Kemensos Alihkan Pengelolaan TMP ke Kemenhan, 217 Lokasi Masuk Tahap Transisi

By redaksi 04 Apr 2026, 13:49:49 WIB Nasional
Kemensos Alihkan Pengelolaan TMP ke Kemenhan, 217 Lokasi Masuk Tahap Transisi

JAKARTA, MFH,-- Kementerian Sosial dan Kementerian Pertahanan resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengalihan pengelolaan Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional dan Makam Pahlawan Nasional di berbagai daerah.

Kesepakatan ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan pengelolaan situs-situs kepahlawanan di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pengalihan ini mencakup sekitar 217 titik TMP dan makam pahlawan nasional, termasuk Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Baca Lainnya :

“Ini dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden untuk optimalisasi pengelolaan TMP Nasional dan makam pahlawan di berbagai daerah,” kata Gus Ipul.

Kemenhan Mulai Ambil Alih Operasional, Sejak April 2026, pengelolaan operasional di lapangan mulai dipimpin oleh Kementerian Pertahanan melalui jajaran yang ditunjuk.

Namun demikian, proses transisi tidak dilakukan secara instan. Kemensos masih akan memberikan dukungan, terutama dalam aspek administrasi, sumber daya manusia, dan pembiayaan operasional.

“Selama masa transisi kami tetap mendukung, termasuk SDM yang selama ini mengelola TMP,” ujarnya.

Secara administratif, masa transisi ditargetkan berlangsung hingga akhir 2026, sebelum pengelolaan sepenuhnya dialihkan ke Kemenhan pada tahun berikutnya.

Alasan Pengalihan, Gus Ipul mengakui, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama pengalihan pengelolaan TMP dari Kemensos ke Kemenhan.

“Anggaran kami terbatas dan SDM juga tidak cukup untuk mengelola seluruh TMP secara optimal,” katanya.

Dengan pengalihan ini, pemerintah berharap pengelolaan tidak hanya berfokus pada pemeliharaan fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepahlawanan.

Penguatan Edukasi Kebangsaan, Menurut Gus Ipul, TMP memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi kebangsaan, terutama bagi generasi muda.

Di dalamnya terkandung nilai perjuangan, nasionalisme, dan cinta tanah air yang perlu terus dihidupkan.

“TMP bukan hanya soal taman, tapi juga nilai-nilai perjuangan yang harus menjadi inspirasi,” ujarnya.

Harapan ke Depan, Pemerintah menilai Kementerian Pertahanan memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk mengelola TMP secara komprehensif, baik dari sisi sumber daya maupun pendekatan kebangsaan.

Dengan pengalihan ini, diharapkan pengelolaan TMP ke depan lebih optimal dan mampu memperkuat karakter kebangsaan masyarakat.

“Ini bukan sekadar pengelolaan fisik, tetapi bagaimana nilai kepahlawanan bisa dihidupkan,” kata Gus Ipul. [MFH/**]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment