Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Desa Kali Pasir Lampung Timur
Sampaikan Atensi Presiden Prabowo Terkait Jembatan Kali Pasir

By redaksi 06 Feb 2026, 11:30:44 WIB Saburai
Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Desa Kali Pasir Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung, tepatnya di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (5/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas atensi langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait kondisi masyarakat dan para pelajar yang harus menyeberangi sungai menggunakan getek karena belum tersedianya jembatan penghubung.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo didampingi Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati, Dandim 0429 Lampung Timur Letkol Inf Danang Setiaji, Ketua DPRD Kabupaten Lampung Timur Rida Rotul Aliyah, serta jajaran dinas terkait.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kehadirannya di Desa Kali Pasir merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang mengetahui kondisi tersebut setelah video warga dan pelajar menyeberangi sungai menjadi viral di media sosial.

Baca Lainnya :

“Saya hari ini ke sini sesuai arahan Pak Presiden. Saya ditelepon Pak Seskab kemarin pagi, karena Pak Presiden memberikan atensi. Viral ini beliau tahu, dan pemerintah harus hadir secara komprehensif,” ujar Dody.

Ia juga menyampaikan pesan emosional dari Presiden Prabowo yang sangat peduli terhadap kondisi rakyat yang mengalami kesulitan.

“Pak Presiden itu kalau melihat rakyat kesusahan suka menangis. Tugas saya sebagai pembantu beliau adalah memastikan beliau tidak menangis. Minimal itu, dan mudah-mudahan bisa membuat beliau tersenyum,” sambungnya.

Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa persoalan di Desa Kali Pasir tidak hanya terkait pembangunan jembatan, namun juga berkaitan dengan kondisi sungai yang selama ini menjadi kendala. Ia menyebutkan proyek jembatan tersebut telah mangkrak selama bertahun-tahun akibat permasalahan hukum dan teknis.

“Ini sudah bertahun-tahun mangkrak, mungkin delapan atau sepuluh tahun. Awalnya saya pikir hanya masalah jembatan, ternyata ada persoalan sungai juga. Jadi semuanya harus dibereskan,” jelasnya.

Setelah meninjau langsung kondisi di lapangan, Menteri PU meminta jajarannya untuk segera bertindak cepat dengan merancang pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya para pelajar.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta Menteri PU beserta seluruh jajaran atas gerak cepat pemerintah pusat dalam merespons keluhan masyarakat Lampung Timur.

“Alhamdulillah, ini gerak cepat yang luar biasa. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri dan khususnya kepada Bapak Presiden. Ini adalah keluhan masyarakat yang sudah bertahun-tahun kami terima,” ujar Bupati Ela.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

“Ini adalah kolaborasi atas arahan Bapak Presiden, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Untuk tugas pemerintah kabupaten, kami siap melaksanakan kewenangan kami, baik pembebasan lahan maupun perbaikan jalan, dengan mengalokasikan anggaran agar pelayanan publik, khususnya infrastruktur jembatan, dapat terselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Bupati Ela juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah berkoordinasi dengan Dandim dan Pangdam untuk membangun jembatan afirmasi sementara secara gotong royong sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah juga memaparkan kondisi riil masyarakat Desa Kali Pasir yang terdampak langsung belum tersedianya jembatan penghubung. Ia menyebutkan jumlah penduduk dan anak-anak sekolah di wilayah seberang sungai cukup besar dan membutuhkan perhatian serius.

“Jumlah penduduk yang berada di seberang Kali Pasir kurang lebih 1.200 Kepala Keluarga. Untuk anak-anak sekolah ada sekitar 600 anak. Di Kali Pasir sendiri hanya tersedia SD dan SMP, sehingga untuk anak-anak yang melanjutkan ke SMA, mereka harus menyeberangi sungai. Bahkan ada juga beberapa anak SMP yang harus menyeberang. Ini yang terus kami pantau,” ujar Bupati Ela.

Menurutnya, permasalahan di wilayah tersebut tidak hanya soal jembatan, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sungai yang kerap menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Lampung Timur.

“Ini adalah bentuk ikhtiar kami bersama. Makanya kami sampaikan kepada Pak Menteri bahwa persoalannya bukan hanya jembatan. Seperti yang tadi disampaikan Pak Menteri secara komprehensif, kawasan ini juga menjadi langganan banjir. Kurang lebih ada lima kecamatan yang terdampak banjir akibat sungai, karena di sisi kiri badan sungai belum memiliki tanggul,” jelasnya.

Bupati Ela menegaskan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur siap mengikuti arahan Menteri Pekerjaan Umum terkait penanganan menyeluruh, baik pembangunan jembatan maupun pengendalian banjir.

Sementara itu, sebagai langkah cepat, pembangunan jembatan gantung Merah Putih ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 35 hari, guna memberikan akses sementara yang aman bagi masyarakat dan anak-anak sekolah, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal penyelesaian persoalan infrastruktur di Desa Kali Pasir, sekaligus bukti kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di daerah. [MFH/Komdigi Lamtim]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment