- Jamnas XIV American Jeep di Lamsel, 850 Peserta Jelajahi Destinasi Pesisir dan Buka Peluang Ekonomi
- Komoditas Unggulan Lampung Tampil di Panggung Global
- Sekda Dorong Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui Evaluasi Sensus Ekonomi 2026
- Pisah Sambut di Mapolda Lampung, Bupati Lampung Barat Titip Harapan Keamanan
- Program Seragam Gratis Lambar Raih Validasi, Bupati Parosil Kantongi Nilai A
- Pelantikan Pengurus Risma Krui Selatan Warnai Pengajian BKMT di Balai Kencana
- Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Quran, BKMT Pesisir Barat Bina Majelis Taklim
- Siswa SDN 2 Air Naningan Raih Juara 1 Membaca Aksara Lampung FTBI 2026
- Kapolres Tanggamus Pimpin Sertijab Kabaglog, Tekankan Efisiensi dan Transparansi Logistik
- Tembus Jalur Laut ke Martanda, Kadinkes Soroti Kebutuhan Tenaga dan Sarana Kesehatan
Jamnas XIV American Jeep di Lamsel, 850 Peserta Jelajahi Destinasi Pesisir dan Buka Peluang Ekonomi

KALIANDA, MFH,-- Ratusan pecinta American Jeep
dari berbagai daerah menjelajahi sejumlah destinasi wisata unggulan Lampung
Selatan dalam rangkaian Jambore Nasional (Jamnas) XIV Persatuan Penggemar
American Jeep Indonesia (PPAJI).
Kehadiran sekitar 850 peserta dengan 360 unit
kendaraan ini menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata Lampung
Selatan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk
usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Jamnas XIV PPAJI Tahun 2026 resmi dibuka oleh
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mewakili Bupati
Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, di Grand Elty Krakatoa, Kalianda, Sabtu
(17/10/2026).
Baca Lainnya :
- Bersama Puskemas Tanjung Bintang BAZNAS Lamsel Gelar Khitanan Gratis0
- Rangkaian Shobat BAZNAS Lamsel Salurkan Bantuan ke Pelaku UMKM Hingga Kaum Duafa0
- Ketua TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Serdang0
- Kunjungan Kerja Danrem 043/Gatam di Kodim 0421/Lampung Selatan0
- Pemprov Dorong ITERA jadi Pusat Ivovasi Pembangunan Daerah0
Kegiatan yang berlangsung pada 16-18 Oktober
2026 ini diikuti 35 klub dari berbagai wilayah di Indonesia. Dari total
kendaraan yang berpartisipasi, sebanyak 280 unit berasal dari luar daerah.
Kegiatan berskala nasional tersebut juga diikuti peserta asal Belanda yang kini
telah menjadi warga negara Indonesia dan berdomisili di Nusa Tenggara Barat.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi
kesempatan bagi Kabupaten Lampung Selatan untuk memperkenalkan daya tarik
wisatanya secara lebih luas.
Terlebih, sejumlah agenda Jamnas tidak hanya
berpusat pada kegiatan otomotif, tetapi juga mengajak peserta menikmati lanskap
pesisir dan destinasi wisata daerah.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan adalah Karnaval Jeep Wisata. Rute
perjalanan dimulai dari Grand Elty Krakatoa, menyusuri jalan pesisir Rajabasa
menuju kawasan wisata Minang Rua, kemudian berakhir di Harbour City, kawasan
Menara Siger, Bakauheni.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan,
Supriyanto, mengatakan perjalanan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan
keindahan alam dan kekayaan destinasi wisata Lampung Selatan kepada peserta
dari berbagai wilayah.
“Rute ini bukan sekadar perjalanan konvoi
kendaraan. Lebih dari itu, perjalanan ini merupakan etalase wisata yang
memperlihatkan keindahan dan kekayaan potensi Kabupaten Lampung Selatan,” kata
Supriyanto.
Ia berharap pengalaman peserta selama
menjelajahi destinasi wisata Lampung Selatan dapat menjangkau khalayak yang
lebih luas melalui dokumentasi foto, video, dan unggahan di media sosial.
Dengan demikian, promosi wisata tidak hanya
berlangsung selama kegiatan, tetapi juga berpotensi berlanjut setelah para
peserta kembali ke daerah masing-masing.
Promosi tersebut diharapkan ikut meningkatkan
minat kunjungan wisatawan dan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, mulai
dari UMKM kuliner hingga usaha yang melayani kebutuhan wisatawan.
