- Pemprov Lampung Dorong Transformasi Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Penguatan SDM
- Pemprov Lampung Perkuat Strategi Lawan TBC, Didukung Pemerintah Pusat
- Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan, 51 Kepala Sekolah Dilantik
- Umi Laila Hadiri Pengajian Akbar Harlah Ke-50 Ponpes Yasmida Ambarawa
- Polsek Kota Agung Tangkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor saat Hendak Kabur
- Polsek Wonosobo Identifikasi Banjir di Bandar Negeri Semuong
- Babinsa Koramil 421-08 Palas Terjun Langsung Dampingi Petani Saat Panen
- BPS Kabupaten Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026 Dan Kukuhkan Agen Statistik Desa
- Wakil Bupati Pringsewu Hadiri Pengajian Triwulan dan Halal Bihalal PAC Muslimat NU Gadingrejo
- Lampung Timur Borong Empat Penghargaan Bergengsi di Ajang TOP BUMD Awards 2026
Pemprov Lampung Dorong Transformasi Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Penguatan SDM

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam
melakukan transformasi ekonomi melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan
hilirisasi komoditas unggulan.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi
Keynote Speaker dalam acara Lampung Post Executive Forum 2026 bertajuk
"Satu Tahun Membangun: Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas
2045" di Hotel Emersia, Selasa (14/04/2026).
Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Dalam
Negeri (Wamendagri) RI, Komjen Pol. (Purn) Akhmad Wiyagus, yang memberikan
paparan mengenai sinergi pusat-daerah dalam akselerasi pembangunan dari
perspektif Kemendagri.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Perkuat Strategi Lawan TBC, Didukung Pemerintah Pusat0
- Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan, 51 Kepala Sekolah Dilantik 0
- Gubernur Kukuhkan Dewan Pendidikan Lampung 2025–2030 0
- Musrenbang 2026 jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung0
- Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan0
Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menyoroti tantangan struktural ekonomi Lampung. Meskipun Lampung
merupakan provinsi terpadat kedua di Sumatera dengan populasi hampir 9 juta
jiwa, mayoritas masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian dengan
pendapatan yang belum memadai.
"Kita adalah penghasil kopi, jagung, dan
singkong nomor satu dan dua di Indonesia. Namun selama ini, komoditas kita
keluar dalam bentuk mentah. Hilirisasi adalah harga mati agar nilai tambah
ekonomi tetap tinggal di Lampung dan dinikmati oleh petani kita," tegas
Gubernur.
Gubernur juga memaparkan program unggulan
"Desaku Maju" yang berfokus pada peningkatan produktivitas desa,
termasuk penyediaan alat pengering (dryer) untuk komoditas pertanian guna
memastikan standar kualitas industri.
Selain itu, dalam hal peningkatan kualitas SDM,
Pemprov Lampung mulai mengirimkan tenaga kerja terampil ke Jepang untuk
mendapatkan keahlian teknis yang diharapkan dapat diaplikasikan saat kembali ke
daerah.
Terkait potensi energi, Gubernur mengungkapkan
bahwa Lampung memiliki aset strategis berupa Green Energy di Ulu Belu yang
merupakan satu-satunya di dunia. Potensi ini, ditambah dengan rencana pembangunan
solar cell di Bendungan Marga Tiga, akan menjadi fondasi bagi pengembangan
empat kawasan industri baru di Lampung, termasuk di Way Kanan.
Sementara itu, Wamendagri RI Akhmad Wiyagus
dalam keynote speechnya menekankan pentingnya digitalisasi pemerintahan dan
efisiensi anggaran, termasuk pengendalian proyek strategis secara real-time dan
pengelolaan risiko untuk mencegah kebocoran anggaran di daerah.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan
penyerahan penghargaan Lampung Post Award: Asta Cita Bersama Lampung Maju.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menerima penghargaan tersebut yang diserahkan
langsung oleh Wamendagri Akhmad Wiyagus.
Selain Gubernur, penghargaan sektor Pemerintah
Daerah juga diberikan kepada Walikota Bandar Lampung, Bupati Lampung Utara, dan
Bupati Lampung Selatan.
Penghargaan juga diberikan kepada instansi di
berbagai sektor, mulai dari hukum dan keamanan, ekonomi, infrastruktur,
ketahanan pangan, hingga pendidikan dan kesehatan.
Pemimpin Perusahaan Lampung Post, Iskandar
Zulkarnain, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan bentuk
kontribusi media dalam memberikan solusi dan edukasi kepada masyarakat serta
apresiasi bagi kepala daerah yang telah bekerja luar biasa untuk kesejahteraan
masyarakat Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]










3.jpg)