- Damkar Tanggamus Bergerak, Semprot Sekolah dan Fasilitas Terdampak Abu Vulkanik
- Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN
- Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan
- Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
- Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
- 20 Kecamatan Terdampak Abu Vulkanik, KBM Dialihkan Daring 7–8 September
- Bupati Perintahkan OPD Bergerak Cepat Antisipasi Abu Krakatau dan Karhutla
- Bupati Harap KONI Expo Bukan Pameran, Tapi Pencetak Juara dan Penggerak Ekonomi
- Vesta Pantai 2026 Meriahkan Pesisir Barat
- Waspada Dampak Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Dorong Sukses Penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menggelar Evaluasi
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus Pengukuhan Penggerak Partisipasi
Sensus Ekonomi 2026 (PPSE26) Provinsi Lampung di Hotel Golden Tulip Bandar
Lampung., Kamis (23/07/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk
memperkuat sinergi lintas sektor serta membangun tingkat kepercayaan publik
(public trust) dan partisipasi aktif masyarakat serta pelaku usaha terhadap
validitas pendataan statistik ekonomi di Provinsi Lampung.
Baca Lainnya :
- Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Tampil di Catwalk0
- Lampung In Diperkuat jadi Kanal Pengaduan Masyarakat0
- Diskominfotik Jajaki Kerja Sama dengan UIN Raden Intan, Perkuat Ekosistem Data Daerah0
- Sinergi Pemprov dan BI Lampung Pacu Ekonomi Digital Lewat Event SIGER Sport 20260
- Pawai Budaya dan Arak-arakan Kendaraan Hias Meriahkan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung0
Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang
disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik
(Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo menegaskan bahwa keberhasilan
Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan metodologi BPS,
melainkan oleh legitimasi dan kepercayaan masyarakat.
"Sensus Ekonomi ini memiliki tantangan
sekaligus peluang. Tantangan terbesarnya adalah membangun kepercayaan publik di
tengah kekhawatiran para pelaku usaha. Kehadiran para tokoh agama, akademisi,
pimpinan organisasi, hingga kelompok referensi di desa seperti Ikatan Bidan
Indonesia (IBI) sangat strategis untuk mengedukasi dan meyakinkan masyarakat
bahwa data sensus dijamin kerahasiaannya dan diperuntukkan bagi kemajuan
pembangunan," ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan bahwa di tengah dinamika
ekonomi digital, seperti maraknya e-commerce dan UMKM berbasis teknologi,
potret data yang utuh dan presisi sangat dibutuhkan. Data yang akurat menjadi
determinasi kunci (key determination) agar intervensi kebijakan yang dirancang
pemerintah pusat maupun daerah tepat sasaran serta mampu melindungi pelaku
usaha lokal.
Gubernur menggarisbawahi bahwa sensus ini bukan
sekadar agenda rutin, melainkan instrumen vital untuk merancang masa depan
ekonomi Lampung agar lebih inklusif dan berdaya saing.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPS Provinsi Lampung dan Forum
Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Lampung yang diwakili oleh H. Darussalam,
S.H., M.H., sebagai wujud komitmen gotong royong mengawal keberhasilan sensus.
Selanjutnya, berdasarkan Petikan Keputusan
Kepala BPS Provinsi Lampung Nomor 175 Tahun 2026 tanggal 20 Juli 2026, sebanyak
18 tokoh dan perwakilan lembaga secara resmi dikukuhkan sebagai Penggerak
Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Lampung.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Riswan Prasetyo,
mengungkapkan bahwa tantangan utama petugas di lapangan saat ini bukan pada
penemuan unit usaha, melainkan membentengi kepercayaan masyarakat agar bersedia
memberikan informasi secara akurat dan apa adanya.
"Kepercayaan sering kali tumbuh dari figur
yang dipercaya masyarakat. Ketika tokoh agama, akademisi, dan pimpinan
komunitas mengajak jemaah serta anggotanya, pintu kepercayaan akan terbuka
lebar. Kami tidak meminta Bapak/Ibu menjadi petugas sensus, tetapi menjadi
penyambung harapan dan penggerak kepercayaan publik," ucap
Riswan.[MFh/Pemerintah Provinsi Lampung]











3.jpg)