- Sekdaprov Marindo Pimpin Rapat Evaluasi Sekolah Rakyat bersama BPKP
- Sekda Tedi Zadmiko Ikuti Rakor Virtual dengan Kantor Staf Kepresidenan RI
- BNN Provinsi Lampung dan Pemkot Metro Perkuat Sinergi P4GN
- Polres dan Pemkot Metro Gelar Aksi Korve, Wujudkan Sinergi dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Bupati dan Wakil Bupati beserta Kadiskes serta Kepala OPD lain Tatap Muka Dalam Rangka Konsultasi
- Wakil Bupati Umi Laila Buka Musrenbang Kecamatan Banyumas
- Pemkab Pringsewu Bersama Forkopimda Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Fasilitas Publik
- Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-Bersih Dukung Indonesia ASRI
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata
Wabup Pesisir Barat Hadiri Hab Ke-80 Kementerian Agama
Tekankan Kerukunan dan Kedaulatan AI

PESISIR BARAT, MFH,-- Wakil Bupati
Pesisir Barat, Irawan Topani, S.H., M.Kn., menghadiri peringatan Hari Amal
Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia dengan tema “Umat Rukun
dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Kegiatan tersebut digelar di halaman
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu (03/01/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil
Bupati membacakan amanat Menteri Agama RI. Ia menegaskan bahwa kerukunan umat
beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan merupakan energi kebangsaan
yang menjadi kekuatan utama dalam membangun bangsa.
“Kerukunan adalah sinergi yang
produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial
dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,”
ujarnya.
Baca Lainnya :
- Bupati Sidak Pembangunan Jalan dan Tinjau Renovasi UGD Puskesmas Ngambur0
- Wakil Bupati Pesisir Barat Sambut Peserta Maqwa Leadership Camp0
- Lantik 1003 PPPK Paruh Waktu, Ini Pesan Wakil Bupati Irawan Topani0
- Wakil Bupati Irawan Topani Launching Dapur Sppg Negeri Ratu Ngambur0
- Wakil Bupati Irawan Topani Buka Pengajian Akbar BKMT Pesibar0
Lebih lanjut disampaikan bahwa
kehadiran Kementerian Agama dalam sejarah bangsa bukan hanya tuntutan
sosiologis, melainkan kebutuhan nyata negara yang majemuk. Republik Indonesia
dibangun atas sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan
hingga saat ini. Para pendiri Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar
lembaga ini berperan aktif dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, adil,
rukun, dan sejahtera.
Dalam amanat tersebut juga disoroti
tantangan global di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan
dinamika dunia VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Wakil
Bupati menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam
perkembangan AI, melainkan harus memiliki kedaulatan AI yang berlandaskan nilai
keagamaan dan kemanusiaan.
“Jika dahulu para ulama dan cendekiawan
mewarnai peradaban dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat-pusat peradaban
seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai
substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, sejuk, dan
mencerahkan,” lanjutnya.
Ia menekankan pentingnya memastikan
algoritma masa depan tidak hampa dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan, serta
menjadikan AI sebagai alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu
disinformasi maupun perpecahan.
Untuk mewujudkan hal tersebut,
setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang
agile, adaptif terhadap perubahan, terbuka pada teknologi dan inovasi, serta
responsif dalam melayani umat dengan empati dan integritas.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati
mengajak seluruh elemen untuk menyatukan tekad sesuai tema HAB ke-80, dengan
fondasi pengabdian yang kuat, penguasaan teknologi yang beretika, dan semangat
optimisme demi mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan
bermartabat. [MFH/Diskominfotiksan]











3.jpg)