- Gubernur Lampung Ajak APINDO Perkuat Kolaborasi Bangun Ekonomi Lampung yang Inklusif
- Meriah dan Penuh Kebersamaan, Nobar Piala Dunia di PKOR Way Halim Disambut Antusias Warga
- Konser Pra-Kompetisi GNLC Meriah, Purnama Wulan Sari Beri Dukungan Penuh untuk JICF
- Polsek Pulau Panggung Ungkap Pencurian Puluhan TKP di Ulu Belu
- Lampung Catat Prestasi Nasional, Dipilih sebagai Tuan Rumah Penas Petani Nelayan 2029
- Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak
- Lampung Resmi jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029
- Wabup Soroti Kerusakan WC dan Saluran Pembuangan di RSUD Batin Mangunang
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Raih Education Award 2026
Gubernur Lampung Ajak APINDO Perkuat Kolaborasi Bangun Ekonomi Lampung yang Inklusif


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan
dunia usaha dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah. Hal tersebut
disampaikan saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-8 Dewan Pimpinan
Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung di Ballroom Hotel
Emersia, Senin (22/6/2026).
Gubernur menyampaikan bahwa Musprov APINDO
menjadi momentum strategis untuk merumuskan program kerja lima tahun ke depan
sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam
menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Meriah dan Penuh Kebersamaan, Nobar Piala Dunia di PKOR Way Halim Disambut Antusias Warga0
- Konser Pra-Kompetisi GNLC Meriah, Purnama Wulan Sari Beri Dukungan Penuh untuk JICF0
- Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak0
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan0
- Bunda PAUD Provinsi Lampung Ajak IGTKI-PGRI Perkuat Sinergi Wujudkan Generasi Emas Lampung0
“Melalui Musprov ini, kita berharap lahir
program-program strategis lima tahun ke depan. Bagi Pemerintah Provinsi
Lampung, APINDO merupakan mitra penting untuk bersama-sama membangun dan
meningkatkan kemajuan pembangunan daerah,” ujar Gubernur.
Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa sektor
pertanian merupakan salah satu kekuatan utama penggerak perekonomian Lampung.
Menurutnya, berbagai potensi unggulan desa, mulai dari pertanian, perkebunan,
hingga peternakan, harus mampu dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi
baru dengan nilai tambah yang lebih besar.
Gubernur menjelaskan, arah pembangunan ekonomi
ke depan harus bergeser dari pola trickle down effect menuju konsep bottom up
economy, yakni ekonomi yang tumbuh dari desa dengan memperkuat produktivitas
masyarakat, meningkatkan daya saing, serta menciptakan nilai tambah dari
potensi lokal.
“Industri harus bersifat inklusif. Kita ingin
desa menjadi lebih kuat, produktif, dan memiliki nilai tambah. Karena kekuatan
ekonomi Lampung tidak hanya berada di kota, tetapi juga ada di desa-desa,”
tegasnya.
Ia memaparkan bahwa struktur ekonomi Lampung
saat ini masih sangat dipengaruhi oleh sektor pertanian. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik (BPS), ekonomi Lampung pada triwulan I tahun 2026 tumbuh
sebesar 5,58 persen secara tahunan (year on year), dengan sektor pertanian,
industri pengolahan, dan perdagangan menjadi sektor utama penopang ekonomi
daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga
menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul yang harus
didukung dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi, khususnya protein. Menurutnya,
Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan dan sumber protein
nasional, sehingga perlu ada upaya bersama untuk memastikan masyarakat
mendapatkan akses pangan berkualitas.
“SDM unggul membutuhkan asupan nutrisi yang
baik. Kita memiliki sumber protein yang besar, tetapi tantangannya adalah
bagaimana memastikan potensi tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup
masyarakat,” kata Gubernur.
Rahmat Mirzani Djausal juga menekankan
pentingnya kebijakan pembangunan yang berpihak pada desa. Ia menyebut selama
ini sebagian besar pertumbuhan ekonomi masih terkonsentrasi di wilayah
perkotaan, sehingga diperlukan strategi agar aktivitas ekonomi di desa semakin
berkembang.
“Harapan saya, APINDO dapat menjadi lokomotif
pertumbuhan ekonomi di desa-desa, menjadi penggerak investasi, sekaligus
membantu menaikkan kelas UMKM agar lebih kompetitif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa kunci
peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung berada pada hilirisasi.
Menurutnya, sekitar 80 persen peningkatan nilai tambah berada pada proses
pengolahan produk, sehingga komoditas unggulan daerah tidak hanya dijual dalam
bentuk bahan mentah.
“Kita harus memperkuat hilirisasi. Produk
pertanian Lampung harus diolah sehingga memiliki nilai tambah lebih tinggi dan
membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.
Gubernur turut memaparkan berbagai program
unggulan Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk tujuh program prioritas
pembangunan dan tiga Program Hasil Terbaik Cepat yang diarahkan untuk
mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa kinerja ekonomi
Lampung menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan investasi, aktivitas perdagangan,
serta peningkatan daya beli masyarakat menjadi indikator bahwa ekonomi daerah
terus bergerak. Data BPS mencatat nilai ekspor Lampung Januari 2026 mencapai
US$500,14 juta dengan neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$411,47
juta.
Sementara itu, Ketua DPP APINDO Lampung Ary
Meizari Alfian dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musprov ke-8 APINDO Lampung
menjadi refleksi perjalanan dunia usaha selama lima tahun terakhir.
Ia mengungkapkan bahwa ketika kepengurusan
sebelumnya menerima amanah pada 2021, dunia usaha menghadapi tekanan besar
akibat pandemi Covid-19. Namun, APINDO Lampung terus berupaya bertahan, tumbuh,
dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“APINDO harus terus hadir sebagai mitra
strategis pemerintah daerah, menjadi suara dunia usaha yang solutif, objektif,
dan konstruktif,” ujar Ary.
Ia menyebut selama periode kepengurusannya,
APINDO Lampung telah melaksanakan lebih dari 200 kegiatan organisasi, menjalin
kerja sama dengan sekitar 50 mitra strategis, serta merealisasikan sekitar 90
persen program kerja yang telah direncanakan.
Mengusung tema “Dengan Semangat Indonesia
Incorporated, Indonesia Kuat, Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, Musprov DPP
APINDO Lampung diharapkan mampu melahirkan kepengurusan dan program kerja yang
semakin memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan ekonomi daerah.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan
penyerahan penghargaan dan apresiasi DPP APINDO Lampung yang diserahkan
langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal kepada pihak-pihak yang
dinilai berkontribusi dalam penguatan dunia usaha di Provinsi Lampung. [MFH/ Dinas
Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)