- Pemkab Pesibar Perkuat Pengelolaan Fiskal Melalui Rapat Tindak Lanjut Asistensi Kemendagri
- Teguhkan Komitmen, Berikan Yang Terbaik untuk Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Cup Dorong Peningkatan Prestasi Petenis Lampung Utara
- Parade Mighul dan Pawai Budaya, Perkenalkan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Ela Siti Nuryamah jadi Responden Perdana Sensus Ekonomi 2026
- Ratusan Anak Lamtim Tampilkan Karya, Bupati Ela: Mereka Adalah Masa Depan Daerah
- RSUD Pringsewu Canangkan Zona Integritas
- Sekda Pringsewu Ajak ASN Patuh Membayar Pajak Kendaraan Bermotor
- Wabup Agus Hadiri Gerakan Lampung Menanam dan Temu Kader Golkar di Tanggamus
- Respon Cepat Polsek Wonosobo Identifikasi Laporan Beruang Masuk Perkebunan Warga
Pemprov Lampung Perkuat Strategi Lawan TBC, Didukung Pemerintah Pusat

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Rahmat Mirzani
Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat
eliminasi tuberkulosis (TBC) secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan
saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad
Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus, di
Gedung Semergou Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur
menyampaikan bahwa kehadiran dua pimpinan kementerian tersebut menjadi dorongan
moril dan penguatan aksi nyata bagi daerah dalam penanganan kasus TBC,
khususnya dalam hal penemuan dini dan penatalaksanaan pasien.
"Kunjungan ini merupakan
bentuk perhatian dan dukungan bagi kami di daerah untuk memperkuat komitmen dan
aksi nyata sebagai upaya percepatan eliminasi tuberkulosis yang berkelanjutan
di Provinsi Lampung," ujar Gubernur.
Baca Lainnya :
- Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan, 51 Kepala Sekolah Dilantik 0
- Gubernur Kukuhkan Dewan Pendidikan Lampung 2025–2030 0
- Musrenbang 2026 jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan Pembangunan Lampung0
- Inflasi Terkendali, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Program Perumahan0
- Korve PKOR Way Halim Jadi Momentum Pembenahan Kawasan dan Ruang Publik0
Gubernur kemudian menjelaskan bahwa
TBC merupakan tantangan serius yang berdampak langsung pada kesejahteraan
sosial dan ekonomi.
"Kami sadar apabila TBC ini sudah
terjangkit di tengah masyarakat tentunya akan sangat menular, akan meresahkan
masyarakat, menurunkan produktivitas, dan akan menyulitkan dalam mencapai
target-target pembangunan kami," tegasnya.
Gubernur selanjutnya memaparkan
keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan bagian dari
implementasi Asta Cita Presiden. Melalui CKG, deteksi dini berbagai penyakit
tidak menular dapat dilakukan secara masif di tingkat Puskesmas, yang
diharapkan mampu menekan angka rujukan di rumah sakit besar seperti RSUD Abdul
Moeloek.
Terkait kinerja kesehatan, Provinsi
Lampung menunjukkan tren positif. Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM)
kesehatan pada tahun 2024 mencapai 103% dan meningkat tajam menjadi 131% pada
tahun 2025. Adapun untuk tingkat kesembuhan atau enrollment pengobatan TBC
sensitif obat, Lampung mencatatkan angka 98% pada tahun 2025 dan telah mencapai
81% pada triwulan pertama tahun 2026.
Meskipun demikian, Gubernur
menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Pemerintah Kota Bandar Lampung dan
para kader kesehatan, untuk tidak lengah dan terus meningkatkan penemuan kasus
aktif. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan eliminasi TBC terletak pada
kekuatan kolaborasi.
"Kita tidak akan bisa mencapai
target-target yang direncanakan oleh pemerintah pusat apabila pemerintah
bekerja sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan semua sektor. Ajak semua
pihak, masyarakat, komunitas, hingga ormas dalam penanggulangan ini. Pemerintah
hari ini harus pintar melakukan kolaborasi," tutup Gubernur.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan
(Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus memaparkan strategi baru yang tidak hanya
fokus pada pengobatan pasien sakit, tetapi juga pada pencegahan. Salah satunya
adalah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan
penemuan kasus TBC.
Di Kota Bandar Lampung, Kemenkes memproyeksikan
pemeriksaan terhadap 20.000 orang yang merupakan kontak erat dari sekitar 4.000
pasien TBC yang ditemukan tahun lalu.
"Kalau kita mau berantas TBC
dari Lampung, maka semua orang yang tidak sakit (kontak erat) harus mendapatkan
obat pencegahan (TPT). Kuman itu dimatikan sebelum dia bisa bangun,"
tegasnya.
Untuk mendukung keberhasilan
program ini, Wamenkes membawa kabar baik mengenai dukungan anggaran dan
kesejahteraan kader. Kemenkes telah mengalokasikan tambahan anggaran ekstra
sebesar Rp4,1 triliun khusus untuk pemberantasan TBC, termasuk pengadaan alat
rontgen dan pemberian insentif bagi kader TB di tingkat desa/kelurahan.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad
Wiyagus menegaskan bahwa penanggulangan TB merupakan atensi khusus Presiden RI
dengan target penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun. Ia menekankan bahwa
kehadiran pemerintah pusat di daerah adalah untuk memastikan komitmen tersebut
berjalan secara operasional hingga ke tingkat akar rumput.
"Bapak Presiden memberikan
atensi khusus, kasih target kepada kita tiga tahun ini harus sudah
tuntas," ujar Wamendagri.
Wamendagri mengingatkan bahwa TB bukanlah
sebuah aib dan masyarakat harus diberikan edukasi bahwa penyakit ini dapat
disembuhkan secara total. Ia mendorong kolaborasi aktif dengan TNI, Polri, dan
kader kelurahan sebagai ujung tombak deteksi dini demi mewujudkan kualitas SDM
yang unggul menyongsong Indonesia Emas 2045. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi
Lampung]











3.jpg)