- Produksi Kopi Tanggamus Meningkat, Petani Penerima Manfaat Terima Santunan Jamsos
- Wakapolres Tanggamus Beri Arahan Personel yang Mutasi
- KKG Rayon 2 Negeri Katon Laksanakan Penguatan Kompetensi Guru
- UPT SMP Negeri 1 Gadingrejo Lepas 3 Murid, Ikuti Jambore Nasional XII di Cibubur
- Setahun Kodam XXI/Raden Intan, Sinergi TNI-Pemprov Diperkuat untuk Stabilitas dan Ketahanan Pangan
- Hadapi El Nino, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air di Berbagai Sektor
- PSEL Lampung Raya Disiapkan Jadi Solusi Sampah dan Penguatan Energi Daerah
- Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Layanan Pertanahan
- Bupati Parosil Buka Lomba PBB, Bentuk Generasi Lambar yang Disiplin dan Berkarakter
- Lepas Kontingen Jamnas XII, Nukman Pesan Jaga dan Harumkan Nama Lampung Barat
Produksi Kopi Tanggamus Meningkat, Petani Penerima Manfaat Terima Santunan Jamsos

TANGGAMUS, MFH,-- Dinas Perkebunan dan
Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tanggamus bersama International Labour
Organization (ILO) dan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada ahli
waris petani kopi penerima manfaat di Aula Kecamatan Sumberejo, Selasa, lalu.
Kepala Disbunak Kabupaten Tanggamus Henri Patra
mengatakan, peningkatan produksi sejumlah komoditas perkebunan menjadi salah
satu indikator positif terhadap perkembangan sektor perkebunan sekaligus
kesejahteraan petani.
"Produksi perkebunan kita meningkat
signifikan, baik produksi kopi, kakao maupun kelapa. Sehingga penghasilan
petani dengan indikator NTP petani, khususnya subsektor perkebunan, mengalami
kenaikan yang positif," kata Henri saat diwawancarai di kantornya, Senin,
10 Agustus 2026.
Baca Lainnya :
- Wakapolres Tanggamus Beri Arahan Personel yang Mutasi0
- Satlantas Lakukan Olah TKP dan Pengamanan Jalur Truk Terguling di Kota Agung0
- Polres Tanggamus Gelar Safety Riding , Sosialisasi Siger Lampung Presisi dan Layanan 1100
- Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih di Ulubelu0
- Polsek Kota Agung Gandeng Komunitas, Bantu Pasien RSUDBM Dapatkan Donor Darah O0
Ia menyebutkan, Nilai Tukar Petani (NTP)
subsektor perkebunan tercatat mencapai 137 persen, jauh di atas target sebesar
102,50 persen.
Peningkatan juga terlihat dari produktivitas
kopi. Produksi kopi yang sebelumnya berada di kisaran 856 kilogram per hektare
meningkat menjadi sekitar 1.027 kilogram per hektare.
"Produktivitas kopi juga meningkat dari
sekitar 856 kilogram per hektare menjadi 1.027 kilogram per hektare,"
ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya
perkembangan positif pada sektor perkebunan Tanggamus, yang diharapkan terus
berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Sementara itu, penyerahan santunan melalui
kolaborasi Disbunak, ILO dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya
memperkuat perlindungan sosial bagi petani dan keluarganya, khususnya dalam
menghadapi risiko yang berkaitan dengan pekerjaan. [MFH/Din/rils]











3.jpg)