- 25 Grup Drumband Ramaikan LOUD Championship I Piala Bupati Lamtim 2026
- Pemkot Metro Buka Diklat bagi 31 Calon Paskibraka 2026
- Menteri Agama RI Hadiri Pengukuhan Lima Guru Besar UIN Jurai Siwo Lampung
- Pemprov Perkuat Peran Pesantren dalam Pembangunan dan Pengembangan SDM
- Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran
- Pemprov Dorong Karang Taruna jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Pemberdayaan Desa
- Ngaben Massal Balinuraga, jadi Magnet Kunjungan Wisatawan Asal Itali
- Bupati Egi Targetkan Desa Bali Nuraga jadi Destinasi Wisata Unggulan
- Wabup Pesawaran Ajak Mahasiswa jadi Pemimpin Adaptif, Berintegritas, dan Berdampak
- BPS: Ekonomi Kota Metro Tumbuh 5,20 Persen pada 2025
Menteri Agama RI Hadiri Pengukuhan Lima Guru Besar UIN Jurai Siwo Lampung


METRO, MFH,-- Menteri Agama Republik Indonesia,
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., menghadiri pengukuhan lima guru besar
Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung di Kota Metro, Sabtu
(08/08/2026). Kehadiran Menteri Agama menjadi momentum penting bagi perkembangan
pendidikan tinggi keagamaan Islam, khususnya setelah IAIN Metro resmi beralih
status menjadi UIN Jurai Siwo Lampung.
Dalam kegiatan tersebut, selain pengukuhan lima
guru besar, agenda juga dilanjutkan dengan launching UIN Raden Intan Lampung
serta peresmian laboratorium terintegrasi enam lantai yang menyatu dengan
perpustakaan.
Baca Lainnya :
- BPS: Ekonomi Kota Metro Tumbuh 5,20 Persen pada 20250
- Pemkot Metro Percepat Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah0
- Sekda Metro Audiensi Bersama KONI, Bahas Persiapan Porprov Lampung 20260
- LPAI Metro Audiensi dengan Sekda, Siapkan Seminar Parenting Nasional0
- Staf Ahli Menteri Pertanian Kunjungi Kota Metro0
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami,
menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Agama RI sekaligus
mengungkapkan rasa syukur atas perubahan status perguruan tinggi tersebut dari
IAIN menjadi UIN.
“Selamat datang Pak Menteri Agama. Inilah
kampus UIN Jurai Siwo Lampung yang di tangan beliau kita berubah status dari
IAIN menjadi UIN Jurai Siwo Lampung,” ujar Ida Umami.
Pada kesempatan tersebut, Ida memohon agar
pengukuhan lima guru besar, launching UIN Raden Intan Lampung, dan peresmian
laboratorium terintegrasi enam lantai yang menyatu dengan perpustakaan dapat
diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI.
lima orang guru besar utama dan kemudian
kegiatan akan dilanjutkan dengan launching UIN Raden Intan Lampung dan juga
peresmian laboratorium terintegrasi enam lantai, menyatukan dengan perpustakaan
kita,” pintanya.
Ida Umami juga menyampaikan sejumlah capaian
UIN Jurai Siwo Lampung setelah beralih status dari IAIN menjadi UIN, salah
satunya penghargaan UI GreenMetric dengan peringkat keempat Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
“Beberapa hal yang kita bersama kemajuan selain
memiliki alih status dari IAIN menjadi UIN, beberapa keberhasilan kita adalah
menerima penghargaan UI GreenMetric nomor empat atau ranking empat PTKIN
se-Indonesia. Walaupun masih tetap orang tua kita yaitu Prof. Jam’ah, UIN Raden
Intan Lampung adalah ranking satu dan kita akan terus berburu ke UIN Raden
Intan Lampung,” ujarnya.
Selain menyampaikan capaian tersebut, Rektor
UIN Jurai Siwo Lampung juga meminta dukungan Menteri Agama, Kepala Kantor
Wilayah Kementerian Agama, dan Wali Kota Metro untuk membantu pendirian Ma’had
Al-Jami’ah.
“Saat ini, salah satu fasilitas yang belum dimiliki
oleh UIN Jurai Siwo Lampung adalah Ma’had Al-Jami’ah. Oleh karena itu, pada
kesempatan yang berbahagia ini, kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar
pendirian Ma’had Al-Jami’ah dapat segera diwujudkan di lingkungan UIN Jurai
Siwo Lampung sebagai bagian dari upaya membentuk mahasiswa yang beriman,
memiliki integritas dan moralitas, berakhlakul karimah, serta memiliki semangat
nasionalisme,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman
Santoso, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Agama RI di Kota
Metro. Menurutnya, kehadiran Menteri Agama merupakan suatu kehormatan sekaligus
motivasi bagi kemajuan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi keagamaan Islam
di Provinsi Lampung dan Kota Metro.
