- Pelantikan Pejabat Pemprov Lampung, Langkah Perkuat Sistem Merit dan Pelayanan Publik
- Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Resmi Hadir di Pekon Way Redak
- Sidak Pasar Liwa, Pemkab dan Satgas Saber Pastikan Harga Bapokting Stabil Jelang Hari Raya
- Sensus Ekonomi 2026, Bupati Lampung Barat Minta BPS Bisa Membaca Situasi
- Respon Cepat Pemkab Lampung Tengah Usai Puting Beliung Rusak Permukiman Warga
- Pemkot Metro Gelar Safari Ramadan 1447 H, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat
- Plh Sekda Kota Metro Pimpin Safari Ramadan 1447 H di Purwosari
- Gubernur Lampung Tinjau Jalan Pattimura, 10 Miliar Siap Digunakan untuk Perbaikan
- Setahun Memimpin Tanggamus Bupati Gelar Tasyakuran dan Buka Bersama
Evakuasi Pemuda Tenggelam, Polsek Pulau Panggung dan Warga Empat Jam Lewati Jurang dan Hutan

TANGGAMUS, MFH,-- Proses evakuasi
jasad seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Way
Kepayang (Way Ngarip), Register 30, Pekon Karang Rejo, Kecamatan Ulu Belu,
Kabupaten Tanggamus, berlangsung dramatis dan penuh tantangan, Senin
(23/2/2026) sore.
Kapolsek Pulau Panggung Polres
Tanggamus, AKP Jumbadio, S.H., mengatakan korban diketahui bernama Suroso (28),
warga Pekon Karang Rejo Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus.
"Korban ditemukan sekitar
pukul 16.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia, berjarak kurang lebih 2
kilometer dari titik penyeberangan sungai yang diduga menjadi lokasi awal
kejadian," kata AKP Jumbadio mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad
Sujatmiko, S.I.K., M.H.
Baca Lainnya :
- Polsek Pulau Panggung Identifikasi Banjir dan Longsor di Air Naningan0
- Dibackup Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus, Polsek Pulau Panggung Tangkap Pelaku Curanmor0
- Bupati Tanggamus Hadiri Pelantikan Kepala Pekon Hasil PAW 0
- Satresnarkoba Polres Tanggamus Amankan 12 Orang Terduga Penyalahguna Sabu di Bulok0
- Polsek Kota Agung Dibantu Warga Tangkap Pelaku Percobaan Pencurian di Way Gelang, Dua Rekannya DPO0
Kapolsek menyebut, lokasi penemuan
berada di kawasan Register 30 yang memiliki kontur ekstrem. Medan menuju titik
evakuasi berupa jurang curam, hutan lebat, serta jalur setapak tanpa akses
kendaraan roda dua maupun roda empat.
'Untuk mencapai lokasi, petugas dan
warga harus berjalan kaki menembus hutan selama kurang lebih empat jam,"
ujarnya.
AKP Jumbadio menjelaskan bahwa
proses pengangkatan jenazah dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya.
Warga dan aparat harus berhati-hati melewati tebing dan aliran sungai berbatu
yang licin akibat hujan.
“Medan sangat sulit, tidak ada
akses jalan kendaraan. Tim harus berjalan kaki cukup lama dengan kondisi naik
turun jurang dan menyusuri aliran sungai,” jelasnya.
Kapolsek mengungkapkan, peristiwa
bermula pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB saat korban pamit pergi
ke kebunnya di Perkebunan Kepayang Register 30 untuk memperbaiki gubuk. Namun
hingga Minggu (22/2/2026), korban tidak kembali ke rumah.
Keluarga
Sempat Melakukan Pencarian Mandiri
Informasi kemudian diperoleh dari
saksi bernama Nadi (50), yang mengaku mendengar suara sepeda motor meraung di
tengah Sungai Kepayang saat hujan deras pada Sabtu sore. Tak lama kemudian
suara tersebut hilang. Senin pagi, warga menemukan sepeda motor korban sekitar
500 meter dari jalur penyeberangan sungai.
"Pencarian terus dilakukan hingga
akhirnya jasad korban ditemukan oleh seorang warga bernama Lihun (40) yang
sedang memancing di aliran Way Ngarip," jelasnya.
Lanjutnya, meski terkendala
beratnya medan, Polsek Pulau Panggung bersama warga tetap berupaya maksimal
mengevakuasi korban hingga berhasil dibawa ke permukiman untuk selanjutnya
diserahkan kepada pihak keluarga.
Kapolsek menambahkan, dari hasil
pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Pihak keluarga menerima
kejadian tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan untuk
tidak dilakukan autopsi," tandasnya. [MFH/Din/rils]










3.jpg)