- Truk Buah dan Sayuran Terjebak Antrean Hingga Puluhan Kilometer di Pelabuhan SMA
- Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia
- Musrenbang RKPD Lampura: Gubernur Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Akselerasi Pembangunan
- Arus Balik Mulai Menguat, ASDP Prediksi Lonjakan Besar 28–29 Maret 2026
- Pemkab Pringsewu Tutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026
- Arus Balik Lebaran 2026 H+3: Penumpang dan Kendaraan Penyeberangan Sumatera–Jawa Naik Signifikan
- Wabup Mad Hasnurin Nilai Budaya Sekura Cakak Buah Kobarkan Kebersamaan Masyarakat
- Bupati Lampung Barat Sambangi Rumah Almarhum Fikran Aulia Korban Tenggelam di Pesibar
- Bupati Ela Siti Nuryamah Pimpin Apel Pasca Lebaran dan Halalbihalal
- Sekda Lampung Timur Sidak Hari Pertama Kerja Pasca Idulfitri
ASDP Siaga Cuaca Ekstrem, Keselamatan Jadi Prioritas Utama

BAKAUHENI,
MFH,-- Menjelang penghujung tahun, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
meningkatkan kesiagaan di seluruh cabang utama menghadapi potensi cuaca ekstrem
yang diperkirakan terjadi mulai November 2025 hingga Februari 2026. Langkah
antisipatif ini dilakukan seiring dengan peringatan Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai puncak musim hujan di sebagian besar
wilayah Indonesia.
Direktur Utama
ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai
langkah untuk memastikan keselamatan pengguna jasa tetap menjadi prioritas
utama, terutama pada periode cuaca yang dinamis.
"Kami
berkomitmen menghadirkan layanan yang tidak hanya andal, tetapi juga menjamin
keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Setiap perjalanan harus berlangsung
dengan aman, termasuk saat menghadapi cuaca ekstrem,” ujar Heru.
Baca Lainnya :
- Diskominfo Lamsel Dorong Transformasi Digital0
- Bupati Egi Gaungkan Potensi Lampung Selatan ke Pentas Global0
- Kampung Nelayan Merah Putih Dikebut, DPRD Tinjau Langsung ke Ketapang0
- Sistem OM SPAN Kementerian Keuangan Alami Kendala0
- Akhir Oktober 2025, Progres Pembangunan Ruas Bumidaya - Terimo Mukti Baru 13,86 %0
BMKG
memprediksi puncak musim hujan akan terjadi lebih dulu di wilayah barat
Indonesia pada November hingga Desember 2025, kemudian beralih ke wilayah
selatan dan timur pada Januari hingga Februari 2026.
Aktivitas arus
permukaan di sekitar Pelabuhan Merak pada awal November ini juga menunjukkan
peningkatan, dengan kecepatan 32–103 cm/s, menandakan perlunya kewaspadaan
tambahan di lapangan.
Corporate
Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa ASDP telah menyiapkan berbagai
langkah antisipatif di empat cabang utama—Merak, Bakauheni, Ketapang, dan
Gilimanuk—mulai dari kesiapan tugboat pendukung operasional, peningkatan
kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, hingga penguatan sistem komunikasi dan
informasi.
"Kami
secara intens berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca pelabuhan
dan jalur penyeberangan secara berkala. Selain itu, ASDP juga menjalin
koordinasi erat dengan regulator, seperti Syahbandar dan BPTD, agar setiap
pengambilan keputusan—terutama terkait operasional buka-tutup pelabuhan—dapat
dilakukan secara cepat dan terkoordinasi demi keselamatan bersama,” jelas
Shelvy.
Shelvy
menambahkan, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama antara operator dan
pengguna jasa. Untuk itu, masyarakat diimbau agar lebih waspada terhadap
kondisi cuaca ekstrem, selalu mengikuti arahan petugas baik di pelabuhan maupun
di atas kapal, serta tidak memaksakan diri untuk melakukan perjalanan jika
kondisi tidak memungkinkan.
“Kami memahami
bahwa banyak pengguna jasa ingin tiba tepat waktu, namun keselamatan tetap
harus menjadi prioritas. Keputusan perjalanan kapal sepenuhnya berada di bawah
kewenangan regulator, dalam hal ini Syahbandar, yang menerbitkan Surat
Persetujuan Berlayar (SPB). ASDP akan selalu mematuhi ketentuan tersebut demi
keamanan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut,
ASDP juga mengimbau seluruh pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanan dengan
sebaik-baiknya sejak jauh hari. Saat ini, pembelian tiket ferry hanya dapat
dilakukan secara online melalui aplikasi dan website Ferizy, dengan masa
pemesanan maksimal H-60 sebelum tanggal keberangkatan. Tidak ada lagi penjualan
tiket di pelabuhan.
Masyarakat
diharapkan memastikan sudah memiliki tiket sebelum berangkat dan tiba di
pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket untuk menghindari antrean dan
keterlambatan layanan. Selain itu, pengguna jasa diingatkan untuk terus
memantau informasi cuaca terkini dan mematuhi arahan petugas selama berada di
area pelabuhan maupun di atas kapal.
Dengan kolaborasi yang kuat antara operator, regulator, dan masyarakat,
ASDP berkomitmen menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di seluruh lintasan
penyeberangan agar tetap aman, tertib, dan nyaman selama periode cuaca ekstrem.
[MFH/Sriw]











3.jpg)