- Tim Patroli Perintis Presisi Polres Tanggamus Sambangi Ulu Belu dan Dua Kecamatan Lain
- Gubernur Mirza Ikuti Rapat Pengurus APPSI di Denpasar Bali
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Langkah-Langkah Penegakan Ketertiban dan Hukum
- Pemkab Resmi Tutup Turnamen Usia Muda Dispora Cup 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Hadiri Pelantikan Pengurus PSOI Periode 2026–2030
- Bupati Minta Jaga Stok LPG Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
- Pemkab Lampung Barat Gelar Aksi Bersih-Bersih Dalam Gerakan ASRI
- Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati dan WabupTegaskan Fondasi Lampung Barat Hebat dan Setia
- Pemkot Metro Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan di Pasar Cendrawasih
- Diguyur Hujan Sekali, Tanggul Way Pisang Kembali Terkikis Buat Petani Was - Was
Pemkab Lampung Timur Matangkan Rencana Penanganan Jembatan Kali Pasir–Tanjung Tirto

WAY BUNGUR, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar
Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Rencana Penanganan serta Pembahasan
Permasalahan Jembatan Penghubung Desa Kali Pasir dengan Desa Tanjung Tirto,
Kecamatan Way Bungur. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung LDII Desa Tanjung
Tirto, Selasa (10/02/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati
Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, dan dihadiri perwakilan TNI Angkatan Darat,
Balai Hutan Provinsi Lampung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji–Sekampung,
Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Bappeda Provinsi Lampung, Dinas PUPR Provinsi
Lampung, serta para kepala OPD dan kabag terkait di lingkungan Pemkab Lampung
Timur. Hadir pula Camat Way Bungur, para kepala desa beserta jajaran.
Rakor dimoderatori oleh Plt Kepala
Dinas PU Lampung Timur, Primadiatha Ramadheni, yang mengatur jalannya diskusi
lintas instansi.
Baca Lainnya :
- Bupati Ela Siti Nuryamah Pastikan Dukungan Penuh untuk 772 Jemaah Calon Haji Lampung Timur0
- Pemkab Lampung Timur Perkuat Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting0
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini 0
- Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Desa Kali Pasir Lampung Timur0
- Wabup dan Kapolres Resmikan Dapur Makan Bergizi Gratis SPPG Polri di Way Bungur0
Perwakilan TNI AD Aprizal,
menyampaikan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) merupakan Komandan Satgas
Jembatan yang menangani pembangunan jembatan perintis dan jembatan gantung di
seluruh Indonesia.
TNI AD telah menyiapkan konstruksi
jembatan dengan bentangan 25 meter, 50 meter, 75 meter hingga maksimal 100
meter. Berdasarkan hasil survei di Way Bungur pada 1 Februari lalu, kebutuhan
bentangan jembatan mencapai sekitar 100 meter.
TNI AD menyatakan kesiapan
membangun jembatan darurat untuk mendukung akses masyarakat selama proses
pembangunan jembatan permanen, dengan catatan diperlukan dukungan penuh
pemerintah daerah terkait kesiapan lokasi dan kekuatan konstruksi.
Perwakilan Balai Hutan Provinsi
Lampung, Agung, menjelaskan bahwa pembangunan di dalam kawasan hutan tetap
dimungkinkan, sepanjang seluruh perizinan dipenuhi.
Beberapa persyaratan utama
meliputi: Dokumen AMDAL, Peta lokasi minimal skala 1:50.000, Analisis status
kawasan dan solusi teknis kehutanan.
Permohonan perizinan disampaikan
kepada Gubernur Lampung, dengan rekomendasi teknis dari Dinas Kehutanan
Provinsi atau dari Pemkab Lampung Timur.
Kepala BBWS Mesuji–Sekampung,
Suhendro, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan survei kondisi banjir,
tanggul, serta desain teknis. Namun, beberapa tanggul berada di kawasan hutan
lindung sehingga tidak dapat langsung dikerjakan tanpa izin.
Sementara itu, Dinas Kehutanan
Provinsi Lampung menegaskan bahwa untuk luasan kawasan di bawah 5 hektare,
proses perizinan dapat langsung diajukan kepada Gubernur Lampung. Jembatan Kali
Pasir masuk dalam kategori tersebut.
Kepala Bappeda Provinsi Lampung
menyampaikan bahwa Gubernur Lampung memberikan perhatian khusus terhadap
kondisi jembatan Kali Pasir. Pemerintah hadir untuk menjamin keselamatan dan
kesejahteraan masyarakat, sehingga kajian teknis akan dilakukan secara
menyeluruh bersama BPJN.
Perwakilan Dinas PU Provinsi
Lampung menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun desain jembatan
Kali Pasir, dengan estimasi rampung dalam dua bulan. Desain memerlukan
ketelitian ekstra karena kondisi sungai yang dipengaruhi pasang surut
menyerupai air laut.
Dalam arahannya, Bupati Lampung
Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa rapat ini bukan sekadar formalitas,
melainkan upaya memastikan seluruh harapan dan masukan masyarakat benar-benar
diimplementasikan.
“Ini bukan soal janji. Semua
masukan masyarakat sudah dicatat dan akan kita laksanakan secara bertahap,”
tegas Bupati.
Bupati menyampaikan langkah konkret
yang akan segera dilakukan, yakni:
Pembangunan Jembatan Merah Putih
(jembatan gantung) sebagai solusi sementara.
Pembangunan jembatan permanen
melalui BPJN Kementerian PUPR, yang saat ini telah masuk tahap perencanaan dan
studi kelayakan (FS).
Penambahan armada perahu
penyeberangan yang lebih aman, lengkap dengan pelampung keselamatan. Dalam
waktu satu minggu, tambahan perahu akan dikirim untuk mendukung aktivitas
warga.
Bupati juga mengapresiasi peran Polres
Lampung Timur yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait
penyeberangan yang aman dengan penggunaan pelampung.
Dengan sinergi pemerintah
pusat, provinsi, daerah, serta TNI, Pemkab Lampung Timur optimistis akses
penghubung Kali Pasir–Tanjung Tirto dapat segera terwujud secara aman dan
berkelanjutan, demi mendukung aktivitas dan kesejahteraan masyarakat Way
Bungur. [MFH/Komdigi Lamtim]











3.jpg)