- Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Pemprov Lampung Tegaskan Semangat Kebhinekaan
- Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, GNTI Gelar Panen Raya Jagung di Pesawaran
- Bupati Pringsewu Hadiri Sosialisasi Pembangunan SPAM IKK Way Sepagasan
- Bupati Ela Rotasi Pejabat Eselon II, Tekankan Kolaborasi dan Pelayanan Terbaik
- Pemkab Lambar Kembali Raih Opini WTP 16 Kali Berturut-turut
- Sejumlah Kebijakan dan Agenda Dihasilkan dalam Rapat Syuriah PCNU bersama Syuriah MWC se-Lamsel
- Bank Lampung Perkuat Dukungan Modal melalui Program KUR
- Ingin Jual Mobil Warga Palas Ketipu Teman Sendiri Mobil dan Surat di Bawa Kabur
- Jejak Batuwara: Gunung yang Hilang dan Luka yang Melahirkan Selat Sunda
- Lampung Kembali Kehilangan Putra Terbaik, Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Berpulang
Sejumlah Kebijakan dan Agenda Dihasilkan dalam Rapat Syuriah PCNU bersama Syuriah MWC se-Lamsel

LAMPUNG SELATAN, MFH, -- Pertemuan dan Rapat Rutinan
Triwulan ke‑I jajaran Syuriah Pengurus Cabang dan Majelis Wakil Cabang
Nahdlatul Ulama se‑Kabupaten Lampung Selatan sukses digelar di Pondok Pesantren
Darul Qur’an, Kalianda, pada tanggal 14 Dzulhijah 1447 Hijriah, Sabtu,
(31/6/2026)
Kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk
menyamakan langkah, menyampaikan masukan, hingga merumuskan kebijakan bersama
guna memperkuat peran dan gerakan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Dalam rapat yang berjalan penuh kekeluargaan dan
musyawarah mufakat tersebut, disepakati dan ditetapkan sejumlah poin penting
sebagai pedoman dan rencana kerja seluruh jajaran, antara lain,
Baca Lainnya :
- Ingin Jual Mobil Warga Palas Ketipu Teman Sendiri Mobil dan Surat di Bawa Kabur 0
- Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti Serahkan Bibit Padi MSP ke Petani Palas0
- Panen Raya Ikan dan Jagung DPP dan DPD PDI Perjuangan Lampung Komitmen Perkuat Pangan 0
- Majelis Istiqosah Al Istiqomah Terima Bantuan Sapi Qurban dari Zulhas 0
- Momen Haru Penjemputan Kakek Mujiran di LP Kalianda: Resmi Bebas Sementara0
Pertama, untuk setiap kegiatan keagamaan maupun acara
resmi Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di tingkat kecamatan dan desa, bacaan
Istighotsah yang digunakan dan dibaca secara bersama‑sama adalah Istighotsah Al‑Hasyimi,
karya dan warisan intelektual dari pendiri NU, Almarhum KH Hasyim
Asy’ari.
Hal tersebut dimaksudkan agar seluruh gerakan dan
ibadah yang dilaksanakan senantiasa berlandaskan ajaran dan tradisi organisasi.
Kedua, dalam setiap penyelenggaraan kegiatan di
tingkat kecamatan maupun desa, para Rais Syuriah wajib hadir dan menyampaikan
pengarahan serta bimbingan keagamaan, agar nilai‑nilai ajaran Ahlus Sunnah wal
Jamaah senantiasa menjadi arah dan pegangan bagi seluruh warga dan kader yang
hadir.
Ketiga, Pengurus Cabang NU Lampung Selatan diharapkan
segera menyusun dan menjadwalkan agenda kunjungan kerja atau yang biasa disebut
TURBA ke seluruh jajaran Majelis Wakil Cabang di berbagai wilayah, guna
mempererat silaturahmi, memantau perkembangan organisasi, serta memberikan
pembinaan langsung di lapangan.
Keempat, perhatian khusus juga ditujukan untuk upaya
memakmurkan dan menghidupkan kembali kegiatan di Masjid Safinatun Najah sebagai
pusat kegiatan dan dakwah organisasi.
Kelima, disepakati pula langkah strategis untuk
mengumpulkan seluruh pondok pesantren yang berada di bawah naungan lembaga
pendidikan RMI NU, guna bersama‑sama merumuskan usulan dan rencana kerja yang
nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung
Selatan.
Salah satu poin usulan pentingnya adalah agar setiap
calon siswa yang akan diterima masuk ke jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat
Pertama (SLTP) wajib memiliki kemampuan dasar, yaitu mampu membaca dan memahami
huruf Al‑Qur’an dengan baik dan benar.
Keenam, terkait administrasi organisasi, pihak
pengurus juga meminta agar penerbitan Surat Keputusan untuk PAW di lingkungan
MWC NU Kalianda dapat segera dipercepat dan diselesaikan agar tidak menghambat
jalannya organisasi.
Ketujuh, disinggung pula kondisi di lapangan bahwa
sinergi dan kerja sama antara jajaran Banser dengan pengurus MWC di sejumlah
wilayah kecamatan dirasakan belum berjalan secara maksimal, sehingga menjadi
catatan dan bahan perbaikan bersama untuk ke depannya.
Kedelapan, disepakati pula upaya untuk terus
menghidupkan dan menumbuhkan semangat organisasi dengan cara memaksimalkan
fungsi kantor pengurus baik di tingkat cabang maupun wakil cabang, melalui
penyelenggaraan berbagai kegiatan rutin seperti Lailatul Ijtima, pengajian
umum, kajian kitab dan kegiatan keagamaan lainnya.
Sebagai penutup, ditetapkan pula lokasi dan waktu
pelaksanaan pertemuan triwulan berikutnya, yang rencananya akan digelar pada
akhir bulan Robiul Awal tahun 1448 Hijriah mendatang dan menjadi tuan rumah
adalah Pengurus MWC NU Jati Agung.
"Seluruh keputusan dan kesepakatan dalam rapat
ini diambil secara musyawarah dan mufakat, menjadi bukti bahwa organisasi
Nahdlatul Ulama terus berbenah dan bergerak maju, semakin kokoh akarnya dan
semakin luas manfaatnya bagi umat dan masyarakat di Kabupaten Lampung
Selatan." Ucap Katib Syuriah PCNU Lampsel. [MFH/Sriw]











3.jpg)