- Polsek Wonosobo Tangkap Pelaku Pemerasan Disertai Pengancaman di Jalur Suoh BNS Tanggamus
- Bupati Tanggamus Terima Rembuk Pemuda Lampung
- Terima Garuda TV Lampung, Bupati Tanggamus: Media Ikut Awasi Realisasi Pembangunan
- Diduga Cabuli Bocah Lelaki Berulang Kali, Kakek 69 Tahun Ditangkap Polisi
- Pemkot Metro Perkuat Pencegahan Korupsi melalui Integritas dan Partisipasi Masyarakat
- Wali Kota Metro Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Plt Bupati Lampung Tengah Lantik Sulpakar sebagai Pj Sekda
- Bupati Lampung Tengah Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
- Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Dana
- Pemkab Pesisir Barat Ikuti Sosialisasi Kebijakan Transfer Daerah Kemendagri
Syngenta Launching Topmost di Lampung

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Tepat bersamaan dengan waktu persiapan
tanam musim rendeng ini Syngenta Indonesia meluncurkan TOPMOST, herbisida
selektif, sebagai salah satu media pengendalikan gulma pada tanaman padi secara
efektif .
Acara peluncuran yang dikemas dalam
Grower Launching Topmost, pertama diadakan di lapangan Desa Bumirestu,
Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung, Provinsi Lampung.
Acara yang dihadiri oleh lebih dari
300 petani, juga hadir dari pihak Kecamatan Palas, Balai Penyuluhan Pertanian
(BPP),TNI dan Polri.
Baca Lainnya :
- Bupati Lamsel Respon Cepat Korban Angin Puting Beliung0
- Menko Pangan Zulhas: Produksi Beras Meningkat Lebih dari 13 Persen0
- Wakapolri dan Kapolda Lampung Dampingi Menko Pangan Zulkifli Hasan Tanam Jagung di Lamsel0
- Kembangkan Kasus Dugaan Pengancaman Jurnalis, Polres Periksa Delapan Saksi0
- Jalan Desa Mulus Warga Bersama Pemdes Pulau Jaya Gelar Syukuran0
Suyadi sekcam kecamatan palas dalam
sambutannya menyatakan mendukung dengan kegiatan tersebut, dan sangat bangga,
kegiatan ini di adakan di kecamatan palas .
Petani yang hadir pun menyambut
antusias peluncuran teknologi Topmost 30/300 OD. Gulma yang dikendalikan dengan
tepat akan mampu mendorong peningkatan produktivitas padi yang pada akhirnya
akan memengaruhi ekonomi serta kesejahteraaan petani.
Grower Launching Topmost juga di
isi dengan berbagai layanan Pertanian dan Game di masing-masing Stand untuk
memberikan edukasi kepada para petani dengan mengenalkan Topmost.
Menurut Lianasari sutjokro sebagai Senior
brand manager herbicide, seedcare dan biostimulant, Launching Topmost,
merupakan yang pertama di Lampung.
Selama ini, petani Indonesia sering
menghadapi tantangan dalam penggunaan herbisida selektif, termasuk kesulitan
menentukan waktu aplikasi yang tepat.
"Dengan Topmost 30/300 OD,
yang kombinasi bahan aktif Cyhalofop-butyl dan
Ethoxysulfuron, memberikan solusi komprehensif untuk mengendalikan
gulma daun sempit, daun lebar, dan teki-tekian," ucap dia, Kamis,
(4/12/2025).
Selain itu, Topmost bukan sekadar
produk baru, tapi merupakan komitmen kami terhadap peningkatan produktivitas
padi nasional, sekaligus mendukung petani dan pemerintah dalam mencapai ketahanan
pangan Indonesia.
Dia juga berharap dengan diluncurankan
Topmost sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia dalam meningkatkan
ketahanan pangan nasional. Dengan potensi mencegah kehilangan hasil hingga
30-40%.
"Topmost diharapkan dapat
berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi padi nasional." jelas
dia
Jumadi salah satu petani muda Desa
Pulau Jaya kecamatan Palas mengatakan selama dirinya menggunakan Topmost,
berbagai jenis gulma pada tanaman padi, bersih dan praktis karena cukup satu
kali melakukan penyemprotan lagi dan aman, nyaman karena tidak menimbulkan efek
negatif pada tanaman padi.
Dengan dosis 1 liter per hektare, Topmost
dapat diaplikasikan saat tanaman padi berumur 12-18 hari setelah tanam. (HST)
atau saat gulma memiliki 3-5 helai daun.
"Saya sudah membuktikan
keunggulan Topmost. Dengan pemakaian satu kali, gulma bersih sampai menjelang
panen. Selain itu, tanaman padi tidak menjadi toksik (muncul daun merah dan
keriting)," ucap dia
Dalam Grower Launching Topmost,
petani juga di berikan berbagai macam edukasi, saat akan di gunakan, kapan akan
digunakan.
Syngenta juga akan melakukan
peluncuran teknologi Topmost 30/300 OD ini di beberapa kota lain di Indonesia
dengan tujuan agar seluruh petani Indonesia dapat merasakan manfaat teknologi
pertanian yang dapat menjadi Awal Hamparan Kebaikan bagi petani padi. [MFH/Jun]











