- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
Strategi Pemprov Lampung Jaga Pasokan dan Distribusi, Inflasi Tetap Terkendali

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Staf Ahli
Gubernur Lampung Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto mengikuti
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang dipimpin oleh
Sekretaris Jendral Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir bertempat di Ruang
Command Center Lt.2 Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (3/3/2026).
Mengawali arahannya, Tomsi Tohir
menegaskan pentingnya menjaga kecukupan pasokan bahan pokok sebagai kunci
stabilitas harga, baik menjelang hari raya maupun di luar periode tersebut.
“Lebaran tidak Lebaran seharusnya
(harga) sama saja, kalau stok kita cukup,” tegasnya.
Baca Lainnya :
- Ramadan-Lebaran 2026, Polda Lampung Ingatkan Warga Manfaatkan Layanan Hotline Polisi 1100
- Pemprov Lampung Perkuat Fondasi Pembangunan di Tahun Pertama Kepemimpinan Mirza–Jihan0
- Terima Pengurus Kagama Lampung, Gubernur Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor0
- Gubernur Sambut Baik Pemaparan Pembangunan Lampung Barat yang Disampaikan Bupati Parosil Mabsus0
- Pemprov Lampung Gelar Rapat Persiapan MCSP KPK RI Tahun 20260
Sementara itu, Kepala Badan Pusat
Statistik (BPS) Pusat, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan berdasarkan
Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis 2 Maret 2026, inflasi tahunan
(year-on-year/yoy) nasional pada Februari 2026 mencapai 4,76 persen.
Di sisi lain, inflasi tahunan
Provinsi Lampung tercatat sebesar 2,95 persen, lebih rendah dibandingkan
nasional. Untuk inflasi bulanan (month-to-month), secara nasional tercatat
sebesar 0,68 persen pada bulan Februari 2026, sedangkan Lampung berada di angka
0,36 persen, artinya pada bulan Februari 2026 inflasi Lampung masih dibawah
inflasi nasional.
Capaian tersebut menempatkan
Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah di wilayah Sumatera. Secara
nasional, seluruh 38 provinsi mengalami inflasi tahunan dengan rentang 0,63
persen hingga 6,94 persen.
Dari sisi Indeks Harga Konsumen
(IHK) (2022=100), nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 110,50,
meningkat dari Januari 2026 yang sebesar 109,75. Kenaikan ini mencerminkan
tekanan harga agregat secara nasional.
Sementara itu, IHK Provinsi Lampung
pada Februari 2026 tercatat sebesar 110,11, lebih rendah dibandingkan nasional.
Posisi ini menunjukkan bahwa tingkat harga umum di Lampung relatif lebih
terkendali.
IHK merupakan indikator utama untuk
mengukur laju inflasi atau deflasi, memantau perubahan biaya hidup, serta
menjadi dasar penyesuaian upah dan kebijakan moneter. IHK menggambarkan
fluktuasi harga barang dan jasa yang dibayar konsumen dan menjadi rujukan
penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Di wilayah Sumatera, IHK Lampung
termasuk dalam kelompok terendah, setelah Kepulauan Bangka Belitung (106,75)
dan Bengkulu (108,75). Beberapa provinsi lain bahkan mencatatkan IHK di atas
angka nasional akibat tekanan harga pada sektor perumahan dan energi.
Secara nasional, inflasi tahunan
Februari 2026 terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan
bahan bakar rumah tangga dengan andil 2,26 persen, seiring normalisasi tarif
listrik setelah periode diskon pada Januari–Februari 2025 (low base effect).
Selain itu, kelompok perawatan
pribadi dan jasa lainnya turut memberi andil, khususnya komoditas emas
perhiasan yang mengalami kenaikan harga mengikuti tren global salah satunya
serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Di Lampung, tekanan inflasi
tersebut mampu diredam melalui penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi
Daerah (TPID), pengawasan distribusi bahan pokok, serta sinergi lintas sektor
dalam menjaga pasokan dan kelancaran distribusi, terutama selama Ramadan 1447
Hijriah.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai
capaian inflasi dan IHK yang lebih rendah dibandingkan nasional menjadi
indikator positif efektivitas kebijakan pengendalian harga di daerah. Ke depan,
Pemprov akan terus memantau dinamika harga, memperkuat operasi pasar, serta
menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan inflasi yang terkendali dan
IHK yang relatif stabil, Lampung optimistis mampu menjaga daya beli masyarakat
sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
[MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)