- Wakil Bupati Tanggamus Monitoring MAS TOSA
- Pemprov Lampung Apresiasi Peluncuran Empat Program PPDS Baru FK Unila
- Produksi Kopi Tanggamus Meningkat, Petani Penerima Manfaat Terima Santunan Jamsos
- Wakapolres Tanggamus Beri Arahan Personel yang Mutasi
- KKG Rayon 2 Negeri Katon Laksanakan Penguatan Kompetensi Guru
- UPT SMP Negeri 1 Gadingrejo Lepas 3 Murid, Ikuti Jambore Nasional XII di Cibubur
- Setahun Kodam XXI/Raden Intan, Sinergi TNI-Pemprov Diperkuat untuk Stabilitas dan Ketahanan Pangan
- Hadapi El Nino, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air di Berbagai Sektor
- PSEL Lampung Raya Disiapkan Jadi Solusi Sampah dan Penguatan Energi Daerah
- Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Layanan Pertanahan
Pemprov Lampung Apresiasi Peluncuran Empat Program PPDS Baru FK Unila
Wagub Jihan Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis dan Kembali Mengabdi ke Daerah

BANDARLAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung mengapresiasi peluncuran empat Program Pendidikan Dokter Spesialis
(PPDS) baru di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila).
Keempat program tersebut yakni PPDS Penyakit
Dalam, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Kesehatan Anak, serta Bedah.
Peluncuran program pendidikan spesialis
tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas
Lampung, Senin (10/8/2026).
Baca Lainnya :
- Setahun Kodam XXI/Raden Intan, Sinergi TNI-Pemprov Diperkuat untuk Stabilitas dan Ketahanan Pangan0
- Hadapi El Nino, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air di Berbagai Sektor0
- PSEL Lampung Raya Disiapkan Jadi Solusi Sampah dan Penguatan Energi Daerah0
- Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi dan Layanan Pertanahan0
- Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran0
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela
mengatakan, hadirnya empat program PPDS tersebut merupakan sejarah baru bagi FK
Unila sekaligus langkah penting dalam memperkuat sumber daya manusia di bidang
kesehatan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung,
saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada
Universitas Lampung. Kami akan terus membersamai Unila dalam menciptakan
ekosistem pendidikan yang semakin baik dan kuat untuk mendukung pembangunan,
khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan," ujar Jihan.
Menurut Jihan, pembangunan daerah tidak cukup
hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Investasi sumber
daya manusia juga harus menjadi perhatian utama karena menjadi fondasi bagi
keberlanjutan pembangunan.
"Pembangunan yang sesungguhnya juga harus
memberikan perhatian besar terhadap investasi jangka panjang yang menjadi
fondasi masa depan daerah. Investasi itu adalah pembangunan sumber daya
manusia," katanya.
Ia menilai keberadaan PPDS di FK Unila sejalan
dengan visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas, terutama dalam menciptakan
sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing.
Jihan menyebut kebutuhan dokter spesialis masih
menjadi salah satu tantangan besar di sektor kesehatan. Persoalannya bukan
hanya menyangkut jumlah dokter spesialis, tetapi juga pemerataan distribusinya
hingga ke daerah.
"Kita ingin menjadi bagian dari upaya
memenuhi kebutuhan dokter spesialis, khususnya di daerah. Namun, selain
persoalan jumlah, kita juga menghadapi tantangan bagaimana memastikan
pemerataan distribusi dokter spesialis di seluruh wilayah," jelasnya.
Ia mengatakan dokter spesialis saat ini masih
cenderung terkonsentrasi di kota-kota besar. Kondisi tersebut tidak terlepas dari
berbagai faktor, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan.
Karena itu, Jihan menegaskan pemerataan dokter
spesialis harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas kesehatan di daerah.
"Ke depan agar untuk bisa sama-sama kita
uraikan agar dokter spesialis ini mau berpraktik di daerah," ujarnya.
Jihan menambahkan, Pemprov Lampung akan terus
mengevaluasi berbagai kebutuhan tenaga kesehatan di daerah. Dukungan terhadap
dokter spesialis yang bertugas di daerah, menurutnya, harus diberikan agar mereka
dapat menjalankan tugas secara optimal.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga
kualitas proses pendidikan PPDS. Para peserta didik tidak cukup hanya memiliki
kemampuan akademik dan klinis, tetapi juga harus memiliki integritas, empati,
etika, serta jiwa kepemimpinan.
"Saya menitipkan khususnya kepada para
ketua program studi untuk mengawal para peserta didiknya untuk menjalani
program studi dengan sebaik-baiknya dan mewariskan ekosistem pendidikan kepada
adik-adik tingkatnya dengan baik," tegas Jihan.
