- Pemkab Pesibar Perkuat Pengelolaan Fiskal Melalui Rapat Tindak Lanjut Asistensi Kemendagri
- Teguhkan Komitmen, Berikan Yang Terbaik untuk Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Cup Dorong Peningkatan Prestasi Petenis Lampung Utara
- Parade Mighul dan Pawai Budaya, Perkenalkan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Ela Siti Nuryamah jadi Responden Perdana Sensus Ekonomi 2026
- Ratusan Anak Lamtim Tampilkan Karya, Bupati Ela: Mereka Adalah Masa Depan Daerah
- RSUD Pringsewu Canangkan Zona Integritas
- Sekda Pringsewu Ajak ASN Patuh Membayar Pajak Kendaraan Bermotor
- Wabup Agus Hadiri Gerakan Lampung Menanam dan Temu Kader Golkar di Tanggamus
- Respon Cepat Polsek Wonosobo Identifikasi Laporan Beruang Masuk Perkebunan Warga
DesaKu Maju Dorong Hilirisasi Perdesaan Lampung untuk Perkuat MBG dan KDMP


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus mempercepat penguatan ekonomi berbasis desa melalui Program
DesaKu Maju dengan menempatkan hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi
utama peningkatan nilai tambah, kesejahteraan masyarakat, dan ketahanan pangan
daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto,
yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, pada kegiatan Pelatihan
Operator Mesin Pengering (Bed Dryer) dan Manajemen Bisnis di Kecamatan Natar,
Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (5/4/2026).
Baca Lainnya :
- Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi untuk Data Berkualitas0
- Evaluasi Desaku Maju 2025, Pemprov Lampung Siapkan Strategi Penguatan Hilirisasi Desa0
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Antarwilayah untuk Optimalisasi PAD0
- Pemprov Lampung Buka Ruang Kolaborasi, Mahasiswa Didorong Aktif Tentukan Arah Pembangunan0
- Inflasi Lampung Terendah Nasional, Pemprov Perkuat Pengendalian Harga Pasca Lebaran 20260
Anang menjelaskan bahwa Program DesaKu Maju
merupakan bagian dari transformasi ekonomi desa yang dirancang secara terarah
dan berkelanjutan, sekaligus mencerminkan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung
dalam memperkuat struktur ekonomi dari tingkat akar rumput.
Sejalan dengan arahan Gubernur Lampung dalam
rapat koordinasi beberapa waktu lalu, pelaksanaan Program DesaKu Maju diarahkan
sebagai upaya hilirisasi di tingkat desa, bukan sekadar penyaluran alat dan
mesin pertanian. Fokus pengembangan ditetapkan pada tiga komoditas utama, yakni
padi, jagung, dan singkong, yang dinilai mampu menjadi penggerak utama ekonomi
Lampung dari desa.
Hilirisasi dipandang sebagai kunci dalam
mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan daya saing produk pertanian, serta
memperpendek rantai distribusi. Melalui pemanfaatan teknologi pascapanen
seperti mesin pengering (bed dryer), kualitas hasil panen dapat ditingkatkan,
kehilangan pascapanen ditekan, dan akses pasar petani diperluas.
Selain penguatan kualitas produk utama,
hilirisasi juga mencakup pemanfaatan sisa hasil pertanian menjadi produk
bernilai tambah, termasuk pakan ternak berbasis bahan lokal. Pendekatan ini
diharapkan membentuk ekosistem produksi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan
berorientasi ekonomi sirkular di perdesaan.
Program DesaKu Maju juga terintegrasi dengan
berbagai agenda strategis nasional dan daerah, di antaranya dukungan terhadap
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Kawasan Desa Mandiri Pangan, serta
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen penguatan ekonomi
kerakyatan.
Anang menambahkan bahwa Program DesaKu Maju
Lampung menekankan pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan utama dalam
pengentasan kemiskinan, dengan mendorong kemandirian ekonomi desa dan
mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Secara konkret, pada tahun 2026 Pemerintah
Provinsi Lampung menargetkan pengembangan fasilitas bed dryer di 82 lokasi,
penyebaran pupuk organik cair (POC) di 800 titik, serta pelaksanaan program
vokasi bagi 500 peserta untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa.
Pada tahap lanjutan, pengembangan kawasan percontohan hilirisasi juga diarahkan
tersebar di berbagai kabupaten dan kota sesuai potensi komoditas unggulan
daerah.
Upaya hilirisasi komoditas pertanian yang
difokuskan pada padi, jagung, dan singkong telah menunjukkan hasil positif di
sejumlah wilayah. Optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terus didorong sebagai motor penggerak
ekonomi desa, termasuk dalam pengelolaan sarana pascapanen dan distribusi hasil
produksi.
“Penguatan infrastruktur desa, kemudahan akses
pasar, serta dukungan permodalan bagi pelaku usaha desa menjadi bagian penting
dalam implementasi program ini,” tegas Anang.
Pemerintah Provinsi Lampung optimistis bahwa
penguatan hilirisasi pertanian akan berdampak signifikan terhadap peningkatan
pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja di perdesaan, penguatan ketahanan
pangan, serta ketersediaan pasokan bahan baku yang berkelanjutan untuk
mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Ke depan, Pemprov Lampung memastikan
perencanaan dan pelaksanaan Program DesaKu Maju dilakukan secara terukur,
terintegrasi, dan berkesinambungan guna menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan
ekonomi daerah yang dimulai dari desa. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)