Dengan meningkatnya aktivitas pengunjung,
kegiatan berskala nasional seperti Jamnas PPAJI berpotensi memberikan nilai
tambah bagi perekonomian masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Ketua WLC Koordinator Wilayah Lampung Selatan
sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Nivolin, mengatakan Jamnas XIV PPAJI tidak
hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpenggemar American Jeep, tetapi
juga membawa misi promosi pariwisata dan dukungan terhadap UMKM setempat.
Selain karnaval wisata, panitia menghadirkan
beragam kegiatan otomotif untuk memeriahkan jambore, mulai dari kontes Jeep,
lomba jalan lambat, hingga lomba dorong mobil, hingga berkendara dengan
konsep off-road dalam skala ringan.
“Selain itu, bagi para peserta yang ingin
menikmati kegiatan berkendara dengan konsep off-road, kita juga sediakan,
tipis-tipis saja,” ujar Nivolin.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (Pengda)
PPAJI Provinsi Lampung, M. Jonas, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten
Lampung Selatan dan kolaborasi bersama Willys Lampung Community dalam
menyukseskan kegiatan tersebut.
“Yang utama bukan hanya kemeriahan acara,
tetapi silaturahmi sesama penggemar otomotif. Kegiatan ini terselenggara berkat
kerja sama kita semua,” ujarnya.
Pembukaan Jamnas XIV PPAJI turut dihadiri Ketua
Umum PPAJI Letnan Jenderal TNI (Purn) Mulyo Aji, Ketua Umum Willys Lampung
Community (WLC) Henry Kurniawan Yuza, Ketua Harian WLC Lampung, M. Andri
Maulianto, ST, Staf Ahli Bupati Bidang
Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Lampung Selatan Anasrullah, serta
sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Melalui pertemuan komunitas otomotif nasional
dan perjalanan wisata lintas destinasi, Lampung Selatan berpeluang memperluas
jangkauan promosi pariwisata sekaligus mempertemukan potensi daerah dengan
pasar wisata yang lebih luas.
Sebelumnya,
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam audiensi Willys Lampung
Community (WLC) bersama Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang
berlangsung di Lamban Rakyat Lampung Selatan, Rabu (14/10/2026).
Jamnas XIV PPAJI 2026 mengusung tema “Spirit
of Krakatoa”, dengan pembukaan dijadwalkan berlangsung di Grand Elty Krakatoa,
Lampung Selatan, pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini direncanakan dibuka
langsung oleh Bupati Egi.
Bupati Egi menyambut baik penyelenggaraan
jambore berskala nasional tersebut. Ia berharap kegiatan ini berjalan lancar
sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan beragam destinasi wisata
Lampung Selatan kepada peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Semoga
seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses, serta memberikan dampak
positif bagi promosi pariwisata dan perekonomian masyarakat Lampung Selatan,”
ujar Egi.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai
menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata. Pengalaman
peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk saat melintasi kawasan
wisata, diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan untuk mengenal destinasi
unggulan Kabupaten Lampung Selatan.
Ketua Umum WLC, Hendry Yuza, didampingi Ketua
Harian WLC, M. Andi Maulianto, ST, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan terus
berjalan.
“Alhamdulillah, kami bisa diterima untuk
melaporkan kegiatan ini. Kami terus berupaya agar target tersebut dapat tercapai,”
kata Hendry.
Para peserta dijadwalkan datang dari sejumlah
wilayah, di antaranya Bontang, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB),
Medan, hingga Sulawesi. Peserta dari Medan diperkirakan membawa sekitar 20 unit
kendaraan.
Selain menjadi ajang berkumpulnya penggemar
jeep, panitia merencanakan pawai yang melintasi sejumlah kawasan pariwisata di
Lampung Selatan. Rencana ini diharapkan memberi pengalaman langsung kepada
peserta sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah kepada komunitas otomotif
dari berbagai penjuru Indonesia.
“Kami ingin para peserta tidak hanya mengikuti
jambore, tetapi juga merasakan langsung potensi wisata Lampung Selatan. Melalui
kegiatan ini, kami berharap pariwisata daerah semakin dikenal luas,” ujarnya.
Hendry menambahkan, kolaborasi antara
komunitas, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait menjadi bagian penting
dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Dengan kehadiran peserta dari berbagai
daerah, Jamnas XIV PPAJI diharapkan dapat memperkuat jejaring komunitas sekaligus
memperluas promosi pariwisata dan membuka peluang pergerakan ekonomi bagi
masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. [MFH/rils]










