perjalanan hidup.
Ia mengajak mereka memanfaatkan seluruh proses
pembinaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat dengan
pribadi yang lebih baik.
"Kesalahan bukan akhir dari kehidupan.
Setiap orang berhak memperbaiki diri, mendapatkan kesempatan kedua, dan
memperjuangkan masa depan yang lebih baik," pesannya.
Wagub Jihan berharap proses pembinaan yang
sedang dijalani menjadi titik awal lahirnya generasi muda Lampung yang sehat,
cerdas, berkarakter, kreatif, peduli terhadap sesama, serta memiliki keberanian
untuk mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pemasyarakatan Lampung M. Hilal mengatakan bahwa anak merupakan amanah
yang harus dijaga bersama, sehingga pembinaan terhadap anak yang berhadapan
dengan hukum harus berorientasi pada pemulihan masa depan mereka.
Ia menjelaskan saat ini LPKA Kelas II Bandar
Lampung membina sebanyak 120 anak, terdiri atas 118 anak binaan dan dua
tahanan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 anak
memperoleh remisi Hari Anak Nasional, sementara sebagian lainnya belum memenuhi
persyaratan administratif maupun substantif.
Menurut Hilal, seluruh anak binaan memperoleh
program pembinaan yang mencakup pembinaan kepribadian, pendidikan, pembinaan
keagamaan, hingga pelatihan keterampilan sebagai bekal ketika mereka kembali ke
masyarakat.
"Kami tidak boleh membiarkan mereka
kehilangan hak atas pendidikan hanya karena sedang menjalani pembinaan,"
katanya.
Karena itu, LPKA bekerja sama dengan Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk menyelenggarakan proses belajar di
dalam lembaga.
Selain itu, pihaknya juga tengah berkoordinasi
dengan Dinas Pendidikan agar ke depan tersedia kelas filial dari sekolah formal
sehingga anak-anak binaan dapat mengikuti proses belajar dengan kurikulum yang
sama seperti peserta didik di luar LPKA.
Menurut Hilal, langkah tersebut penting
mengingat masih terdapat anak binaan yang belum memiliki ijazah sehingga
membutuhkan akses pendidikan yang lebih berkelanjutan.
Ia menambahkan, pembinaan di LPKA tidak hanya
berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mengembangkan potensi anak di bidang
olahraga, seni, dan berbagai keterampilan lainnya.
Hilal meyakini anak-anak binaan memiliki bakat
dan kemampuan yang dapat berkembang apabila mendapatkan kesempatan,
pendampingan, dan lingkungan yang mendukung.
"Mereka punya talenta, punya semangat, dan
punya cita-cita. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan untuk bangkit dan
dukungan dari semua pihak," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan
yang diterapkan berbasis keluarga dan masyarakat, sehingga kehadiran orang tua
maupun keluarga dalam proses pembinaan menjadi bagian penting untuk mempercepat
reintegrasi sosial anak setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional tersebut,
seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam
memastikan setiap anak, termasuk anak yang sedang menjalani pembinaan, tetap
memperoleh hak atas perlindungan, pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan
untuk membangun masa depan yang lebih baik. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)