- Wabup Pesawaran Ajak Mahasiswa jadi Pemimpin Adaptif, Berintegritas, dan Berdampak
- BPS: Ekonomi Kota Metro Tumbuh 5,20 Persen pada 2025
- Pemkot Metro Percepat Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah
- Lampung Barat Raih Penghargaan LPM Award 2026
- Pemkab Pesisir Barat Gaungkan Semangat Nasionalisme
- Bupati Dedi Irawan Serahkan Bantuan Korban Kebakaran
- Satlantas Lakukan Olah TKP dan Pengamanan Jalur Truk Terguling di Kota Agung
- Polres Tanggamus Gelar Safety Riding , Sosialisasi Siger Lampung Presisi dan Layanan 110
- Wagub Jihan Kukuhkan Pengurus Mabigus dan Pembina Gudep UIN Raden Intan
- Pemprov Intensifkan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus
Pemkot Metro Percepat Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro mulai
memperkuat digitalisasi pengelolaan keuangan daerah melalui penerapan Surat
Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online. Sistem ini diharapkan mampu memangkas
rantai birokrasi, mempercepat pencairan anggaran, sekaligus memperkuat transparansi
dan akuntabilitas transaksi pemerintah daerah.
Penerapan SP2D Online tersebut disosialisasikan
kepada para bendahara pengeluaran dan operator SIPD Penatausahaan Keuangan di
lingkungan Pemerintah Kota Metro, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut turut
melibatkan PT Bank Lampung sebagai mitra dalam implementasi sistem.
Dikesempatan ini Sekretaris Daerah Kota Metro,
Ahmad Hariyanto, mengatakan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan
daerah merupakan bagian penting dari tuntutan modernisasi birokrasi.
Baca Lainnya :
- Sekda Metro Audiensi Bersama KONI, Bahas Persiapan Porprov Lampung 20260
- LPAI Metro Audiensi dengan Sekda, Siapkan Seminar Parenting Nasional0
- Staf Ahli Menteri Pertanian Kunjungi Kota Metro0
- Pemkot Metro Kantongi Sertifikat Hak Pakai Lahan di Ganjar Asri0
- Pimpin Apel di Damkarmat, Wali Kota Tekankan Profesionalisme dan Respons Cepat Pelayanan0
“Pengelolaan keuangan berbasis digital bukan
lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam era modernisasi
birokrasi,” kata Ahmad Hariyanto.
Menurutnya, pemanfaatan fitur SP2D Online pada
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) menjadi
langkah strategis untuk menciptakan proses transaksi pemerintahan yang lebih
cepat, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selama ini, proses pengajuan hingga penerbitan
SP2D secara konvensional membutuhkan koordinasi dan proses administrasi yang
cukup panjang. Dengan sistem terintegrasi, proses tersebut dapat dilakukan
secara digital sehingga alur pencairan dana menjadi lebih sederhana dan mudah
dipantau.
“Dengan integrasi sistem SP2D Online ini, kita
memangkas birokrasi dan menghadirkan berbagai efisiensi,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, penerapan
sistem tersebut memberikan sejumlah manfaat, mulai dari mempercepat proses
transaksi, meningkatkan transparansi, hingga mengurangi potensi kesalahan dalam
penginputan data.
Setiap tahapan pencairan juga dapat dilacak
secara lebih akurat. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan proses
pengelolaan keuangan berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperkuat pengawasan
terhadap transaksi pemerintah daerah.
“Setiap tahapan pencairan dapat dilacak secara
akurat, sehingga kita dapat meminimalisasi risiko kesalahan input data manual
maupun potensi human error,” jelasnya.
Selain mempercepat transaksi, SP2D Online juga
mendukung efisiensi operasional melalui pengurangan penggunaan dokumen berbasis
kertas (paperless). Integrasi antara perangkat daerah, Badan Keuangan dan Aset
Daerah (BKAD) Kota Metro, serta Bank Daerah diharapkan membuat proses
administrasi keuangan menjadi lebih sederhana.
Namun, dirinya menekankan bahwa keberhasilan
digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi. Kesiapan
aparatur yang menjalankan sistem menjadi faktor penting agar penerapan SP2D
Online dapat berjalan optimal.
“Keberhasilan implementasi SP2D Online ini
tidak hanya bergantung pada kecanggihan aplikasi atau sistem yang kita gunakan,
tetapi sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang
mengoperasikannya,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta
sosialisasi mengikuti materi teknis secara serius dan aktif menyampaikan
kendala yang mungkin ditemui dalam penerapan sistem tersebut.
Ahmad Hariyanto berharap proses transisi dari
mekanisme konvensional menuju sistem digital dapat berlangsung secara bertahap
dan lancar tanpa mengganggu pelayanan pemerintahan maupun pelaksanaan program
pembangunan.
“Kita samakan persepsi dan komitmen agar masa
transisi menuju sistem digital ini dapat berjalan mulus tanpa mengganggu ritme
pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan di Kota Metro,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank
Lampung beserta tim teknis yang telah mendukung pelaksanaan sosialisasi SP2D
Online.
Melalui penerapan sistem tersebut, Pemerintah
Kota Metro menegaskan komitmennya untuk terus mendorong tata kelola
pemerintahan yang semakin cepat, transparan, efisien, akuntabel, dan berbasis
teknologi, sejalan dengan agenda transformasi digital pemerintah daerah.
[MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)