- Polda Bersama Bapanas RI dan Stakeholder Laksanakan Sidak Saber Pangan di RPH Terbesar Lampung
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 17,29 Kg Sabu di Bakauheni
- Sekda Lampung Barat Pantau Harga Bapokting di Pasar Liwa
- Wali Kota Metro Pimpin Rakor Bulanan, Tekankan Stabilitas Harga dan Kesiapsiagaan Ramadan
- Kota Metro Terpilih Sebagai Lokasi Uji Coba Digitalisasi Bansos
- Bupati Tanggamus Hadiri Pelantikan Kepala Pekon Hasil PAW
- Kawanara 1.335 Hektare Candipuro Diproyeksikan jadi Pusat Pertanian Modern
- Safari Ramadan Pemprov Lampung di Kalianda Dimatangkan
- Asisten I Tubaba Pimpin Rakor Satgas MBG, Pemkab Perkuat Evaluasi dan Tata Kelola Program
- Satresnarkoba Polres Tanggamus Amankan 12 Orang Terduga Penyalahguna Sabu di Bulok
Kawanara 1.335 Hektare Candipuro Diproyeksikan jadi Pusat Pertanian Modern

KALIANDA, MFH,-- Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mematangkan pengembangan Kawasan Pertanian
Anak Nusantara (Kawanara) seluas 1.335 hektare di Desa Trimomukti, Kecamatan
Candipuro.
Kawasan ini dirancang sebagai pusat
pertanian terintegrasi berbasis agroeduwisata guna meningkatkan produktivitas
gabah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan pariwisata
berbasis kearifan lokal.
Pemantapan rencana tersebut dibahas
dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan
(Ekobang) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lampung Selatan, Tri
Umaryani, di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026).
Baca Lainnya :
- Safari Ramadan Pemprov Lampung di Kalianda Dimatangkan0
- Pemkab Lamsel Hadirkan Layanan Terpadu Adminduk Hingga Pajak di Desa Mulai April 20260
- Sekjen Kemendagri Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pangan0
- UKP Zita Anjani Dorong Nirwana Resort Jadi Motor Ekonomi Warga0
- Lomba Songsong Ramadan 1447 H Resmi Ditutup0
Rapat dihadiri Kepala Dinas Tanaman
Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun), Mugiyono, Kepala Bappeda Aryan
Saruhian, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Kepala Dinas TPH-Bun Kabupaten
Lampung Selatan, Mugiyono, menjelaskan bahwa pengembangan Kawanara merupakan
respons atas program peningkatan produksi gabah kering yang dicanangkan
Presiden Prabowo Subianto.
“Kawasan Pertanian Anak Nusantara
ini akan dikembangkan di atas lahan seluas 1.335 hektare dengan konsep
agroeduwisata. Program ini merupakan respons terhadap arahan Presiden dalam
peningkatan produksi gabah kering, dari yang semula panen dua kali setahun menjadi
tiga kali panen dalam satu tahun,” ujar Mugiyono.
Menurutnya, optimalisasi lahan dan
dukungan infrastruktur pertanian menjadi fokus utama agar produktivitas petani
meningkat secara berkelanjutan.
Perbaikan irigasi, sarana produksi,
hingga penguatan manajemen usaha tani menjadi bagian dari skema pengembangan
kawasan tersebut.
Sementara itu, Tri Umaryani
menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah agar program berjalan
selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Ia meminta Dinas TPH-Bun
mengoordinasikan sinkronisasi perencanaan pertanian dengan dukungan
infrastruktur dan penganggaran yang terukur.
“Untuk lingkup pertanian, program
Kawanara perlu disinkronisasikan dan dikoordinasikan oleh Dinas TPH-Bun agar
perencanaan pembangunan infrastruktur dapat berjalan selaras dengan dokumen
perencanaan daerah,” kata Tri Umaryani.
Lebih jauh, Tri Umaryani menegaskan
bahwa Kawanara tidak hanya dirancang sebagai kawasan produksi pangan, tetapi
juga sebagai kawasan strategis yang memadukan sektor pertanian dan pariwisata.
Konsep agroeduwisata dinilai mampu
menciptakan nilai tambah melalui kunjungan edukatif, pemberdayaan UMKM desa,
serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kawanara tidak hanya menjadi
kawasan pertanian, tetapi harus berkembang sebagai kawasan strategis yang
memadukan sektor pertanian dan pariwisata. Ini dapat menjadi contoh bagaimana
desa berbasis pertanian mampu meningkatkan nilai tambah dengan dukungan sektor
lain, khususnya pariwisata,” tambahnya.
Selain infrastruktur dan integrasi
sektor, penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Edukasi
kepada masyarakat diharapkan mendorong lahirnya gerakan pertanian yang selaras
dengan gerakan pariwisata desa, sehingga dampaknya tidak hanya pada peningkatan
produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani dan warga sekitar.
Pemkab Lampung Selatan pun
berharap dukungan seluruh perangkat daerah agar pengembangan Kawanara berjalan
optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,
khususnya di wilayah Candipuro. [MFH/Diskominfo Lamsel]










3.jpg)