- Kejurda Padel Lampung 2026 Resmi Dimulai
- 31 Pasangan Ikuti Nikah Massal Begawi Cinta Lampung 2026
- Kadis Sosial Lamsel Ungkap Penyebab Bantuan Belum Cair Meski Sudah Pegang ATM
- Sambangi RA Al-Furqon, Yuti Rama Yanti Serahkan Bantuan Gedung dan Pantau Penerapan Menu MBG
- Manjau Jama Warga Hadirkan Hiburan Rakyat dan Pelayanan Dekat untuk Masyarakat
- Wakil Bupati Lampung Timur Ikuti Bimtek ASWAKADA
- Sekda Rustam Effendi Hadiri Kunjungan Kerja Menteri PPN/Bappenas
- Wabup Irawan Topani Lantik Pengurus Forum Anak Daerah Periode 2026–2028
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Kunjungan Menteri PPN/Bappenas RI
- Ketua TP PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa TAPIS di Desa Panca Tunggal Jaya
31 Pasangan Ikuti Nikah Massal Begawi Cinta Lampung 2026
Gubernur Mirza Tekankan Pentingnya Agama dan Dialog dalam Rumah Tangga

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Sebanyak 31 pasangan
calon pengantin mengikuti Nikah Massal Begawi Cinta Lampung 2026 bertema
"Bersama Menghadirkan Pernikahan Sah dan Bermartabat" yang digelar di
Ballroom Masjid Raya Al-Bakrie, Bandar Lampung, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi
Lampung, Masjid Raya Al-Bakrie, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Lampung, Yayasan Bakrie Amanah, serta sejumlah mitra tersebut bertujuan
mempermudah masyarakat memperoleh layanan pernikahan yang sah sekaligus
memperkuat ketahanan keluarga.
Pada prosesi akad nikah sesi pertama, Gubernur
Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut menjadi saksi pernikahan pasangan Muhammad
Andika dan Leli Yuniar. Kehadiran Gubernur sebagai saksi menjadi simbol
dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan pernikahan yang sah dan
bermartabat bagi masyarakat.
Baca Lainnya :
- WLC Raih Penghargaan Kendaraan Terheboh pada Peringatan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung0
- Provinsi Lampung Mantapkan Langkah jadi Sentra Pengembangan Singkong Nasional0
- Sinergi KPK, ATR/BPN, dan Pemprov Lampung Dorong Penyelesaian Persoalan Pertanahan0
- Pemprov Lampung Evaluasi Capaian Retribusi Daerah Semester I 20260
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Lintas Sektor0
Usai menjadi saksi pernikahan, Gubernur Mirza
bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza,
turut menyaksikan secara langsung pernikahan 30 pasangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal menjelaskan program nikah massal tersebut lahir dari keinginan
pemerintah untuk mempermudah masyarakat melangsungkan pernikahan secara resmi.
Pernikahan tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjadi fondasi
bagi lahirnya keluarga yang kuat dan masyarakat yang lebih baik.
"Pemerintah memiliki tugas menghadirkan
pelayanan yang memudahkan masyarakat, salah satunya mempermudah proses
pernikahan. Dengan pernikahan yang sah, akan banyak manfaat yang dirasakan
masyarakat," ujar Gubernur Mirza.
Kepada 31 pasangan pengantin, Gubernur Mirza
menekankan bahwa membangun rumah tangga tidak hanya bertumpu pada kecukupan
materi, melainkan juga pada nilai-nilai agama, komunikasi, dan saling memahami.
Gubernur Mirza berpesan agar para suami tidak
hanya memenuhi kewajiban memberikan nafkah lahir, tetapi juga membekali
keluarga dengan nilai-nilai agama.
"Bukan kemewahan rumah, banyaknya harta,
atau kendaraan yang membuat rumah tangga bahagia. Yang lebih penting adalah
agama yang hidup di dalam keluarga. Selain mencari nafkah, para suami juga
harus mencari ilmu agama dan memberikannya kepada istri serta keluarga,"
ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap keluarga
pasti menghadapi persoalan. Menurutnya, yang membedakan sebuah keluarga
harmonis dengan yang lainnya adalah cara pasangan suami istri menyelesaikan
masalah melalui dialog.
"Rumah tangga yang baik bukanlah rumah
tangga yang tidak pernah menghadapi masalah. Setiap keluarga pasti memiliki tantangan.
Yang membedakan adalah bagaimana suami dan istri memilih menyelesaikannya.
Biasakan berdialog dalam setiap persoalan," jelasnya.
Ia berharap seluruh pasangan yang mengikuti
nikah massal dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta
melahirkan generasi yang saleh dan mampu berkontribusi bagi pembangunan
Provinsi Lampung.
Gubernur Mirza juga mengapresiasi seluruh pihak
yang telah mendukung penyelenggaraan program tersebut.
Nikah Massal Begawi Cinta Lampung, lanjutnya,
layak menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Provinsi Lampung untuk
menghadirkan layanan serupa bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Masjid Raya
Al-Bakrie Lampung, KH. Basyaruddin Maisir, mengatakan Begawi Cinta Lampung
tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan awal dari gerakan
membangun keluarga sakinah secara berkelanjutan.
Menurutnya, program tersebut akan dilanjutkan
dengan berbagai layanan, seperti sidang isbat nikah, kelas pranikah, pembinaan
keluarga sakinah, hingga layanan konseling keluarga.
"Kami berharap program ini tidak hanya
menghadirkan pernikahan yang sah, tetapi juga melahirkan keluarga-keluarga yang
tangguh, harmonis, dan menjadi pilar pembangunan masyarakat," katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Lampung, Zulkarnain, juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah
Provinsi Lampung dan Masjid Raya Al-Bakrie dalam menghadirkan pelayanan nikah
massal secara gratis bagi masyarakat.
Ia berpesan kepada seluruh pasangan agar tidak
mencari kesempurnaan dalam diri pasangan, melainkan saling melengkapi
kekurangan satu sama lain.
"Tidak ada manusia
yang sempurna selain Nabi Muhammad SAW. Karena itu, suami dan istri harus
saling menerima dan saling melengkapi dalam membangun keluarga," ujarnya.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)