- Wagub Jihan Dorong Ruang dan Akses Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas
- APBD-P 2026 Disepakati, Pemprov Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi
- APBD Perubahan Kabupaten Pringsewu 2026 Disahkan
- Gubernur Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi
- ITERA dan BPBD Pesawaran Kolaborasi Susun Kajian Risiko Bencana Tahun 2026–2030
- Bupati Serahkan Bantuan Pangan Kepada Warga Fajarmulia Pagelaran Utara
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026
- Plt Bupati Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan Personel Satpol PP dan Damkar
- Pemkab Lamteng Jalin PKS dengan Kanwil Kementerian Hukum Lampung
- Rapat Paripurna DPRD Pesisir Barat Bahas Raperda Perubahan APBD TA 2026
Wagub Jihan Dorong Ruang dan Akses Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Wakil Gubernur Jihan
Nurlela menegaskan pentingnya membuka ruang serta akses seluas-luasnya bagi
anak-anak penyandang disabilitas agar dapat tumbuh berdaya dan mengembangkan
potensinya secara optimal.
Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan Nurlela
saat menghadiri Nonton Bareng (Nobar) Film “Istimewa” bersama keluarga besar
anak-anak disabilitas serta dihadiri oleh produser film Abdullah Mansuri, di
Cinema XXI Mal Kartini, Rabu (23/9/2026).
Wakil Gubernur Jihan Nurlela
menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran tim produksi atas
lahirnya karya layar lebar yang dinilainya sangat bernilai edukatif dan
menyentuh sisi humanis.
Baca Lainnya :
- APBD-P 2026 Disepakati, Pemprov Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi0
- Gubernur Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi0
- Pemprov Lampung Dorong Pengembangan Potensi Desa Berorientasi Ekspor0
- Purnama Wulan Sari Mirza Satukan Langkah Dekranasda0
- Pemprov Dorong Program Perumahan jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja0
"Saya sangat berterima kasih
dan mengapresiasi kepada seluruh tim yang hari ini memproduksi film yang luar
biasa, film yang sangat bernilai bagi saya dan juga keluarga besar PKDL,"
ujar Wagub Jihan.
Wagub menilai film ini membawa
pesan penting mengenai inklusivitas sosial di tengah masyarakat. Menurutnya,
meski kesadaran sosial mulai tumbuh, masih diperlukan dorongan masif agar
masyarakat memandang para penyandang disabilitas secara utuh dan setara.
"Kita melihat hari ini
sebetulnya ruang sudah mulai terbuka untuk kita semua, tetapi masih ada, masih
ditemukan, teman-teman atau masyarakat yang belum bisa sepenuhnya melihat
secara utuh bahwa anak-anak kita, anak-anak disabilitas ini juga punya
kesempatan, potensi yang sama dengan semuanya. Jadi tidak bisa dibatas-batasi,
dikotak-kotaki. Yang perlu bisa dilakukan adalah dibersamai, diberikan
kesempatan, dan juga diberikan akses tentunya," tegas Wagub.
Wagub Jihan selanjutnya mengajak
para penonton merefleksikan makna kesempurnaan ciptaan Tuhan. Keberanian dan
ketangguhan anak-anak disabilitas dalam menghadapi keterbatasan menjadi
inspirasi moral yang berharga bagi seluruh kalangan.
"Semoga kita semua bisa
memaknai film Istimewa ini dengan baik dan juga bisa membuka mata lebih luas
lagi terhadap bagaimana Tuhan mengkaruniakan manusia itu dengan karunia yang
spesial," tuturnya.
"Kita lihat anak-anak kita yang kita
bersamai, anak-anak kita yang kita dampingi, bisa mengeksplorasi potensi mereka
dengan keterbatasannya itu sudah sangat luar biasa," tambahnya lagi.
Wagub berharap, film ini dapat
diterima dan dinikmati seluruh masyarakat. Wagub juga berharap, pesan mendalam
dalam film ini dapat tersampaikan ke seluruh penjuru tanah air.
"Saya harap film ini tidak hanya ditonton
oleh keluarga besar PKDL dan teman-teman komunitas disabilitas, tetapi ditonton
oleh seluruh masyarakat Indonesia sehingga bisa membuka mata, hati kita lebih
luas lagi terhadap teman-teman spesial kita," pungkasnya.
Sebagai informasi, film bergenre
drama keluarga besutan sutradara Ruben Adrian dan produser Abdullah Mansuri ini
telah resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Film “Istimewa” mengisahkan
perjuangan hidup lima karakter anak penyandang disabilitas, Aldo, Bimo, Ken,
Nita, dan Mul, yang tetap berdaya di tengah keterbatasan mereka di sebuah panti
asuhan bernama Rumah Istimewa.
Keseharian kelima anak tersebut
bertumpu pada sosok Ayah Mahendra (diperankan oleh aktor kawakan Mathias
Muchus), figur pengasuh penuh kasih yang memberikan rasa aman dan penerimaan
utuh. Cerita bergulir emosional saat vonis penyakit serius menimpa Ayah
Mahendra hingga membuatnya terpisah dari mereka.
Mengatasi rasa takut
kehilangan tempat bersandar, kelima anak istimewa ini memberanikan diri memulai
perjalanan melintasi dunia luar demi mencari sosok ayah tercinta, sebuah
perjalanan yang menguji ketangguhan, keberanian, dan ikatan persaudaraan mereka.
[MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










