- Antisipasi Antrean SPBU, Polres Tanggamus Siagakan Personel dan Tekan Pelanggaran Anggota
- Pemkab Pringsewu Lakukan Penetrasi Pasar di Kecamatan Pagelaran
- Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS Kabupaten Pringsewu Tahun 2026 Ditandatangani
- Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Beras di Bumiarum
- Pemkab Pringsewu Laksanakan Pembinaan SPIP Terintegrasi
- Bupati Parosil Buka Festival Kreasi GTK Ditandai Pemukulan Gamolan Pekhing
- Senam Bersama Ribuan Warga, Ibu 49 Tahun dari Padang Dalom Berangkat Umroh Gratis
- 14 Bantuan Alsintan Diserahkan, Bupati Ingatkan Jangan jadi Pajangan
- Pemkab Pesisir Barat Matangkan Konsep Kawasan Terpadu dan Ramah Lingkungan
- Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa
Pemkab Pesisir Barat Matangkan Konsep Kawasan Terpadu dan Ramah Lingkungan

PESISIR BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Pesisir Barat terus mematangkan rencana pembangunan kompleks perkantoran
terpadu sebagai bagian dari upaya mewujudkan kawasan pemerintahan yang modern,
terintegrasi, nyaman, efektif, serta berwawasan lingkungan.
Langkah tersebut dilakukan melalui Expose
Laporan Antara Penyusunan Dokumen Kajian Pengembangan Kompleks Perkantoran
Terpadu Berbasis Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan, yang digelar di Lamban
Juang Rawas, Kamis (3/09/2026).
Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang
Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Kabupaten Pesisir Barat, Sri Agustini,
S.K.M., M.Kes., dan diikuti tim tenaga ahli konsultan, perangkat daerah, serta
pemangku kepentingan terkait.
Baca Lainnya :
- Pemkab Pesisir Barat Matangkan Persiapan Kunjungan TP-PKK Provinsi Lampung0
- Cegah Karhutla, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Sinergi Bersama Tim Mabes TNI dan Seskoad0
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Launching Bhayangkara Presisi Lampung FC0
- Bunda Paud Pesisir Barat Bawa Pesan Penting dari Bandar Dalam0
- Semarakkan HUT ke-65 Pramuka, Wabup Hadiri Perkemahan LT-II Kwarran Pesisir Utara0
Dalam sambutannya, Sri Agustini menegaskan
bahwa pembangunan kompleks perkantoran tidak semata-mata berkaitan dengan
pembangunan gedung, tetapi harus menjadi bagian dari perencanaan kawasan
pemerintahan yang mampu menjawab kebutuhan masa depan.
“Pembangunan infrastruktur pemerintahan saat
ini tidak lagi hanya sekadar mendirikan gedung tempat bekerja. Lebih dari itu,
wajah perkantoran kita harus mencerminkan visi masa depan, yaitu efisiensi
pelayanan, integrasi fungsi, dan yang paling krusial adalah tanggung jawab
terhadap lingkungan,” ujarnya
Menurutnya, kompleks perkantoran terpadu yang
direncanakan diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas pemerintahan sekaligus
menciptakan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas aparatur. Di sisi lain,
kawasan tersebut juga diharapkan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi
masyarakat dalam mengakses pelayanan publik.
Sri Agustini menjelaskan, Expose Laporan Antara
menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan dokumen kajian. Pada tahap
tersebut, tim tenaga ahli konsultan telah melakukan pengumpulan data lapangan,
analisis spasial, hingga penyusunan sejumlah alternatif konsep desain dan
zonasi sebagai bahan menentukan arah pengembangan kawasan.
Namun, ia menegaskan bahwa dokumen yang
dipaparkan belum bersifat final sehingga masih membutuhkan penajaman dan
masukan dari berbagai pihak, baik dari aspek regulasi, teknis maupun
implementasi di lapangan.
“Dokumen ini belum final dan masih membutuhkan
penajaman serta masukan konkret dari aspek regulasi, teknis maupun implementasi
di lapangan. Karena itu, forum ini sangat penting untuk memastikan hasil kajian
benar-benar dapat menjawab kebutuhan pembangunan daerah,” jelasnya.
Sri Agustini juga meminta seluruh perangkat
daerah dan pemangku kepentingan yang hadir untuk mencermati materi yang
dipaparkan serta memberikan masukan konstruktif.
Menurutnya, sejumlah aspek perlu diperhitungkan
secara matang, mulai dari integrasi antar-fungsi pemerintahan, kebutuhan
pelayanan masyarakat dalam jangka panjang, efisiensi pemanfaatan ruang, hingga
penerapan prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan.
“Pastikan aspek integrasi sudah mengakomodasi
kebutuhan pelayanan jangka panjang serta indikator ramah lingkungan benar-benar
masuk dalam konsep yang disusun,” tegasnya.
Kepada tim tenaga ahli konsultan, Sri Agustini
menyampaikan apresiasi atas progres penyusunan dokumen. Ia berharap seluruh
catatan, masukan, dan hasil diskusi dapat segera diakomodasi untuk
menyempurnakan dokumen pada tahapan laporan berikutnya.
Ia juga berharap hasil kajian tersebut nantinya
dapat menjadi landasan yang kuat bagi Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam
menentukan arah pengembangan kompleks perkantoran terpadu secara terencana,
efektif, dan berkelanjutan.
“Semoga kerja keras kita hari ini menjadi
bagian dari warisan pembangunan yang bermanfaat bagi generasi mendatang,”
pungkasnya.
Kegiatan kemudian
dilanjutkan dengan pemaparan laporan antara oleh tim tenaga ahli konsultan,
disertai sesi diskusi dan penyampaian masukan dari perangkat daerah serta pemangku
kepentingan yang hadir. [MFH/Rilis Diskominfotiksan Pesisir Barat]











3.jpg)