- Bupati Tanggamus Sambut Kunjungan Kajati Lampung
- Lampung Perkuat Tata Kelola Ketahanan Pangan, Dukung Target Swasembada Nasional
- Wapres Gibran dan Wagub Jihan Pantau Pembangunan Jembatan Way Bungur
- Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong Lampung Timur
- Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan Way Bungur
- Pemkot Metro Tegaskan Komitmen Benahi TPAS Karangrejo
- Wali Kota Metro Serahkan Kunci Rumah Baru kepada Rudiyanto
- Bupati Parosil Minta MBG Tak Sekadar Bergizi: Libatkan Petani-Peternak
- B2SA Goes To Posyandu, Ketua TP-PKK Lambar Ajak Masyarakat Cegah Stunting Lewat Pangan Bergizi
- Damar Mata Kucing Krui Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong Lampung Timur
Janjikan Perlindungan Harga hingga Percepatan Infrastruktur

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Harapan baru bagi petani
singkong di Lampung Timur mengemuka saat Wakil Presiden Republik Indonesia
Gibran Rakabuming Raka turun langsung berdialog dengan para petani di Desa
Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Rabu (15/7/2026). Dalam suasana penuh
keakraban, berbagai persoalan yang selama ini membebani petani disampaikan
secara terbuka, mulai dari anjloknya harga singkong, keterbatasan irigasi,
kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan), hingga kondisi jalan usaha tani yang
menyulitkan distribusi hasil panen.
Salah seorang perwakilan petani mengungkapkan
bahwa harga singkong yang tidak menentu menjadi persoalan utama yang berdampak
langsung terhadap kesejahteraan petani. Mereka berharap pemerintah menetapkan
harga yang lebih berpihak kepada petani, minimal di atas Rp2.500 per kilogram,
sehingga usaha tani tetap memberikan keuntungan.
Selain itu, para petani juga meminta perhatian
terhadap pembangunan jalan usaha tani, jaringan irigasi, serta bantuan alsintan
untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mengingat sebagian besar lahan di
wilayah Sukadana masih bergantung pada air hujan.
Baca Lainnya :
- Wapres Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan Way Bungur0
- Tanamkan Integritas Sejak Dini, Pemkab Lamtim Dukung Program PAKSI Masuk Sekolah0
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Jalin Kolaborasi Strategis dengan Kementerian UMKM RI0
- Bupati Ela Siti Nuryamah Ajak Generasi Muda Jaga Budaya di Tengah Arus Digital0
- Bupati Lamtim Tinjau Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Muara Gading Mas0
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wapres
Gibran menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia memastikan pemerintah
pusat tengah menyiapkan sejumlah regulasi guna memberikan perlindungan terhadap
harga singkong di tingkat petani.
"Untuk masalah harga nanti akan kami
lindungi melalui beberapa regulasi. Terkait pembatasan impor ubi kayu dan
turunannya, kemudian penetapan harga acuan, serta standarisasi alat ukur dan
timbangan. Kalau tiga hal itu sudah berjalan, saya yakin harga akan lebih
stabil dan kesejahteraan petani akan meningkat," ujar Gibran.
Tak hanya soal harga, Gibran juga menyampaikan
pemerintah akan memperkuat permodalan koperasi agar distribusi pupuk, kebutuhan
produksi, hingga akses pembiayaan petani menjadi lebih mudah. Ia memastikan
usulan bantuan alsintan, pembangunan irigasi, normalisasi saluran air, serta
pembangunan jalan akan segera dikoordinasikan bersama kementerian terkait dan
pemerintah daerah.
Perwakilan kelompok tani Sukadana turut meminta
pemerintah segera menerbitkan kebijakan nasional mengenai harga dasar singkong
sebagai payung hukum yang memberikan kepastian bagi petani. Mereka juga
berharap pembangunan jaringan irigasi dan bantuan alsintan menjadi prioritas
karena kondisi lahan yang didominasi sawah tadah hujan.
Menanggapi hal itu, Gibran menegaskan seluruh
usulan yang disampaikan akan menjadi perhatian pemerintah.
"Nanti segera kami tindak lanjuti. Usulan
dari kelompok tani akan kami prioritaskan," katanya.
Dialog juga menyinggung persoalan infrastruktur
yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Lampung. Warga menyampaikan kondisi
sejumlah ruas jalan di Sukadana yang rusak sehingga menghambat aktivitas ekonomi,
termasuk pengangkutan hasil pertanian.
Menjawab keluhan tersebut, Gibran mengakui
persoalan jalan memang menjadi aspirasi yang hampir selalu diterimanya setiap
kali berkunjung ke Lampung.
"Saya kalau ke Lampung pasti keluhannya
jalan. Tapi tidak perlu saling lempar tanggung jawab antara provinsi,
kabupaten, atau pusat. Nanti kita koordinasikan bersama. Jalan-jalan yang
menopang kegiatan ekonomi akan kami prioritaskan," tegasnya.
Sebelumnya, Wapres juga meninjau pembangunan
Jembatan Way Bungur yang sempat mangkrak selama bertahun-tahun. Ia memastikan
jembatan darurat akan rampung dalam dua pekan agar dapat segera dimanfaatkan
masyarakat, sementara pembangunan jembatan permanen akan dilanjutkan melalui
sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan
Nurlela menjelaskan Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat perlindungan
terhadap petani singkong melalui Peraturan Gubernur Nomor 36 Tahun 2020 tentang
acuan harga pembelian singkong. Selain itu, Pemprov juga mendorong pengembangan
hilirisasi komoditas ubi kayu.
Menurutnya, pemerintah provinsi saat ini tengah
mengembangkan kerja sama pembangunan kawasan bioetanol bersama PTPN serta
mengusulkan pembangunan pusat riset ubi kayu di Lampung sebagai daerah penghasil
singkong terbesar di Indonesia.
Di hadapan Wapres, Bupati Lampung Timur Ela
Siti Nuryamah melaporkan bahwa Kabupaten Lampung Timur merupakan penghasil
singkong terbesar kedua di Provinsi Lampung dengan produksi mencapai sekitar
1,1 juta ton per tahun.
Ela menjelaskan Kecamatan Sukadana menjadi
wilayah dengan hamparan lahan singkong terluas yang sebagian besar merupakan
lahan tadah hujan. Karena itu, pemerintah daerah terus mengupayakan pembangunan
jaringan irigasi melalui program pompanisasi guna meningkatkan produktivitas
pertanian.
Terkait keluhan masyarakat mengenai jalan, Ela
memastikan ruas jalan yang dimaksud telah masuk dalam APBD Kabupaten Lampung
Timur Tahun Anggaran 2026. Ia menjelaskan pelaksanaan pembangunan sempat
mengalami keterlambatan akibat proses administrasi, namun dipastikan akan
segera direalisasikan.
"Bapak ibu doakan semoga semua program
yang telah direncanakan berjalan lancar," harap Ela.
Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran
Rakabuming Raka di Lampung Timur menjadi momentum penting dalam memperkuat
sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten
untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani singkong. Mulai dari
kepastian harga, peningkatan produktivitas melalui dukungan sarana pertanian,
hingga percepatan pembangunan infrastruktur, seluruhnya diharapkan mampu
mendorong kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai
sentra produksi singkong nasional. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)