“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya
menyampaikan selamat datang kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., di Kota Metro. Kehadiran Bapak Menteri
Agama merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami serta menjadi
motivasi bagi kemajuan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi keagamaan Islam
di Provinsi Lampung khususnya Kota Metro,” ujar Bambang.
Bambang juga menyampaikan selamat dan apresiasi
kepada para akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar UIN Jurai Siwo
Lampung.“Pengukuhan ini merupakan pencapaian akademik tertinggi yang
mencerminkan dedikasi, integritas, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu
pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap para guru besar yang dikukuhkan
dapat terus menjadi pelopor inovasi, penggerak kemajuan pendidikan, serta
memberikan kontribusi strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan
bangsa.
“Kami berharap para Guru Besar yang dikukuhkan
dapat terus menjadi pelopor inovasi, penggerak kemajuan pendidikan, serta
memberikan kontribusi strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan
bangsa. Sinergi antara Kementerian Agama Republik Indonesia, Universitas Islam
Negeri Jurai Siwo Lampung, dan Pemerintah Kota Metro dapat terus diperkuat
dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat,” lanjutnya.
Menurut Bambang, kolaborasi antarinstansi
diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang
unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia menuju Indonesia Emas 2045.
“Kolaborasi yang erat antarinstansi ini
diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang
unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia menuju Indonesia Emas 2045,”
ujarnya.
Bambang berharap acara Pengukuhan Guru Besar
UIN Jurai Siwo Lampung dapat berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi
kemajuan dunia pendidikan, masyarakat, daerah, dan bangsa Indonesia.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya
menyampaikan bahwa pengukuhan lima guru besar tersebut merupakan modal
intelektual yang sangat penting bagi UIN Jurai Siwo Lampung.
“Tentu yang sangat berbahagia pada hari ini,
lima orang yang kita putuskan menjadi guru besar luar biasa ini merupakan modal
intelektual yang akan dimiliki UIN Jurai Siwo Lampung. Pengukuhan guru besar
biasanya hanya dua orang, tetapi kali ini langsung lima guru besar. Hal ini
juga tidak terlepas dari motivasi Ibu Rektor yang memang sangat progresif dalam
mengurus dan mendorong pengembangan akademik di UIN Jurai Siwo Lampung,” ungkap
Nasaruddin.
Nasaruddin juga menyoroti peran perempuan dalam
kepemimpinan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama yang menurutnya
saat ini terdapat 11 rektor perempuan yang memimpin perguruan tinggi di
lingkungan Kementerian Agama.
“Kita memiliki sekarang ini sudah 11 rektor
perempuan di lingkungan Kementerian Agama yang menjadi pimpinan di perguruan
tinggi. Dan ini mempunyai ciri khas tersendiri adalah lingkungan yang penuh
kembang, asri dan serba hijau. Termasuk juga di daerah Lampung juga terkenal
sebagai salah satu kampus yang terasri di lingkungan Kementerian Agama,”
tuturnya.
Menurut Nasaruddin, perubahan status dari IAIN
menjadi UIN merupakan sebuah prestasi luar biasa sekaligus menjadi kebanggaan
bagi pemerintah daerah. “Tentu ini adalah suatu prestasi yang luar biasa dan
menjadi tambahan bagi kita semuanya. Kalau bisa, seluruh IAIN menjadi seperti
ini, tentu itu yang menjadi harapan kita. Namun, hal tersebut tidak mungkin dapat
dilakukan tanpa melalui prosedur dan kriteria yang sangat ketat,” katanya.
Disisi lain, ia juga menegaskan bahwa perubahan
status IAIN menjadi UIN bukan hanya berkaitan dengan perkembangan intelektual
dan akademik, tetapi juga menjadi social utility atau keunggulan dan kebanggaan
tersendiri bagi pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Nasaruddin mengibaratkan
perkembangan kelembagaan pendidikan Islam dari institut menjadi universitas
seperti perubahan dari kolam kecil menjadi samudra.
