- Tidur Panjang Sang Raksasa: Ketika Krakatau Diam, Sebelum Ia Mengamuk
- Presiden Buka Munas HIPMI XVIII di Lampung
- Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir Pesisir Barat
- Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah
- Pemkab Tanggamus Tegaskan SPMB 2026 Bersih dari Titipan dan Pungli
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Munas HIPMI
- Bupati Pesisir Barat Tinjau Kesiapan RSUD KH. Muhammad Thohir Jelang Kunker Presiden RI
- Bupati Lampung Utara Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
- Audiensi ke Kemendagri, Bupati Ela Dorong Lampung Timur Masuk Prioritas Program WEFSRID
- Bupati Ela Siti Nuryamah Dorong Desa Penyangga Way Kambas jadi Pusat Ekonomi Berkelanjutan
Pertumbuhan Ekonomi Lampung Lampaui Nasional

Bandar
Lampung, MFH,-- Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mengikuti
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di ruang Command
Center Lt. 2, Senin (7/7/2025) lalu.
Rapat
dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam kesempatan
tersebut Mendagri Tito Karnavian membagi topik rapat menjadi tiga, yaitu : 1.
Pertumbuhan ekonomi, 2. Inflasi dan 3. Percepatan pembangunan tiga juta rumah.
Tito
menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kwartal I tahun 2025 (y-on-y)
berada pada angka 4.87 persen, angka ini menjadikan Indonesia berada pada
posisi 45 dari 185 negara di dunia. Jika dibandingkan dengan negara maju yang
tergabung dalam 24 negara G-20 maka pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada
urutan ke-4. Sementara itu di wilayah ASEAN, Indonesia berada pada urutan ke-4
diatas Singapura, Malaysia dan negara ASEAN lainnya.
Baca Lainnya :
- K-Fest 2025 Angkat Kuliner Tradisional, Ketua TP PKK Dorong Inovasi Sambel Seruit0
- Krakatau Festival Kembali Hadir, Wujud Cinta Budaya dan Ekonomi Kreatif Lampung0
- Media Faktual Hukum Siap Sajikan Informasi Akurat Lugas Tegas dan Edukatif0
- Bahaya Mendiagnosis Penyakit di Internet0
- Hary Tanoe Mundur dari Partai Nasdem0
“Kita
bangga pertumbuhan ekonomi kita di angka 4.87 persen, ditengah situasi
geopolitik saat ini,” ungkap Tito.
Lebih
lanjut, Tito mengatakan bahwa jika suatu negara memiliki tingkat perumbuhan
ekonomi yang baik maka negara tersebut dikatakan sedang berada pada trend
kemajuan, dan secara otomatis tingkat pendidikan, kesehatan masyarakatnya akan
lebih baik bahkan tingkat kemiskinan akan berkurang.
Angka
pertumbuhan ekonomi nasional ini sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi
daerah mulai dari kabupaten/kota sampai dengan Provinsi. Berdasarkan data BPS
angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung sebesar 5,47 persen (y-on-y) berada
diatas pertumbuhan ekonomi nasional dan menempati urutan ke-9 dari 38 Provinsi,
namun jika dibandingkan wilayah Sumatera, Provinsi Lampung berada pada urutan
pertama angka pertumbuhan ekonomi terbesar.
Sementara
itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Rahmat Pambudi,
memaparkan 9 langkah konkret percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, yaitu :
1. Konsumsi Rumah Tangga : pengendalian bahan pokok dan perluasan kesempatan
kerja.
2. Belanja Pemerintah : percepatan realisasi APBD, Percepatan realisasi proyek
infrastruktur daerah 3. Investasi : Percepatan realisasi PMA dan PMDN,
peningkatan produktivitas pertanian/perkebunan/perikanan/peternakan sesuai
potensi lokal, peningkatan output industri manufaktur sesuai potensi lokal,
kemudahan izin berusaha. 4. Net Ekspor : pencegahan ekspor dan impor ilegal.
Sejalan
dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kepala BPS
Amalia A. Widyasanti menjelaskan tentang optimalisasi potensi daerah untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi melalui 9 langkah konkret yang sebelumnya
dijelaskan oleh Bappenas. Amalia mengatakan bahwa BPS akan hadir untuk mencatat
semua aktivitas ekonomi di daerah yang dapat menggambarkan ukuran ekonomi
daerah yang sebenarnya.
“Sembilan
langkah konkret percepatan pertumbuhan ekonomi perlu diterjemahkan sesuai
dengan karakteristik ekonomi daerah masing-masing, melalui dukungan pemerintah
daerah, BPS siap mendukung Kemendagri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional
/ Bappenas dan Pemerintah Daerah dengan menyediakan data yang berkualitas untuk
percepatan pertumbuhan ekonomi ” ungkap Amalia.
Menutup
rangkaian Rapat, Dirjen Perumahan Pedesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan
Pemukiman, Imran melaporkan perkembangan realisasi percepatan pembangunan 3
juta rumah. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)











3.jpg)