- Wabup Pesawaran Dampingi Tim Kementerian PUPR Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat
- Pemkab Pringsewu Apresiasi Wajib Pajak dan Perkuat Digitalisasi Pajak Daerah
- Kolaborasi Harmoni Lampung Timur Gaungkan Perang Melawan Narkoba
- Santri Darul Hikmah Siap Menjadi Generasi Unggul, Bupati Ela: Ilmu Harus Diamalkan
- Bupati Parosil Lepas Keberangkatan 207 Jamaah Calon Haji Lampung Barat
- Sekda Pesisir Barat Tedi Zadmiko Tunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci
- Daya Beli Masyarakat Lampung Menguat
- Pemkab Respons Serangan Hama Padi, Petani Wonosobo Minta Pendampingan
- Akses Sulit, Semangat Tak Surut: Pemkab Tanggamus Klarifikasi Sekolah Kelas Jauh di Batu Nyangka
- Gunakan DTSEN, Pemprov Lampung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Perkuat Akuntabilitas, Pemprov Lampung Dorong Kompetensi Pelaku PBJ

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung menegaskan komitmennya dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi
belanja daerah melalui penguatan kompetensi para pelaku Pengadaan Barang dan
Jasa (PBJ).
Fokus utama diarahkan pada implementasi
strategi konsolidasi paket pengadaan serta optimalisasi sistem E-Purchasing
sebagai instrumen kunci pencegahan pemborosan anggaran.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam
sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa
(PBJ) Setdaprov Lampung, Sukmawan Hendriyanto, saat membuka kegiatan
Peningkatan Kompetensi Pelaku PBJ di Gedung Pusiban, Selasa (28/04/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Dorong Upaya Percepatan Program Pembangunan Perumahan dan Permukiman0
- Peringati Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Pemprov Dorong Digitalisasi dan Kemandirian Fiskal0
- Harga Bahan Pangan Berfluktuasi, Rakor Inflasi Tekankan Peran Aktif Pemda0
- Putra-Putri Terbaik Lampung Ikuti Tahapan Seleksi Paskibraka 2026 0
- Gubernur Mirza Bersama Wagub Jihan Lepas Keberangkatan Calhaj Kloter 7 Asal Bandar Lampung0
Gubernur menekankan bahwa transformasi digital
melalui E-Katalog bukan sekadar perubahan teknis, melainkan langkah strategis
untuk menciptakan proses pengadaan yang lebih cepat, terbuka, dan akuntabel.
"Langkah ini akan membantu kita bekerja
lebih rapi, meminimalisir potensi kesalahan, dan yang terpenting, memperkuat
kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pemerintah," tegas
Sukmawan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Lampung
menaruh harapan besar pada jajaran CPNS yang memiliki latar belakang keahlian
di bidang teknologi informasi. Kehadiran mereka dinilai sangat relevan untuk
mengakselerasi proses digitalisasi pengadaan yang kini menuntut pemahaman
mendalam terhadap sistem elektronik.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Budi Setiawan,
melaporkan bahwa agenda ini bertujuan memberikan panduan teknis mengenai peran
dan tanggung jawab Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai dengan regulasi terbaru, termasuk Perpres
Nomor 46 Tahun 2025.
Narasumber dalam kegiatan ini, Hernaning Rangga
Dita Utama dari LKPP RI, memaparkan pentingnya pemahaman batasan kewenangan
guna menghindari risiko hukum. Sementara itu, Yusron dari Biro PBJ Lampung
menjelaskan kewajiban penggunaan produk dalam katalog serta prioritas
penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan pelibatan Usaha Mikro Kecil dan
Koperasi (UMKK).
Melalui konsolidasi pengadaan,
diharapkan tercipta efektivitas belanja yang sejalan dengan prinsip Value for
Money, memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak maksimal bagi
masyarakat Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)