“Saya perhatikan agama Islam itu ibaratnya
adalah sebuah kolam kecil. Institut Agama Islam itu ibaratnya sebuah danau. Dan
UIN itu ibaratnya samudra. Islam itu padat dengan ajaran-ajaran universal.
Universalitas Islam itu hanya bisa diwadahi oleh universitas Islam,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran UIN di Kota Metro
memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan berbagai bidang keilmuan
tanpa pembatasan-pembatasan tertentu. “Kalau selama ini, IAIN Metro hanya lebih
berkonsentrasi pada pengetahuan-pengetahuan keagamaan secara khusus. Dengan
perubahan menjadi UIN, maka UIN Jurai Siwo ini juga bisa menciptakan program
studi umum yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat di Metro
Lampung,” katanya.
Karena itu, Nasaruddin mengajak seluruh pihak
untuk bersama-sama merawat keberadaan UIN Jurai Siwo Lampung yang telah
diperjuangkan hingga akhirnya hadir di Kota Metro dengan tugas tidak hanya
mencetak ilmuwan, tetapi juga menjalankan fungsi dakwah dan membentuk lulusan
yang mampu menjadi panutan di tengah masyarakat.
“Karena itu yang kita akan lahirkan di UIN itu
bukan saja seorang sarjana, tapi juga sekaligus sebagai seorang mubaligh,
sekaligus sebagai seorang imam, sekaligus sebagai panutan masyarakat,”
lanjutlulusa
Lulusan UIN diharapkan tidak hanya menguasai
ilmu, tetapi juga mampu mengamalkan ilmu tersebut dan memberikan dampak bagi
masyarakat. “Jadi yang kita akan lahirkan di UIN ini ialah seorang cendekiawan
muslim. Di samping ahli pada ilmunya yang dia geluti, dia juga mengamalkan ilmu
itu dan dia juga memberikan dampak di dalam masyarakat terhadap disiplin
ilmunya. Makanya itu tidak gampang menjadi alumni UIN,” paparnya.
Nasaruddin juga memberikan perhatian khusus
kepada para guru besar yang dikukuhkan untuk dapat mempertahankan status dan
menjaga integritas sebagai akademisi di lingkungan Kementerian Agama.
“Jadi para guru besar memang satu kebanggaan.
Menjadi guru besar di UIN tidak gampang, sangat sulit. Berdarah-darah itu
tugasnya. Tetapi juga tidak gampang untuk mempertahankan status itu,”
tambahnya.
Ia mengingatkan seluruh sivitas akademika UIN
Jurai Siwo Lampung untuk menjaga nama baik institusi, terlebih UIN, mengingat
ekspektasi masyarakat menghendaki bahwa universitas UIN, dosen dan para
mahasiswa untuk bisa jadi panutan serta menjadi tokoh yang memiliki peran dan
memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena itu Bapak Ibu sekalian, salah satu
tanggung jawab kita sangat penting benar-benar bagaimana melahirkan alumni yang
betul-betul sangat-sangat diekspektasikan di dalam masyarakat sebagai seorang
tokoh,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Menteri Agama juga meresmikan
laboratorium terpadu UIN Jurai Siwo Lampung juga mengingatkan agar fasilitas
tersebut benar-benar digunakan untuk menunjang penelitian dan pengembangan ilmu
pengetahuan.
“Saya ingatkan kepada kita semuanya, terutama
kepada segenap para dosen UIN Jurai Siwo ini, laboratorium itu bukan tempat
gagah-gagahan. Saya ingatkan kembali bahwa sejarah intelektual itu berbanding
lurus dengan temuan-temuan intelektual di lab,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan laboratorium terpadu
dapat mendorong lahirnya berbagai temuan dan penelitian baru yang tidak hanya
bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga semakin mendekatkan
manusia kepada Allah SWT.
“Nah, ini yang saya ingin sampaikan kepada kita
semuanya, bahwa laboratorium itu bukan hanya untuk di laboratorium, konsentrasi
fokus pada mikroskop untuk menemukan misalnya partikel-partikel yang terkecil
untuk diperbesar. Tapi seharusnya laboratorium ini juga semakin canggih, temuan
ilmu pengetahuan itu semakin dekat kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala,
Jangan sampai nanti semakin dalam pengetahuan kita tentang satu subjek tetapi
tidak mendekatkan diri kita kepada Allah,” sambungnya.
Menutup sambutannya, Nasaruddin berpesan kepada
para guru besar dan mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan serta
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. [MFH/Diskominfo Metro]










3.jpg)