- Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PPKPM Gelar Berbagai Lomba
- Wagub Jihan Kukuhkan Paskibraka Lampung 2026
- Pemkab Pesawaran Perkuat Penyusunan APBD 2027 Melalui Peluncuran SATSET RKA
- Wabup Pringsewu Buka Perkemahan PTA dan Ujian SKU Pramuka Penegak Calon Bantara
- Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Semarak Kemerdekaan
- Bupati dan Wakil Bupati Lamtim Hadiri Rapat Paripurna Pidato Kenegaraan Presiden RI
- Pemkot Metro Dorong Perempuan Perkuat Literasi Keuangan
- Pemerintah Kota Metro Ikuti Sidang Tahunan MPR RI 2026
- Bupati Parosil Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
- BKMT Pesisir Barat Gelar Pengajian Rutin di Pekon Way Sindi Utara
Pameran Kriya Jemari 2025 Resmi Dibuka
Lampung Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur
Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka secara resmi Pameran Kriya Jemari
Lampung 2025 di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Kamis (20/11/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur
menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang menampilkan karya, tetapi
momentum penting untuk mendorong transformasi kerajinan Lampung menuju industri
kreatif yang modern, inovatif, dan berdaya saing.
Gubernur Mirza menyampaikan bahwa
Kriya Jemari merupakan kelanjutan dari Lampung Craft dengan konsep baru yang
lebih segar dan dekat dengan minat masyarakat.
Baca Lainnya :
- Gubernur Mirza Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Lampung0
- Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini0
- Pengurus Baru PMI 8 Kabupaten Dilantik0
- Kapolresta Bandar Lampung Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Krakatau 20250
- Operasi Zebra Krakatau 2025 Dimulai0
Ia menekankan bahwa sektor
kerajinan memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi daerah, membuka
peluang usaha, menyerap tenaga kerja, serta meningkatkan kunjungan wisata.
“Produk UMKM kita tidak hanya
mencerminkan kreativitas dan kearifan budaya, tetapi juga memiliki nilai
ekonomi tinggi. Dengan dukungan bersama, kriya Lampung dapat berkembang lebih
luas dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, pameran ini
menjadi ruang akselerasi bagi para perajin untuk memperluas wawasan desain,
meningkatkan kualitas produk, serta tetap mempertahankan identitas budaya
Lampung. Ia berharap karya-karya kriya dapat dinikmati seluruh kalangan,
termasuk generasi muda, dengan harga yang terjangkau namun tetap berkualitas.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga
menyoroti besarnya peluang ekonomi kreatif di Lampung. Ia mengungkapkan bahwa
tahun lalu Lampung dikunjungi sekitar 18 juta wisatawan domestik, dan hingga
Juli 2025 jumlahnya telah mencapai 17 juta orang. Pemerintah menargetkan 28–30
juta wisatawan sepanjang tahun ini.
“Jika rata-rata belanja wisatawan
mencapai Rp1,8 juta per orang, maka ini peluang luar biasa bagi para UMKM untuk
membawa produk Lampung semakin bersinar,” kata Gubernur.
Ia menegaskan komitmen pemerintah
dalam mendukung UMKM melalui akses pelatihan, pembiayaan, pemasaran, perizinan,
hingga kerja sama dengan marketplace. Pemerintah juga menyiapkan ruang inkubasi
bisnis, kompetisi kreatif, dan festival inovasi agar ide-ide generasi muda
dapat terus tumbuh.
Gubernur juga mendorong perajin dan
UMKM untuk mengadopsi standar internasional, inovasi, dan digitalisasi agar
produk Lampung mampu menembus pasar nasional dan global. “Kejujuran, kualitas,
pelayanan, dan inovasi adalah kunci agar produk kita diterima secara luas,”
tegasnya.
Di era perkembangan teknologi dan
Revolusi Industri 4.0, ia mengajak UMKM untuk menerapkan prinsip Think Global,
Act Local: menciptakan produk yang mengikuti tren global tetapi tetap membawa
jati diri budaya Lampung.
“Teruslah berkarya, jangan takut
berinovasi. Setiap pembelian produk lokal adalah bentuk penghargaan terhadap
karya anak daerah dan ikut menguatkan ekonomi Lampung,” pesan Gubernur.
Sementara itu, Ketua Dekranasda
Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, dalam sambutannya menyampaikan
apresiasi kepada seluruh sponsor, komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan
Universitas Bandar Lampung yang telah berkontribusi menyukseskan pameran ini.
Ia menyebut Kriya Jemari 2025
dirancang sebagai ruang yang inklusif, melibatkan pengrajin muda, UMKM kreatif,
desainer lokal, perbankan, dunia usaha, serta perajin penyandang disabilitas.
“Kami percaya kreativitas tidak
mengenal batas fisik. Kerajinan adalah bahasa universal, dan semua perajin
berhak berdiri di panggung yang sama,” ujarnya.
Purnama Wulan menegaskan bahwa
kriya merupakan jembatan antara masa lalu dan masa depan. Menurutnya, tantangan
saat ini adalah menjaga keaslian budaya sambil mendorong inovasi yang menjawab
kebutuhan zaman.
Melalui tema “Merajut Tradisi,
Menenun Inovasi”, pameran ini ingin menegaskan bahwa setiap sulaman, anyaman,
dan wastra Lampung lahir dari perpaduan nilai leluhur dengan kreativitas
generasi masa kini.
Seluruh kabupaten/kota di Lampung
membawa produk unggulan masing-masing untuk dipamerkan dan dipasarkan sebagai
bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan perajin.
Ketua Dekranasda juga menyampaikan
terima kasih kepada seluruh stake holder dan media yang terus mendukung promosi
ekonomi kreatif Lampung.
“Pameran ini adalah permulaan untuk
membawa kriya Lampung semakin dikenal dan dicintai. Terima kasih atas kerja
sama dan doa semua pihak,” tutupnya. [MFH Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)