- Pemkab Pesibar Perkuat Pengelolaan Fiskal Melalui Rapat Tindak Lanjut Asistensi Kemendagri
- Teguhkan Komitmen, Berikan Yang Terbaik untuk Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Cup Dorong Peningkatan Prestasi Petenis Lampung Utara
- Parade Mighul dan Pawai Budaya, Perkenalkan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara
- Bupati Ela Siti Nuryamah jadi Responden Perdana Sensus Ekonomi 2026
- Ratusan Anak Lamtim Tampilkan Karya, Bupati Ela: Mereka Adalah Masa Depan Daerah
- RSUD Pringsewu Canangkan Zona Integritas
- Sekda Pringsewu Ajak ASN Patuh Membayar Pajak Kendaraan Bermotor
- Wabup Agus Hadiri Gerakan Lampung Menanam dan Temu Kader Golkar di Tanggamus
- Respon Cepat Polsek Wonosobo Identifikasi Laporan Beruang Masuk Perkebunan Warga
Inflasi Lampung Terendah Nasional, Pemprov Perkuat Pengendalian Harga Pasca Lebaran 2026


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memperkuat pengendalian inflasi di tengah dinamika harga selama
Ramadan dan Idulfitri 2026. Upaya tersebut tercermin dari capaian inflasi
Provinsi Lampung yang tercatat sebagai yang terendah secara nasional, yakni
sebesar 1,16 persen (year-on-year) pada Maret 2026 dan 10 besar provinsi dengan
inflasi 0,15 persen (month to month).
Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi
Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian
dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, secara virtual dari Ruang Command Center
Lantai II, Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (6/4/2026).
Baca Lainnya :
- Wagub Jihan Nurlela Ajak IDI Perkuat Peran sebagai Mitra Pemprov Lampung0
- Event Justice Run 2026, Pemprov Lampung Gaungkan Pembangunan Berkeadilan dan Akses Infrastruktur0
- Personel Gabungan Disiagakan Amankan Laga Bhayangkara FC Kontra Persija0
- Gubernur Mirza Bersama Masyarakat Berolahraga dalam Ajang Bertema Justice Run0
- Pemprov Lampung Percepat Proses Pembangunan Lampung Sport Center (LSC)0
Secara nasional, Kepala Badan Pusat Statistik
(BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa inflasi bulan Maret 2026
tetap terkendali meskipun bertepatan dengan momen Ramadan dan Idulfitri.
Inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,41 persen, sementara
inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 3,48 persen.
“Inflasi pada Maret 2026 terutama didorong oleh
kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,32 persen.
Kenaikan ini seiring meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan
Lebaran,” ujar Amalia.
Meski demikian, pemerintah dinilai berhasil
meredam lonjakan harga melalui berbagai kebijakan strategis, seperti pemberian
diskon tarif transportasi dan pengendalian distribusi pangan. Beberapa
komoditas bahkan mengalami penurunan harga (deflasi), seperti tarif angkutan
udara, tarif jalan tol, serta komoditas emas perhiasan.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito
Karnavian menegaskan bahwa tren inflasi nasional menunjukkan perbaikan
signifikan. Ia menjelaskan bahwa inflasi tahunan berhasil turun dari kisaran di
atas 4 persen menjadi 3,48 persen, masih dalam rentang target pemerintah sebesar
2,5±1 persen.
“Pengendalian inflasi harus dilihat dari dua
sisi, yaitu year-on-year untuk gambaran umum, dan month-to-month untuk langkah
pengendalian cepat. Dari Februari ke Maret, inflasi turun dari 0,68 persen
menjadi 0,41 persen, ini menunjukkan tren positif,” jelasnya.
Tito juga menyoroti bahwa faktor musiman
seperti Ramadan dan Lebaran selalu memicu kenaikan harga, khususnya pada sektor
pangan dan transportasi. Namun, intervensi pemerintah terbukti mampu menahan
tekanan inflasi agar tidak melonjak tinggi seperti tahun sebelumnya.
Sementara itu, BPS mencatat bahwa secara
nasional, sejumlah komoditas pangan masih perlu diwaspadai, seperti bawang
merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras yang mengalami kenaikan harga di
berbagai daerah. Meski demikian, tren pasca Lebaran menunjukkan mulai
terjadinya normalisasi harga di sejumlah wilayah.
Khusus di Provinsi Lampung, capaian inflasi
yang rendah menunjukkan efektivitas langkah pengendalian yang dilakukan
pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Selain itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH)
pada minggu pertama April 2026 tercatat mengalami penurunan sebesar -0,8
persen, menjadi sinyal positif bahwa harga-harga mulai stabil pasca Lebaran.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk
terus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui penguatan
sinergi antarinstansi, pemantauan harga secara berkala, serta intervensi tepat
sasaran terhadap komoditas strategis.
Dengan capaian ini, Lampung tidak hanya
menunjukkan ketahanan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan harapan bagi
masyarakat akan stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah momentum
Ketidakstabilan geopolitik global yang berdampak terhadap perekonomian
nasional. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)