Jihan juga mengajak pemerintah kabupaten dan
kota, rumah sakit mitra, organisasi profesi, serta seluruh pihak terkait untuk
menjaga kolaborasi dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.
Ia mengibaratkan kerja sama berbagai pihak
tersebut seperti membangun sebuah rumah tangga yang harus memiliki visi dan
tujuan yang sama.
"Rumah tangga yang kita bangun ini adalah
ekosistem pendidikan dokter spesialis. Untuk menyatukan visi dan misi berbagai
institusi memang tidak mudah, tetapi saya percaya tujuan kita sama, yaitu
menciptakan dokter spesialis berkualitas dan memberikan pelayanan terbaik bagi
masyarakat," katanya.
Jihan optimistis PPDS FK Unila dapat berkembang
menjadi salah satu pusat pendidikan dokter spesialis terbaik di wilayah
Sumatera.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota
agar memberikan rekomendasi pendidikan spesialis berdasarkan kebutuhan riil di
masing-masing daerah.
"Rekomendasi harus didasarkan pada
pemetaan kebutuhan dokter spesialis di daerah masing-masing. Kita harus memastikan
dokter yang mendapat rekomendasi memiliki kompetensi dan komitmen untuk kembali
mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan," tegasnya.
Menurut Jihan, langkah tersebut penting agar
investasi pemerintah daerah melalui pendidikan dokter spesialis benar-benar
memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Jangan sampai seseorang mendapatkan
rekomendasi dari daerah untuk menempuh pendidikan spesialis, tetapi setelah
selesai justru tidak kembali mengabdi ke daerahnya. Kita harus memastikan
investasi yang dilakukan daerah benar-benar kembali memberikan manfaat kepada
masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Dekan FK Unila Evi Kurniawaty
mengatakan, peluncuran empat program PPDS tersebut menjadi momentum penting
bagi pengembangan pendidikan dokter spesialis di Lampung.
Dengan terbitnya Surat Keputusan Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Januari 2026, FK Unila memperoleh
kesempatan menambah empat program PPDS. Dengan demikian, jumlah program studi
PPDS di FK Unila yang sebelumnya dua bertambah menjadi enam program.
"Dengan terbitnya SK Kemendiktisaintek
pada Januari 2026, ini menjadi kado yang sangat indah bagi keluarga besar
Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Kami mendapatkan kesempatan menambah
program studi PPDS yang sebelumnya berjumlah dua menjadi enam program
studi," kata Evi.
Sejak keputusan tersebut diterbitkan, FK Unila
melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyusunan kurikulum, penyiapan sumber
daya manusia, hingga membangun kerja sama dengan sejumlah institusi.
"Kami melakukan MoU dengan FK Unpad
sebagai pembina kami, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek sebagai rumah sakit utama,
serta sejumlah rumah sakit jejaring di Provinsi Lampung," ujarnya.
Ia menyebutkan pada Mei 2026, FK Unila bersama
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek melaksanakan seleksi calon peserta PPDS untuk empat
program studi tersebut.
Seleksi meliputi administrasi, pemeriksaan
kesehatan, pemeriksaan kejiwaan, pemeriksaan buta warna, pemeriksaan narkoba,
hingga wawancara.
Selanjutnya, pada Juni 2026 diumumkan calon
mahasiswa PPDS dari empat program studi yang dinyatakan lulus seleksi.
Evi mengatakan, pembukaan program pendidikan
dokter spesialis tersebut merupakan salah satu upaya menjawab kebutuhan dokter
spesialis di Provinsi Lampung.
"Lahirnya PPDS di Provinsi Lampung
merupakan jawaban atas kebutuhan dokter spesialis yang masih dirasakan kurang
untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah kabupaten
dan wilayah di Lampung yang belum memiliki dokter spesialis secara memadai.
Karena itu, penerimaan peserta PPDS diarahkan
kepada dokter umum yang berasal dari kabupaten dan kota di seluruh Provinsi
Lampung.
"Kami berharap para dokter umum yang
mengikuti pendidikan spesialis ini nantinya telah memiliki tempat untuk kembali
dan mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan," kata Evi.
Dengan begitu, FK Unila berharap lulusan PPDS
tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota yang layanan dokter spesialisnya sudah
relatif lengkap, tetapi dapat kembali ke daerah asal untuk mengisi kekurangan
tenaga dokter spesialis.
"Harapannya tentu saja, para spesialis
nantinya tidak akan bekerja di kota ataupun provinsi yang layanan dokter
spesialisnya sudah dirasa lengkap dan cukup," pungkasnya. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)